Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Malu KKN bareng Mahasiswa Bandung: 30 Hari Nggak Ngapa-ngapain dan Ogah Bantu Warga, Isinya Malas-malasan di Posko

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
12 Juli 2024
A A
Pengalaman Buruk Punya teman KKN mahasiswa Bandung mageran MOJOK.CO

Ilustrasi - Pengalaman buruk punya teman KKN mahasiswa Bandung mageran. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Mahasiswa Bandung yang tak berguna

Dalam durasi KKN yang panjang itu, ada cukup banyak hal di luar nalar dari teman-teman kelompok Zias. Tapi menurut Zias, puncak ketidakmasukakalan mereka adalah saat momen 17 Agustus di desa tempat mereka mengabdi.

Zias awalnya berinisiatif menyenggol ketua kelompoknya, apakah sudah berkoordinasi dengan pak RW perihal kegiatan 17 Agustusan. Jawaban si ketua kelompok membuat Zias benar-benar tak habis pikir.

Iklan

“Nggak tahu, Pak RW nggak ngasih tahu,” begitu jawaban si ketua kelompok seperti yang masih Zias ingat.

Di hari H 17 Agustus, Zias berinisiatif rapi sejak pagi demi mengikuti upacara di desa. Ia mengajak tiga teman kamarnya saja. Karena teman-temannya yang lain tak ada yang mau berangkat dengan alasan tidak diajak oleh Pak RW.

Pengalaman Buruk Punya KKN mahasiswa Bandung mageran MOJOK.CO
Ilustrasi mahasiswa KKN merancang kegiatan. (Unsplash)

Bahkan di momen lomba di desa, para mahasiswa Bandung itu tidak ada yang terlibat. Jadi panitia tidak, jadi peserta pun ogah-ogahan. Hanya Zias dan tiga teman sekamarnya yang mau ikut meramaikan.

“Waktu itu aku sakit perut (infeksi ginjal). Tapi aku ikutan perlombaan biar setidaknya kalau nggak bantu jadi panitia ya jadi peserta biar kelihatan ada yang KKN,” tutur Zias.

Zias sempat seminggu absen dari posko KKN untuk menjalani pemulihan infeksi ginjal yang ia alami.

“Begitu balik lagi ke posko, mereka masih ber mager-mager, pada Netflix-an, pada main Uno, masak suki-sukian nggak sambil bahas program atau apa gitu. Cuma cuma main aja,” kenang mahasiswa seperti 10 itu kesal.

Perpisahan yang memalukan

Entah teman-temannya yang lain, tapi yang jelas Zias kepalang malu selama tinggal di sebuah desa di Cisarua tersebut.

Di sana mereka numpang di rumah seorang warga (rumah warga jadi posko). Sementara alih-alih memberi kontribusi, Zias dan kelompoknya justru hanya sekadar nyampah.

Zias ingat betul, di momen lomba 17 Agustus, ia pribadi sebenarnya sempat menawarkan diri pada panitia desa untuk membantu. Tapi panitia desa menolak halus. Meski Zias tahu kalau penolakan itu sebenarnya adalah tamparan buat kelompoknya kalau keberadaan mereka sebenarnya tak berdampak apapun. Wong sekadar membuatkan acara 17 Agustusan saja nggak jalan kok.

“Nggak enak plus malu karena dulu pas pengabdian (dengan organisasi) kami pamit tuh warga pada nangis. Eh pas KKN warga bodo amat banget sama kepergian kami (seolah silakan lekas pergi). Karena kehadiran kami juga nggak berguna,” pungkas Zias.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Ngotot Skripsi 300 Halaman karena Sok Pintar, Malah Terancam DO dari Kampus Surabaya dan Berujung Susah Cari Kerja

Iklan

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2024 oleh

Tags: Bandungkampus bandungKKNkkn di bandungKuliah Kerja Nyatamahasiswa bandungposko kkn
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Gedebage, Bandung.MOJOK.CO
Urban

Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib

24 Mei 2026
Mahasiswa muak dengan KKN di desa. Mending magang saja MOJOK.CO
Sekolahan

Mahasiswa Sudah Muak dengan KKN: Tak Dapat Faedah di Desa, Buang-buang Waktu dan Tak Dibutuhkan Warga

9 April 2026
Mahasiswa KKN di desa
Catatan

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
Kuliner Sunda yang tidak ada di Jogja, seblak buat perantau ingin mudik Lebaran
Kuliner

Alasan Orang Sunda Ingin Mudik Bukan Hanya Keluarga, tapi Tak Tahan Siksaan Makanan Jogja yang Rasanya “Hambar”

10 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.