Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Pilih Tinggalkan Kerja Kantoran ke “Side Hustle” demi Merawat Anak, Kini Kantongi Rp425 Juta per Bulan dan Lebih Dekat dengan Keluarga

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
31 Maret 2026
A A
Pilih side hustle daripada pekerjaan kantoran

Ilustrasi - Side hustle (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Fransisco Montano atau yang akrab disapa Fransisco memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya selama enam tahun ketika putri sulungnya yang berusia 12 tahun mengalami sakit. Ia memulai side hustle sembari merawat sang anak, tetapi kini berhasil mengantongi penghasilan yang lebih besar dari pekerjaan kantoran.

Berhenti bekerja demi anak yang sakit

Saat itu, putri Fransisco berusia sekitar 12 tahun. Dia mulai mengalami kejang yang tidak dapat dipastikan penyebabnya, serta kapan akan terjadi kembali. Setidaknya begitulah yang dikatakan dokter kepadanya.

Iklan

Mengetahui kondisi itu, Fransisco yang mulai bekerja di pagi hari tidak jarang harus tiba-tiba pergi untuk merawat sang anak.

“Saya akan mulai bekerja di pagi hari dan harus tiba-tiba pergi untuk merawatnya,” kata dia, seperti dikutip dari Business Insider, Selasa (31/3/2026).

Adanya kondisi yang membuatnya harus terus bersikap siaga dalam berbagai situasi tak terduga membuat Fransisco merasa kewalahan. Ia menyadari, dirinya tidak akan bisa menyeimbangkan pekerjaan kantoran yang mengharuskannya meninggalkan rumah dari pagi hingga sore, sambil merawat anaknya yang sedang sakit.

“Terlalu berat untuk menyeimbangkan pekerjaan dan anak yang sakit,” kata dia.

“Jadi, saya berhenti bekerja,” kata dia menambahkan.

Penghasilan utama tidak seberapa, padahal ada kebutuhan luar biasa

Keputusan Fransisco untuk berhenti bekerja sudah berlangsung sekitar delapan tahun yang lalu. Ia bekerja di bidang pemasaran dan hanya dapat menghasilkan sekitar Rp500 juta (dikonversi dari $30 ribu dolar AS) per tahunnya. Artinya, penghasilan per bulan Fransisco berkisar sebesar Rp41 juta.

Nominal itu tampak besar. Namun menurut Fransisco, gajinya tidak sebesar itu untuk mencukupi biaya hidupnya di San Diego, Amerika Serikat, saat itu.

“Itu nggak banyak, terutama mengingat tingginya biaya hidup di San Diego,” kata dia.

Dibandingkan dengan sang istri yang bekerja di bidang asuransi, penghasilan istrinya lebih mampu mencukupi kehidupan keluarga mereka ketimbang penghasilan pekerjaannya sebelumnya. Belum lagi, pekerjaan itu memberi asuransi kesehatan yang bagus untuk perawatan kejang putri mereka.

Dengan perbandingan tersebut, dia merasa semakin yakin dalam memutuskan untuk berhenti bekerja. Fransisco merasa bisa lebih baik dalam mendukung kesembuhan putrinya dengan berhenti dari pekerjaan kantoran.

“Setelah saya berhenti bekerja, saya bisa lebih baik mendukung putri saya, dan kejangnya mulai berkurang,” akunya.

Setelah kondisi sang putri berangsur-angsur membaik, Fransisco memutuskan untuk tidak kembali ke pekerjaan kantoran. Ia memilih untuk tinggal di rumah bersama anak-anaknya yang kini berusia 20, 14, 11, dan 3 tahun.

Iklan

Baca halamannya…

Tolak kerja kantoran dan pilih side hustle dengan gaji 10x lipat

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 1 April 2026 oleh

Tags: alasan side hustlekerja kantoranloker kerja kantoranpekerja kantoranside hustleside hustle vs kerja kantoran
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO
Urban

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Kerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel): terlihat elite tapi Work Life Balance sulit MOJOK.CO
Urban

Kerja di Kebayoran Baru Jaksel: Cuma Kelihatan Elite tapi Work Life Balance Sulit, Resign Tak Selesaikan Masalah

10 Mei 2026
Stres menyeimbangkan pekerjaan sampingan dan pekerjaan kantoran karena side hustle
Urban

“Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meraih penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Program E-Learning Aparatur Negara (ASN) Berintegritas MOJOK.CO

ASN Jateng Dididik agar Tidak Berperilaku Menyimpang untuk Jaga Marwah Instansi, KPK Beri Penghargaan

18 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
penyakit, cuci darah.MOJOK.CO

‘Gaji Habis buat Cuci Darah’ – Yang Perlu Kamu Ketahui soal “Tren” Penyakit Lansia yang Menyerang Generasi Muda

19 Juni 2026
Parenting ala orang tua desa sering ngawur di mata orang tua Gen Z MOJOK.CO

Salah Kaprah Parenting Ala Orang Tua Desa di Mata Ortu Gen Z: Malah Hambat Tumbuh Kembang Bayi, Cium Sana-Sini Tanpa Tahu Konsekuensi

16 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.