Kisah “Mahasiswa Abadi” di UNY Nyaris Kena DO hingga Beasiswa Dicabut, Kini Buktikan Bisa Lolos CPNS usai Wisuda

Kisah mahasiswa abada UNY dan jadi CPNS. MOJOK.CO

Kesusahan menyelesaikan skripsi di UNY

Hari-hari menjalani perkuliahan di UNY dilalui Hendri seperti mahasiswa pada umumnya. Mengikuti kelas, aktif pembelajaran, mengerjakan tugas dari dosen, presentasi, aktif kegiatan di luar kampus, ikut Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga tibalah ia di semester 8.

“Saat itu, saya kesulitan mengerjakan tugas akhir atau skripsi,” ujar Hendri.

Semester 8 adalah masa-masa genting baginya, mengingat ia merupakan mahasiswa penerima bidikmisi. Bisa-bisa, beasiswa Hendri dicabut karena tidak memenuhi syarat lagi yakni melebihi batas masa studi yang sudah ditentukan.

Namun, apa mau dikata. Skripsi masih menjadi momok mematikan baginya. Alhasil, kuliahnya pun terhambat selama tiga tahun dan beasiswanya pun dicabut. Hendri baru bisa menyesalaikan skripsinya dan mendapat gelar sarjana setelah menempuh kuliah selama 14 semester. 

“Setelah beasiswa bidikmisi saya dicabut, saya memutuskan untuk bekerja sembari menyelesaikan tugas akhir. Alhamdulillah saya lulus tahun 2024 kemarin,” tuturnya.

Lulus wisuda langsung keterima CPNS

Tak lama setelah diwisuda di UNY, Hendri mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2024. Beberapa berkas dan latihan soal sudah ia siapkan. Namun, Hendri harus menunggu ijazah keluar sebelum akhirnya mengikuti tes.

“Sehingga bisa dibilang pendaftaran CPNS saya dilakukan mendekati batas akhir penutupan,” kata Hendri.

Dengan kuota yang terbatas dan pesaing yang cukup tinggi, setidaknya Hendri masih bisa menganalisa, berapa kuota formasi yang dibutuhkan? Atau menghitung kemungkinan, berapa jumlah jurusan yang selinier dengan tugas pegawai, apakah masih tersedia, serta berapa jumlah universitas di sekitar instansi yang membuka jurusan tersebut? 

Setelah itu, barulah Hendri bisa membandingkan analisanya untuk memantapkan pilihan. Di tahap seleksi administrasi, peserta juga wajib memeriksa data dengan teliti sembali belajar mandiri untuk persiapan ujian SKD-SKB.

Alhamdulillah, berkat dukungan dari teman-teman juga saya lolos CPNS tahun 2024. Secara khusus, saya berterima kasih kepada Mas Joko yang telah meminjamkan kemeja putih, Mas Huda yang meminjamkan sepatu, serta teman-teman lain yang turut berkontribusi selama saya menjalani ujian,” ucap Hendri.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Mahasiswa UNY Sulit Menjelaskan ke Tetangga soal Kampusnya karena Kurang Populer, Mengaku Kuliah di UGM Biar Mudah Dipahami atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2025 oleh

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.