Di tengah kesibukannya kuliah, sejumlah anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih juara umum di ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
UKM Pencak Silat Unair yang terdiri dari perguruan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), Merpati Putih, Perisai Diri, Tapak Suci, dan Pagar Nusa, berhasil menjadi juara umum pada ajang Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Kompetisi itu berlangsung di GOR Lembah Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (4/4/2026) hingga Minggu (5/4/2026). Sebanyak 60 atlet pencak silat dari Unair berhasil memperoleh 25 medali emas dan 35 medali perak. Tak pelak, pencapaian ini menjadi yang pertama dalam 2 tahun terakhir bagi UKM Pencak Silat Unair di kancah internasional.
Impian tidak berhenti di UKM Pencak Silat Unair
Salah satu peserta yang ikut menyumbang medali emas dalam pertandingan tersebut adalah Faryska Ozi Faradika. Faryska, sapaan akrabnya, merupakan anggota pencak silat perguruan PSHT. Mahasiswa Jurusan Ilmu Sejarah Unair itu telah menjalani latihan yang cukup intens selama ini.
“Aku sudah ikut PSHT sebelum masuk Unair, sekitar tahun 2019. Waktu itu, PSHT jadi organisasi pencak silat terbesar di Indonesia dan kebanyakan anak-anak di rumahku juga ikut. Dengan prestasiku itu aku bisa masuk Unair jalur prestasi,” jelas Faryska saat dihubungi Mojok, Senin (20/4/2026).

Sebagai atlet, Faryska mengaku fokusnya tidak hanya kuliah atau meraih gelar akademik semata, tapi juga melatih kekuatan fisik, daya tahan, kecepatan, serta memperdalam teknik dasar. Sebab menurutnya, pertandingan di atas gelanggang jauh lebih mendebarkan dibanding ruang perkuliahan. Apalagi, jika ia bertemu dengan lawan yang tangguh.
“Aku bikin skala prioritas kalau lagi banyak tugas atau saat mendekati ujian. Kalau sudah mau UTS atau UAS, aku bakal lebih fokus ke akademik dulu tapi tetap menyempatkan waktu untuk latihan hanya saja intensitasnya aku kurangi,” ucap anggota UKM Pencak Silat Unair tersebut.
Kuat mental di UKM Pencak Silat Unair sambil kuliah
Faryska berujar tantangan terbesar dalam mengikuti olahraga bela diri adalah mengalahkan diri sendiri serta membentuk mental yang kuat. Mulai dari menjaga pola makan agar memenuhi syarat timbangan sebelum bertanding, tidur cukup, dan tidak gentar menghadapi lawan.
Lebih dari itu, menjalankan perannya sebagai anak di rumah, mahasiswa di kampus, dan sebagai masyarakat yang ikut terpapar isu pemerintahan, tidaklah mudah bagi Faryska. Justru dengan latihan UKM Pencak Silat di Unair, Faryska jadi bisa menyeimbangkan kesehatan fisik dan mentalnya. Mulai dari latihan pernapasan, mengontrol diri, serta fokus pada tujuan.

“PSHT membentuk mentalku jadi lebih tangguh, nggak gampang menyerah dan menghargai proses. Jadi bisa dibilang, perubahan yang aku rasakan bukan sekadar fisik tapi juga pola pikir dan sikap sehari-hari,” kata Faryska.
Usaha Faryska pun tak sia-sia, hingga memperoleh juara 1 kelas A (berat badan 45-50 kilogram) kejuaraan Indonesia Pencak Silat Paku Bumi Open 14th Championship 2026.
Berhasil menaklukkan persaingan yang ketat
Wakil ketua dua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Unair, Muhammad Randi Prayoga berujar persiapan para atlet untuk mengikuti pertandingan tersebut berlangsung selama 4 hari. Fokusnya pada penguasaan teknik dasar, strategi mencuri poin, kualitas tendangan, serta pemantapan gerakan.
“Selain itu, kami sangat menjaga kondisi kesehatan atlet agar tetap prima saat bertanding,” kata Randi dikutip dari laman resmi Unair, Senin (20/4/2026).
Sebagai penanggung jawab lapangan, Randi berujar tantangannya lebih kepada pengelolaan sumber daya manusia, mengatur jadwal latihan, dan menyesuaikan kemampuan setiap atlet agar dapat tampil maksimal di setiap kategori pertandingan.
Namun, hal itu dapat diatasi dengan komitmen dan usaha yang optimal ketika bertanding. Terbukti saat kontingen Unair meraih medali emas pertama dalam kompetisi tersebut.
“Ketika medali emas pertama diraih, rasanya tidak percaya. Ketika final, kami sempat overthinking karena persaingan sangat ketat. Selisih perolehan medali dengan kampus lain sangat tipis, sehingga setiap pertandingan terasa menegangkan,” ucap atlet pencak silat dari perguruan Tapak Suci itu.
Randi bersyukur karena Unair juga ikut memberikan dukungan seperti dana, fasilitas, serta kemudahan administrasi untuk UKM Pencak Silat Unair, sehingga timnya dapat fokus berlatih dan bertanding secara optimal.
“Kami berharap tahun ini dan tahun depan bisa meraih lebih banyak medali serta menaklukkan lebih banyak kompetisi nasional maupun internasional, terutama Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) dan provinsi (POMPROV),” kata Randi.
Penulis: Aisyah Amira Wakang
Editor: Muchammad Aly Reza
BACA JUGA: PSHT dan Tapak Suci, Sama-sama Ajarkan Budi Pekerti Luhur tapi Satu Dikenal Biang Rusuh dan Satu Lagi Anti Tawur dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














