Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
21 April 2026
A A
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

ilustrasi - bersyukur ikut Tapak Suci saat perguruan silat lain dicap suka tawuran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Ketika sebagian mahasiswa ingin masuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) atau Himpunan Mahasiswa (HIMA), Randi Prayoga justru masuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci untuk belajar organisasi di Universitas Airlangga (Unair).

Tapak Suci menguatkan spiritualitas

Randi Prayoga berujar pernah mengikuti pencak silat di perguruan Tapak Suci sejak kelas 7 SMP, tapi kemudian vakum setahun setelahnya sebab tertarik dengan olahraga lain.

Iklan

“Karena latar belakangku berasal dari keluarga yang rata-rata anggota Tapak Suci, jadi awalnya ikut-ikutan saja,” kata Randi saat dihubungi Mojok, Senin (20/4/2026).

Namun ternyata, setelah lama vakum, tambatan hatinya tetap ada di perguruan Tapak Suci terutama setelah dia diterima sebagai Mahasiswa Vokasi Unair Jurusan Perbankan dan Keuangan tahun 2024.

Randi yang tadinya ingin fokus ke dunia akademik kemudian berpikir untuk menambah prestasinya di bidang olahraga. Sebab, kata dia, dunia kerja sekarang tak hanya membutuhkan hard skill tapi juga soft skill. Terutama dalam hal mengontrol diri. 

“Tapak Suci sendiri merupakan organisasi pencak silat yang tidak hanya mengajarkan bela diri, tapi juga mengajarkan spiritual yang kuat dalam ibadah,” ucapnya. 

“Dan yang paling penting, Tapak Suci tidak pernah rasis atau tawuran di jalan. Fokusnya pada pengembangan prestasi,” lanjut Randi.

Berdasarkan pengamatan Randi, konflik antara perguruan pencak silat memang sering terjadi. Mulai dari tawuran antar perguruan lain hingga bikin rusuh warga. Namun, dari banyaknya berita yang ada, ia jarang menjumpai nama Tapak Suci sebagai biang onar. 

Cara bagi waktu antara kuliah dan latihan

Oleh karena itu, di tengah banyaknya stigma soal anggota pencak silat yang suka tawuran, main keroyokan, atau bahkan buang-buang waktu, Randi bersyukur bisa mengenal Tapak Suci. Baginya, Tapak Suci bukan sekadar olahraga biasa tapi merubah hidupnya ke arah yang lebih baik.

“Aku pernah dapat beasiswa pendidikan berkat prestasiku di Tapak Suci dan dapat 2 gelar terbaik setiap tahunnya berkat prestasi tersebut,” ucap mahasiswa Unair itu.

Meski sibuk dengan jadwal latihan, Randi mengaku tak melupakan kewajibannya sebagai mahasiswa. Guna mengatur waktu kuliah dan latihan, Randi membuat mapping kegiatan selama satu bulan. 

Tak hanya dicatat, kata Randi, tapi harus direalisasikan. Ia juga belajar dari teori manajemen waktu yang berfokus pada skala prioritas, pengelolaan diri, dan keseimbangan antara tugas mendesak dan penting.

“Aku juga berusaha produktif 8 jam dalam sehari, sisanya bisa aku gunakan untuk hobi seperti latihan pencak silat dan juga bekerja atau mengikuti organisasi,” kata atlet Tapak Suci tersebut. 

Memborong prestasi di luar Tapak Suci

Di perguruan Tapak Suci Unair, Randi tak hanya latihan fisik dan mental tapi juga belajar mengkoordinasi tim. Sebagai Wakil Ketua 2 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Unair, Randi harus memantau latihan para atlet yang terdiri dari berbagai perguruan pencak silat. Mulai dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Merpati Putih, Perisai Diri, hingga Pagar Nusa yang merupakan UKM di Unair. 

Iklan

Salah satu tugasnya adalah menjadi manager di Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026, hingga membawa timnya memperoleh juara umum di ajang internasional tersebut.

“Di sana, aku dan manajer lainnya sangat menjaga kondisi kesehatan atlet agar tetap prima saat bertanding,” kata Randi.

Dengan manajemen waktu yang tepat, Randi berhasil mewujudkan mimpinya, baik prestasi di bidang olahraga maupun akademik. Sebab menurutnya, cerdas di bidang akademik juga sama pentingnya. Dulu, saat Randi merasa putus asa karena takut tidak bisa kuliah, prestasi itulah yang menyelamatkannya. 

“Aku masuk Unair jalur prestasi (SNBP) dengan melampirkan e-sertifikat nasional olimpiade ekonomi yang diadakan oleh beberapa universitas di Jawa Timur maupun nasional,” kata Randi yang rutin mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) saat SMA.

Di tahun 2024, ia berhasil mendapat beasiswa dari PT Petrokimia Gresik di tengah kesibukannya latihan bela diri dan kuliah. Di tahun yang sama, ia juga pernah meraih Juara 3 Kelas E Silat Dewasa Putra, Airlangga Championship Tapak Suci Open National 2024.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Tapak Suci Menyelamatkan Saya yang Nggak Jago Akademik hingga Bisa Kuliah di UNESA, meski Dulu Diremehkan karena Kurang Atletis dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 April 2026 oleh

Tags: atlet Tapak SuciMuhammadiyahpencak silatperguruan silattapak suciTSUKM bela diriunair
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Mahasiswa penerima KIP-K Unair korupsi iuran AUBMO. MOJOK.CO
Sekolahan

Kasus Mahasiswa KIP-K Unair Korupsi Rp103 Juta: Dari Salah Transfer, Terlilit Pinjol, hingga Janji Mengganti dengan Jaminan Sertifikat Rumah

20 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO
Sekolahan

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Rozi, dosen penyandang disabilitas Unair yang lulus S3. MOJOK.CO
Sekolahan

Perjalanan Dosen Unair yang Kehilangan 2 Kaki, Berhasil Selesaikan Kuliah S3 di FKH dengan IPK Sempurna

27 Mei 2026
Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO
Sekolahan

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas MOJOK.CO

ASN Jateng Dididik agar Tidak Berperilaku Menyimpang untuk Jaga Marwah Instansi, KPK Beri Penghargaan

18 Juni 2026
Mas Uceng sebagai narasumber Festival Melawan-Melawan. Ia menyampaikan perlawanan masyarakat sipil perlahan telah terbunuh oleh rezim.

Zainal Arifin Mochtar: Perlawanan Masyarakat Sipil Perlahan Telah Dibunuh

18 Juni 2026
Perjalanan Kopikina menjadi kedai kopi populer di Jakarta yang dirintis oleh alumni Beasiswa LPDP MOJOK.CO

Jalan Kopikina dari Kedai Kopi Kecil dan Bukan untuk Bisnis Serius Jadi Brand Besar di Jakarta, Terapkan Ilmu dari Inggris

19 Juni 2026
Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu MOJOK.CO

Hujan Bulan Juni untuk Samadi: Es Krim yang Mencair di Tengah Aksi Rakyat Memanggil dan Kenaikan Harga yang Bikin Ngelu

14 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.