Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Diragukan karena Kuliah di Universitas BSI, Saya Malah Bisa Kerja di Perusahaan Besar Sebelum Lulus

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Agustus 2024
A A
Kuliah di BSI di Jakarta Selatan Diragukan, Mahasiswa Medan Justru Bisa Kerja Layak sebelum Lulus MOJOK.CO

Ilustrasi - Awalnya diragukan saat kuliah di BSI Jakarta Selatan, mahasiswa asal Medan justru bisa kerja sebelum lulus. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Keputusan kuliah di Universitas BSI membuat Mey (23) sempat dipandang penuh keraguan. Sebab, kampus tersebut tak cukup familiar bagi orang-orang di sekitanya di Medan, Sumatera Utara. Namun, kuliah di BSI dengan biaya kuliah standar justru mengantarnya berada di posisi sekarang: bisa mendapat pekerjaan layak bahkan sebelum lulus kuliah.

***

Iklan

Namanya Mey Elena, perempuan asal Simalungun, Medan. Saat ini ia bekerja di sebuah perusahaan digital di Tebet, Jakarta Selatan.

“Saat ini belum ada pikiran sih buat balik Medan. Mau meniti karier dulu di Jakarta,” ujarnya saat kami punya kesempatan berbincang pada Kamis (8/8/2024) malam WIB.

Ia perempuan ramah, riang, dan namapaknya juga suka bercerita. Hampir satu jam kami berbincang melalui sambungan telepon.

Mey ternyata sudah melewati banyak situasi pelik sebelum akhirnya bisa di posisi sekarang. Termasuk impiannya untuk kuliah yang penuh lika-liku hingga akhirnya berlabuh ke Universitas BSI kampus Fatmawati.

Nyaris tak bisa kuliah karena biaya

Mey lulus SMA di Simalungun, Medan, pada 2019. Sebagaimana teman-teman seangkatannya yang lain, Mey tentu punya keinginan untuk langsung kuliah. Khususnya di kampus negeri.

Terlebih, selama di SMA ia terbilang sebagai siswa pintar: mengisi daftar 10 besar peringkat paralel. Sayangnya, Mey harus menahan diri terlebih dulu. Ia tidak bisa langsung kuliah setelah lulus SMA karena kendala biaya kuliah.

“Aku kan tiga bersaudara. Saat itu adikku masih SMP. Sementara kakakku kuliah semester akhir di kampus swasta yang biayanya mahal. Kami juga bukan dari keluarga kaya,” tutur Mey mengenang masa-masa sulit itu.

Sebenarnya orang tua Mey tetap membolehkannya daftar di kampus-kampus negeri. Jika keterima, maka Mey boleh langsung kuliah. Namun jika tidak lolos, maka orang tua Mey meminta gap year terlebih dulu sembari menunggu sang kakak lulus. Saat itu belum ada gambaran bakal kuliah di Universitas BSI.

Karena jika Mey memaksakan kuliah di tahun itu juga, di kampus swasta atau kampus negeri jalur mandiri, tentu akan memakan biaya besar. Orang tua Mey pasti bakal kewalahan karena harus membiayai dua anak yang kuliah dengan biaya tinggi. Belum lagi harus membiayai sang adik yang juga masih sekolah.

“Tapi ternyata aku nggak keterima kampus negeri incaranku, Kak. Jadi mau nggak mau aku harus ngalah, gap year dulu, nunggu kakak selesai kuliah,” ucap perempuan yang kini kuliah di Universitas BSI tersebut.

Di ambang antara tetep kuliah atau langsung kerja

Selama gap year, Mey bukannya berdiam diri. Ia ikut bekerja bantu-bantu keluarga. Dari situ ia mendapat uang saku. Di sela-sela waktunya bekerja itu, Mey tak luput terus belajar, mempersiapkan diri untuk mendaftar kuliah kampus negeri lagi di tahun berikutnya.

“Berhubung mama udah keluar (uang) banyak di semester akhir kakakku, terus kakakku juga belum dapat kerjaan, mamaku pernah bilang, ‘Gimana misalnya kamu nggak kuliah, tapi langsung kerja’,” beber Mey.

Iklan

May sontak menolak. Pasalnya, Mey merasa sudah mengalah satu tahun pada sang kakak. Di tahun berikutnya (2020), sudah seharusnya ia mendaftar kuliah lagi. Oleh karena itu, ia tetap mendaftar UTBK agar bisa kuliah di kampus negeri.

Sayangnya, tahun 2020 itu pun Mey tetap tak beruntung. Ia tak lolos lagi. Di titik itu, ia merasa jangan-jangan memang ia tidak ditakdirkan untuk kuliah. Melainkan untuk bekerja.

“Tapi kakakku tahu perasaanku. Karena kan aku udah ngalah setahun demi kakak. Kakak langsung inisiatif cari kerjaan,” ungkap Mey.

Dalam posisi bekerja itu pula, kakak Mey juga mencoba mencari-cari informasi dari teman-temannya perihal kampus dengan biaya standar tapi fasilitasnya oke. Beberapa teman sang kakak menyarankan untuk kuliah di Universitas BSI.

“Setelah lihat di medsos BSI, akhirnya diputuskan lah mendaftar BSI yang kampus Fatmawati. Ambil jurusan Sistem Informasi. Bener-bener semua biaya kuliah ditanggung kakak. Beruntung banget punya kakak seperti itu. Biaya kuliah di BSI pun nggak memberatkan kakakku,” lanjut Mey.

Baca halaman selanjutnya…

Diragukan karena kampus nggak terkenal, malah bisa kerja di perusahaan besar sebelum lulus kuliah

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 Agustus 2024 oleh

Tags: biaya kuliah bsiBSIjakarta selatankampus bsikampus swasta terbaikmedanprospek kerja di bsiTebetuniversitas bsi
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO
Urban

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO
Urban

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan orang haven't ingin jadi mahasiswa baru (maba) tanpa sponsor orang tua melalui beasiswa KIP Kuliah MOJOK.CO

Nasib Orang Haven’t: Ingin Jadi Maba Tanpa Sponsor Orang Tua, Harus Alami Kerja di Warung Mie Ayam 16 Jam Upah 30 Ribu

7 Agustus 2026
Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan MOJOK.CO

Natalius Pigai Menyarankan Buku Karangan Orang Barat, Baiklah Saya Pilihkan

10 Agustus 2026
burnout kerja kantoran mojok.co

Mencintai Pekerjaan tanpa Harus Menyukai Orang-Orang di Dalamnya

4 Agustus 2026
Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja.MOJOK.CO

Kampung Menari Hasta Budaya, Wadah Gratis Warga Gowongan Lestarikan Tari Klasik Jogja

6 Agustus 2026
Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta godok aturan pelarangan perdagangan HPR. MOJOK.CO

Yogyakarta bakal Susul Korea Selatan, Larang Perdagangan Daging Anjing demi Cegah Penyakit Menular

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.