Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Pengalaman Saya sebagai Katolik Kuliah di UMMAD, Canggung Saat Belajar Kemuhammadiyahan tapi Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
14 Januari 2026
A A
Olin, wisudawan terbaik Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) pada 2025. MOJOK.CO

Ilustrasi - Kristofora Karolina Kewa, wisudawan terbaik UMMAD. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kristofora Karolina Kewa baru saja menyelesaikan studi sarjananya di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), sekaligus menjadi salah satu wisudawan terbaik UMMAD pada Desember 2025 lalu. 

Kristofora Karolina Kewa atau yang akrab disapa Olin berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Meskipun beragama Katolik, Olin mengaku, belajar di UMMAD yang notabennya kampus dari organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia, bukanlah penghalang untuk dirinya menempuh pendidikan tinggi. Justru di sana, ia belajar banyak soal nilai toleransi. 

Olin pun tak menampik jika UMMAD tergolong perguruan tinggi yang relatif muda, tapi ia percaya kampus tersebut menjunjung nilai-nilai inklusif dan toleran terhadap keberagaman suku, budaya, maupun agama manapun. Dan hal itu telah ia buktikan.

Niat besar menempuh pendidikan di bidang kesehatan 

Sejak SMA, Olin bercita-cita melanjutkan studi di bidang kesehatan, khususnya keperawatan. Hanya saja, Olin dan keluarganya menyadari kalau biayanya tentu tak murah. Oleh karena itu, Olin beralih ke jurusan lain seperti kebidanan.

Namun, saat Olin mencari tahu lebih lanjut soal Jurusan Kebidanan, niatnya jadi urung. Sebab di kampus yang ia pilih hanya tersedia D3, sementara perempuan asal NTT itu ingin menempuh pendidikan S1 alias sarjana.

Alih-alih menyerah untuk masuk jurusan di bidang kesehatan, Olin terus menggali informasi, program studi apa saja yang masih bisa ia pilih di bidang tersebut. Bagi Olin, penentuan jurusan itu amat serius. Ia tak mau main-main “mempertaruhkan” pilihannya untuk kuliah.

Oleh karena itu, Olin amat tekun berdiskusi dengan teman-temannya, hingga bertemulah dia dengan jurusan pilihannya, yakni Administrasi Kesehatan. Tak berhenti sampai di situ, ia pun mulai mencari kampus yang tepat untuk dirinya menempuh pendidikan tinggi. 

Dari temannya pula, Olin tahu ada kampus UMMAD yang memiliki Jurusan Administrasi Kesehatan dengan deskripsi tugas yang bagus. Sehingga, ia pun makin mantap memilih jurusan tersebut karena sesuai dengan minat, kemampuan, serta rencana kariernya.

“Administrasi Kesehatan di UMMAD memberikan pembekalan terkait pengelolaan pelayanan kesehatan, administrasi rumah sakit, hingga sistem pelayanan kesehatan secara profesional,” jelas Olin dilansir dari laman resmi Muhammadiyah, Selasa (13/1/2025).

“Bagi saya jurusan itu cukup memungkinkan untuk berkontribusi di bidang kesehatan, meskipun tidak terjun langsung sebagai tenaga medis,” lanjutnya. 

Canggung belajar Al-Islam dan AIK

Saat mendaftar ke Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Olin sama sekali tak terpikirkan gagal karena beragama Katolik. Dan terbukti, ia lolos menjadi mahasiswa UMMAD Jurusan Administrasi Kesehatan.

Tapi jujur saja, saat diterima dan mulai mengikuti kegiatan pembelajaran, Olin cukup kaget karena harus menempuh mata kuliah wajib seperti Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK).

Sebagai informasi, warga Muhammadiyah memang mewajibkan pelajaran Al-Islam dan AIK bahkan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Materinya tentang sejarah, nilai, dan gerakan Islam yang berkemajuan. 

Olin wisuda. MOJOK.CO
Kristofora Karolina Kewa, wisudawan UMMAD asal Nusa Tenggara Timur. (Sumber: Dok. Muhammadiyah)

Meski awalnya merasa canggung, Olin berhasil mengikuti kegiatan pembelajaran dengan baik. Bahkan ia berhasil menangkap gambaran besar materi yang disampaikan, di mana Al-Islam dan AIK menitikberatkan pada nilai moral, etika, dan toleransi.

Iklan

“Mata kuliah tersebut relevan untuk seluruh mahasiswa dan menjadi tambahan wawasan tentang keberagaman tanpa adanya pemaksaan keyakinan. 

Bukan sekadar materi, perilaku itu tercermin langsung di lingkungan tempat Olin belajar. Selama kuliah di UMMAD, Olin merasa diterima dengan baik meskipun berstatus mahasiswa non muslim.

“Aku nggak pernah mengalami perlakuan negatif, baik dari dosen maupun sesama mahasiswa di UMMAD,” kata Olin, “lingkungannya juga cukup terbuka dan menghargai perbedaan,” lanjutnya. 

Sepengalaman Olin, dosen di UMMAD punya sikap yang profesional dan adil, tanpa membedakan latar belakang agama. Dukungan dan sikap ramah juga ia rasakan dari teman-teman mahasiswa, baik dalam kegiatan akademik maupun non akademik. 

Jadi wisudawan terbaik di UMMAD 

Berkat lingkungan belajar yang ramah dan semangat Olin yang tinggi untuk meraih cita-cita, perempuan asal NTT itu bahkan berhasil menjadi mahasiswa berprestasi di Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD). 

Ia berhasil menyelesaikan skripsinya yang berjudul “Analisis Peran Sekolah Luar Biasa dalam Implementasi Program Posyandu Rutin untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan bagi Anak Disabilitas di Sekolah Luar Biasa” dengan tepat waktu.

Selain itu, Olin juga meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,79. Angka itu sekaligus menjadi nilai tertinggi di antara tiga lulusan terbaik lainnya pada Wisuda UMMAD 2025. 

Rektor UMMAD, Sofyan Anif menyampaikan Olin merupakan representasi nyata Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) sebagai kampus moderasi yang menjunjung tinggi nilai toleransi beragama. Ia menegaskan bahwa UMMAD tidak pernah membedakan mahasiswa berdasarkan agama, suku maupun ras, melainkan memandang seluruh civitas akademik sebagai bagian utuh dari universitas. 

“Nilai-nilai tersebut terus dikembangkan sebagai bentuk kontribusi UMMAD bagi bangsa dan negara,” ujar Sofyan dalam sambutannya di Wisuda UMMAD 2025 pada Desember lalu.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Ditolak Unair Tak Membuat Saya Menyesal, “Terharu” Berkat Kuliah di Jurusan Keperawatan UM Surabaya atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 14 Januari 2026 oleh

Tags: kampus di MadiunKemuhammadiyahan (AIK)mahasiswa berprestasimahasiswa terbaikMuhammadiyahUMMAD
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers MOJOK.CO
Esai

Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers

6 Februari 2026
Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan Lebih Mudah Diterima daripada Gagal Jadi Sarjana Hukum UGM MOJOK.CO
Edumojok

Perjuangan Ojol sambil Kuliah: Pernah Diancam Pihak Resto karena Telat Antar Makanan, Kini Lulus Jadi Sarjana Hukum UGM

5 Februari 2026
AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah MOJOK.CO
Ragam

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO
Catatan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan

29 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang dengan kesulitan ekonomi (kurang mampu atau miskin) di desa, justru paling tulus dalam kehidupan sehari-hari MOJOK.CO

Orang Miskin dan Sulit Ekonomi di Desa Justru Paling Tulus Peduli, Tapi Tak Dihargai karena Tak Bisa Bantu Materi

12 Februari 2026
Sinefil.MOJOK.co

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Lulusan SMK ngaku dapat gaji 20 juta saat kerja di Sidoarjo agar orang tua tidak direndahkan karena standar sukses di desa MOJOK.CO

Lulusan SMK Ngaku Kerja Gaji 20 Juta Perbulan agar Ortu Tak Direndahkan, Tapi Masih Tak Cukup buat Ikuti Standar Sukses di Desa

12 Februari 2026
Pilih gaya hidup irit dan pelit ke diri sendiri demi keluarga. Tiap mencoba self reward merasa berdosa MOJOK.CO

Selalu Pelit ke Diri Sendiri demi Hidupi Keluarga, Tiap Mau Self Reward Pasti Merasa Berdosa padahal Tak Seberapa

11 Februari 2026
Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat MOJOK.CO

Dilema Genteng Tanah Liat: Sejuk di Jogja, tapi Jadi Horor di Sumatera Barat

11 Februari 2026
Mahashivaratri, festival tahunan yang dirayakan umat Hindu untuk menghormati Dewa Siwa di Candi Prambanan. MOJOK.CO

Hari Suci Terpenting Umat Hindu, Mahashivaratri Perdana Digelar di Candi Prambanan dengan 1008 Dipa Menyala

14 Februari 2026

Video Terbaru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026
Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

Hutan Jawa dan Dunia yang Pernah Bertuah

7 Februari 2026
Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.