Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
10 Mei 2026
A A
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Ilustrasi - Kerja Jakarta Selatan (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pukul 19.00 WIB, Meisha (27) baru saja keluar dari kantornya di salah satu titik di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel). Namun, kepalanya masih sangat penuh oleh tumpukan pekerjaan yang harus ia bawa pulang, alih-alih bisa menjalani kehidupan secara seimbang alias Work Life Balance. 

Berjalan agak lesu, Meisha kemudian mampir di salah satu sudut trotoar jalan, memesan semangkuk bakso malang langganan, lalu menyantapnya dengan setengah bergairah. 

Iklan

Saya duduk persis di sebelah Meisha. Itu terjadi pada awal 2026 lalu saat saya jalan-jalan random di kawasan Kebayoran Baru selepas meliput sebuah event olahraga internasional. 

Obrolan kami terjadi beberapa saat setelah Meisha menuntaskan tangis dan santapnya. “Karena ngerasa capek banget, jadinya tiba-tiba nangis,” ujarnya waktu itu. Ia mengaku memang sering seperti itu: kalau merasa sangat capek, pasti tiba-tiba menangis. 

Kerja kantoran di Kebayoran Baru Jakarta Selatan (Jaksel) memang bikin terlihat elite

Meisha adalah pekerja kantoran di Kebayoran Baru. Ia bekerja di divisi brand activation. Bekerja di Kebayoran Baru, Jaksel, memang memberi kesan elite bagi beberapa orang. Begitu yang Meisha akui. 

Bukan semata karena ekerja dengan outfit elegan atau lanyard kantor yang menggantung di leher. Tapi salary yang didapat pun terbilang elite. “Duit Jakarta” lah kalau kata Meisha, bukan di bawahnya. 

“Di pekerjaanku sebelumnya aku cuma dapat di bawah UMR. Tapi di kantor baru (di Kebayoran baru), tarafnya naik lah,” ujar perempuan asal Bekasi tersebut. 

Pada akhirnya, di mata keluarga pun Meisha lolos dari kesan diremehkan. Lolos pula dari potensi dibanding-bandingkan. 

Kerja kantoran di Kebayoran Baru Jakarta Selatan (Jaksel) susah buat Work Life Balance

Seiring waktu, Meisha merasa hidupnya habis untuk urusan pekerjaan. Tubuh Meisha mungkin berada di rumah atau suatu tempat yang jauh dari kantor, tapi pikirannya masih tertambat dengan tumpukan pekerjaan yang menuntut segera dituntaskan. 

Work Life Balance pun menjadi istilah yang jauh dari jangkauannya. Meisha ingin, sepulang kerja, ia benar-benar bisa menikmati rebahan sembari menonton series di OTT misalnya. 

Kenyataannya, setiba di rumah, selepas bebersih, ia harus kembali membuka laptop. Sering pula, bahkan sebelum ia tiba di rumah, notifikasi grup menunjukkan instruksi baru dari atasan. 

“Aku pernah mengabaikan WhatsApp tentang kerjaan di malam hari dan hari libur. Ujungnya aku malah ditegur,” ungkap Meisha. 

“Aku berargumen, wajar saja slow response karena di luar jam atau hari kerja. Tapi argumen baliknya: pekerjaan ya pekerjaan. Selama masih nyari uang di sebuah kantor, ya ikuti rules kantor,” sambungnya. 

Alhasil, Meisha merasa tidak bisa menerapkan Work Life Balance. Karena memang tidak punya pilihan lain. 

Di hari libur, misalnya ia tengah menghabiskan waktu untuk healing, ia tetap siaga dengan ponselnya. Sebab pesan-pesan seputar pekerjaan yang harus direspons cepat bisa muncul sewaktu-waktu. Serba tidak jenak. 

Ketika nongkrong dengan teman-teman lama pun sama halnya. Tapi untungnya tongkrongan Meisha sudah saling paham, bahwa mereka bergantung hidup dari perusahaan kapital yang memposisikan pekerja tidak lebih dari sekadar robot pematuh perintah. 

Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…

Resign tak selesaikan masalah karena mitos yang diromantisasi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 11 Mei 2026 oleh

Tags: jakarta selatanJakselkantor kebayoran barukebayoran barukebayoran baru jakselkerja kantoranwork-life balance
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan MOJOK.CO

Di Balik Lanyard Startup Jaksel: Digembleng Target Tinggi, Digaji Pas-pasan

3 Agustus 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
kebayoran baru, jakarta selatan, jakarta.MOJOK.CO

Punya Kos Murah di Kebayoran Baru adalah Kemewahan, Biar Berisik tapi Setidaknya Menyelesaikan 3 Masalah Besar Perantau di Jakarta

3 Juli 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair MOJOK.CO

Lulus S3 dan Jadi Peneliti, Hidup Saya Malah Bergantung pada Honor Riset yang Tak Kunjung Cair

19 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
ilustrasi ketua pemuda

Jabatan Ketua Pemuda di Kampung itu Gagah, Tapi Ngenes Karena Dianggap Bisa Menyelesaikan Semua Masalah

20 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Minus punya rumah di sekitar Jalan Tunjungan, Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Jujur Janggal, Saat Orang Lain Bilang Punya Rumah di Pusat Kota Surabaya Itu Menguntungkan

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.