Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Terlanjur Senang Lulus SNBT tapi Ternyata Salah Jurusan Gara-gara FOMO, Kuliah Mumet hingga Nyaris DO

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
27 Mei 2025
A A
Lulus UTBK SNBT tapi malah salah jurusan karena FOMO hingga nyaris DO MOJOK.CO

Ilustrasi - Lulus UTBK SNBT tapi malah salah jurusan karena FOMO hingga nyaris DO. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Beberapa mahasiswa mengaku FOMO saat memilih jurusan kuliah dalam SNBP atau UTBK-SNBT. Alhasil, di tengah jalan merasa salah jurusan. Akibatnya, antara setengah hati menjalani perkuliahan hingga merasa kesulitan.

Itu pulalah yang dirasakan oleh narasumber Mojok. Bahkan, meski akhirnya lega lolos UTBK-SNBT, tapi akhirnya malah ketar-ketir lantaran terancam DO.

Iklan

87% mahasiswa Indonesia salah jurusan

Ada sejumlah penelitian yang mengungkap fenomena salah jurusan di kalangan mahasiswa. Salah satunya oleh ahli Educational Psychologist dari Integrity Development Flexibility, Irene Guntur.

Irene menyebut, persentase mahasiswa yang merasa salah jurusan sangat tinggi, yakni 87%. Adapaun penyebabnya antara lain:

  1. FOMO dengan teman-temannya alih-alih menyesuaikan minat bakat sendiri.
  2. Tidak mengenali minat bakat sendiri, sehingga terkesan asal saat proses pendaftaran.
  3. Paksaan orangtua untuk mengambil jurusan tertentu.

FOMO saat UTBK-SNBT karena gengsi dengan teman

Pada UTBK-SNBT 2018 (saat itu SBMPTN), banyak di antara teman-teman Candra (26) mengincar kuliah jurusan Hukum. Alasan utamanya, prospek kerja jurusan ini sangat menjanjikan. Sebab, di Indonesia politik dan hukum seolah menjadi ceruk basah yang tidak pernah kering.

Selain itu, mahasiswa Hukum dianggap sebagai salah satu label keren. Karena dianggap memahami betul kondisi negara.

Candra sebenarnya tidak tertarik dengan perpolitikan. Sialnya, mendekati pendaftaran UTBK-SNBT, dia juga masih bingung harus kuliah jurusan apa.

Karena “Hukum” menjadi kata yang kerap dia dengar dari obrolan teman-temannya, diapun mulai baca-baca di internet perihal jurusan ini. Dia bahkan mulai mengikuti tayangan-tayangan politik di televisi maupun YouTube.

“Melihat pengacara atau hakim bekerja, ternyata memang keren juga. Dari situ aku mulai mempertimbangkan masuk hukum,” ungkapnya, Senin (26/5/2025).

Persaingan masuk jurusan Hukum memang terbilang ketat. Tapi Candra percaya diri bisa lolos di UTBK-SNBT. Sebab, selain nilai tes, dari yang dia ketahui, lolos atau tidak di UTBK-SNBT sering kali juga bergantung pada faktor keberuntungan.

“Sebelum sekarang ramai-ramai joki UTBK ya, dulu udah jadi anomali aja tes ini. Ada siswa yang selama di sekolah nggak pinter, tapi bisa lolos kampus dan jurusan top. Sebaliknya, ada yang selama SMA pinter, tapi nggak lolos,” tutur Candra. “Jadi memang bergantung pada keberuntungan.”

Lega lolos UTBK-SNBT, tapi langsung merasa salah jurusan

Candra lega betul ketika dinyatakan lolos UTBK-SNBT di jurusan Hukum di sebuah kampus Malang. Persisnya jurusan Hukum Tata Negara. Gengsi lah misalnya tidak lolos.

Dia pun menjalani semester 1 kuliahnya dengan penuh gairah. Wajar saja, di awal kuliah, mata kuliahnya masih seputar hal-hal dasar. Jadi Candra merasa tidak menemukan kesulitan berarti.

“Baru kerasa di semester-semester selanjutnya. Makin nambah semester, makin mumet,” tuturnya. “Aku makin nyadar, sebenarnya aku memang nggak terlalu suka. Tapi sudah terlanjur.”

Lantaran merasa mumet, beberapa tugas mata kuliah Candra akhirnya terbengkalai. Ditambah lagi dia jarang masuk kelas. Alhasil, dia harus mengulang banyak mata kuliah.

Menyerah dan nyaris DO

Di semester 4, Candra bahkan nyaris memilih DO: tidak melanjutkan kuliah. Tapi sayang juga, sudah terlanjur keluar biaya banyak.

Dengan setengah hati, Candrapun berusaha keras menjalani perkuliahannya. Untungnya, dia punya teman yang sesekali membantunya dalam mengerjakan beberapa tugas.

“Momen paling mumet tentu saja waktu praktik. Tapi ya untung bisa beres walaupun penuh drama,” kata Candra.

Iklan

“2024 jadi penentuan. Sudah semester akhir, sementara aku nggak kebayang soal skripsi. Buntu. Itu ancaman DO kedua misalnya aku bener-bener nggak bisa ngerjain skripsi. Sementara temen-temen seangkatan udah banyak yang lulus,” bebernya.

Tidak ada pilihan lain. Candra memutuskan menggunakan jasa joki skripsi meski agak mahal karena dia meminta si joki mengerjakannya secara ngebut.

Gelar S.H nggak berguna

Seandainya dari keluarga kaya, Candra membayangkan bisa putus kuliah di tengah jalan kalau merasa salah jurusan. Lalu mengulang daftar UTBK-SNBT atau seleksi mandiri untuk kuliah di jurusan yang benar-benar dia tahu kalau mampu di jurusan itu—tentu setelah mengenali apa sebenarnya bidang yang dia kuasai.

Sayangnya, itu hanya bayangan. Dia “terjebak” di jurusan yang salah dan tidak tahu harus berbuat apa. Akhirnya, kini dia merasa kuliahnya sia-sia belaka.

“Sebegitu bahayanya FOMO. Aku punya gelar S.H karena joki. Uang joki itupun hasil nipu orangtua pula, bilang buat bayar kebutuhan kuliah,” ungkap Candra penuh sesal.

Dan setelah mendapat gelar S.H, Candra tidak terlalu percaya diri untuk mendaftar lowongan kerja yang berhubungan dengan jurusannya. Takut tidak menguasai. Sejak lulus, dia bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan jurusannya (enggan disebutkan).

“Soal memilih jurusan kuliah itu harus dipikir mateng-mateng. Jangan terdistraksi dengan orang lain. Karena yang tahu dirimu ya dirimu sendiri,” pesan Candra kepada calon mahasiswa baru.

“Jangan merasa kecil hati juga jika orang lain meremehkan jurusan yang kamu ambil misalnya jurusan itu, mohon maaf, dianggap ecek-ecek. Banyak contoh orang dari jurusan ecek-ecek justru lebih sukses,” tandasnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kebahagiaan Sesaat Orangtua kala Anak Lolos UTBK, Dikira Serius Kuliah Malah Jadi Aib Keluarga karena Pergaulan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

Terakhir diperbarui pada 28 Mei 2025 oleh

Tags: jurusan hukumsalah jurusanSNBTUTBKutbk snbt
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026
Perjuangan masuk UGM.MOJOK.CO

Kehilangan Ayah Menjelang SNBT, Kini Berhasil Kuliah Gratis di UGM Meski Harus Belajar di Rumah Sakit

23 Juli 2026
Joki UTBK SNBT di Surabaya raup cuan Rp700 juta demi kebutuhan hidup. Kedokteran jadi incaran MOJOK.CO

Joki UTBK SNBT Bisa Raup Rp700 Juta: Buat Kebutuhan Hidup karena Keterbatasan, Cuan Gede dari Jurusan Kedokteran

10 Mei 2026
Mahasiswa UNJ lulus setelah gagal seleksi PTN jalur SNBT

Penyandang Disabilitas Gagal Diterima PTN Jalur SNBT, Kini Lulus Sarjana Pendidikan di UNJ Berkat “Antar Jemput” Ayah

19 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Peserta dalam ajang Klaten International Motocross di Sirkuit Bokong Semar, kawasan Rowo Jombor. MOJOK.CO

Anak Muda Asal Jawa Barat Kalahkan Crosser dari Australia di Ajang Klaten International Motocross

25 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Yamaha Fazzio Cuma Sebatas Skutik Spek Orang Manja MOJOK.CO kredit motor yamaha

Fazzio, Motor “Anak Skena” yang Bikin Perjalanan Sejam Menembus Kemacetan buat Ngonser Tetap Terasa Chill

24 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026
Ide bisnis sewa HP flagship, ide aneh raup omzet 20 juta per bulan MOJOK.CO

Ide bisnis sewa HP flagship ternyata begitu menguntungkan, modal 3 HP bisa raup omzet 20 juta per bulan

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.