Side hustle dari video game kesukaan anak
Cerita menarik Fransisco dalam side hustle selagi menjadi bapak rumah tangga muncul dari kesukaan anaknya kepada video game. Anak ketiganya, Sophia (11), menyukai video game sebagai cara menghabiskan waktu bersama atau quality time—dalam istilah hari ini.
Dari kesukaan Sophia, Fransisco memutuskan untuk membuat modifikasi game (mod game) untuknya. Mod, kata dia, memungkinkan pengalaman bermain game berubah menjadi lebih interaktif, dengan mengubah, menambahkan, atau memperbaiki elemen bermain.
Fransisco belajar cara membuat mod game, serta mulai mengerjakannya ketika anak terakhirnya yang berusia 3 tahun tidur siang. Di tengah waktu luangnya sebagai ayah yang mengurus rumah, Fransisco memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang disukai sang anak.
“Saya senang bikin sesuatu yang disukai Sophia. Saya pikir, kalau dia suka, orang lain mungkin juga,” katanya.
Pengalaman Fransisco di bidang pemasaran juga berguna. Ia membagikan mod gratis di permainan yang mereka sukai, kemudian menunggu interaksi orang-orang yang juga menyukai untuk mengembangkannya.
Setelah mendapatkan respons yang cukup tinggi, Fransisco mengarahkan mod gratis itu menjadi berbayar. “Kalau orang menyukai dan banyak berinteraksi, saya kembangkan. Akhirnya mengarah pada mod premium yang berbayar,” kata dia.
Untung 10x lipat dari side hustle
Hanya dalam beberapa bulan sejak menekuni side hustle dalam mod game, Fransisco mengaku bisa mendapatkan lebih banyak keuntungan dari bekerja kantoran selama setahun penuh.
“Saya bisa dapat penghasilan tambahan bulanan Rp255 juta sampai Rp280 juta. Saat merilis modifikasi baru, saya dapat penghasilan tambahan sekitar Rp170 juta di bulan pertama,” jelas dia.
Dihitung-hitung, Fransisco bisa mendapatkan total penghasilan hingga Rp425 juta dalam satu bulan. Nominal tersebut 10 kali lipat dari penghasilannya per bulan selama bekerja konvensional.
Selain itu, Fransisco mendapatkan keuntungan lain berupa waktu dengan keluarga. Dengan side hustle, ia memungkinkan untuk bekerja dari rumah dan tidak harus ke kantor. Fransisco juga dapat mengatur waktu kerjanya sendiri.
Ia bisa meluangkan waktu setiap hari, termasuk akhir pekan untuk keluarganya.
“Umumnya, saya menghabiskan dua sampai tiga jam untuk membuat mod setiap malam, biasanya setelah anak-anak tidur. Saya nggak bekerja weekend karena waktu keluarga,” kata dia.
Sementara pada siang hari, Fransisco mencicil pekerjaannya dengan membuat perencanaan. Untuk saat ini, kata dia, tantangan terbesarnya hanyalah pikiran yang terus aktif dalam menyiasati side hustle yang dilakukannya.
Penulis: Shofiatunnisa Azizah
Editor: Ahmad Effendi
BACA JUGA: Tak Cukup Satu Gaji, Gen Z Rela “Side Hustle” dan Kehilangan Kehidupan demi Rasa Aman dan Puas Punya Pekerjaan Sesuai Keinginan dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan












