Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

‘WiFi Diputus, Listrik Dimatikan, Pegawai Dirumahkan’ – Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran Prabowo bagi ASN di Jogja

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
7 Februari 2025
A A
'WiFi Diputus, Listrik Dimatikan, Pegawai Dirumahkan' - Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran Prabowo bagi ASN di Jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi - 'WiFi Diputus, Listrik Dimatikan, Pegawai Dirumahkan' - Imbas Kebijakan Efisiensi Anggaran Prabowo bagi ASN di Jogja (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sejak Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 yang mengatur soal efisiensi anggaran, sejumlah kementerian dan lembaga di bawahnya telah melakukan penyesuaian. Mereka mulai menghemat anggaran yang berimbas pada kekacauan di banyak sektor.

Salah satu ASN di sebuah kantor dinas di Jogja yang meminta namanya disamarkan menjadi Dani, menceritakan imbas dari kebijakan tersebut. Ia mengaku bahwa sejumlah layanan di kantornya, seperti langganan WiFi dan Zoom, tak diperpanjang lagi.

Dampaknya, sejak Senin (3/2/2035), para pegawai pun kelabakan karena harus mengubah 180 derajat pola kerja mereka.

“Senin kemarin hectic banget. Sekaliber rapat dengan pusat pun kami kudu bikin room baru tiap setengah jam karena Zoom nggak premium lagi,” ujar Dani, saat menceritakan kejadian tersebut kepada Mojok, Jumat (7/2/2025) siang.

Dani bercerita sambil geleng-geleng seolah tak percaya. Sebab, setelah bertahun-tahun bekerja di dinas tersebut, kejadian “ganjil dan lucu” seperti ini baru pertama ia alami.

“Lucunya lagi kami rapat Zoom di kantor pakai data pribadi masing-masing, karena WiFi mati, nggak diperpanjang buat penghematan anggaran,” imbuhnya.

Beberapa pegawai mulai dipecat

Dani bercerita, kabar soal kantor dinasnya yang akan mulai berhemat sebenarnya sudah diumumkan sejak hari Sabtu. Melalui grup Whatsapp, atasannya mengabarkan bahwa kantornya bakal melakukan efisiensi anggaran sampai 50 persen. 

Katanya, mengulang instruksi atasan di grup Whatsapp, anggaran bakal diprioritaskan untuk operasional UPT. Namun, ia tak menyangka dampaknya bakal sejauh ini.

“Kami udah dilarang pakai lift. AC dan listrik beberapa ruangan juga dimatikan, padahal ada orang kerja di sana,” ungkap Dani.

Di Twitter, Mojok juga menjumpai banyak curhatan-curhatan ASN kementerian yang mengeluhkan soal dampak dari efisiensi anggaran ini.

Beberapa yang Mojok hubungi mengaku, misalnya, imbauan bekerja di kantor cuma dua jam, sisanya WFA (work from anywhere); wajib membawa air minum sendiri karena kantor tak menyediakan galon lagi, sampai pengurangan pegawai (baca: pemecatan) pekerja honorer dan kontrak, termasuk satpam.

Dani sendiri mengaku di kantornya belum ada kabar lebih lanjut soal teknis penghematan bakal seperti apa lagi. Namun, dalam sepekan ke depan, kantornya menyebut bakal terus melakukan penyesuaian.

“Kalau WFA sampai ada pegawai yang dipecat belum ada, sih. Cuma arahnya mungkin memang bakal ke situ.”

Mojok juga mendapatkan cerita dari salah satu pekerja media plat merah di Jogja. Kantornya baru saja merumahkan banyak pegawai, terutama kontrak dan honorer, imbas dari kebijakan efisiensi anggaran.

Iklan

Salah satu jurnalis media tersebut juga mengaku bahwa kemungkinan bakal ada beberapa program yang batal tayang karena kantornya melakukan penghematan.

Proyek jalan di Sleman dibatalkan imbas efisiensi anggaran

Tak cuma dirasakan pegawai pemerintahan, kebijakan efisiensi anggaran ini juga berdampak pada proyek-proyek infrastruktur di Jogja yang terpaksa harus dipangkas.

Pemkab Sleman sendiri telah mengonfirmasi, enam proyek peningkatan jalan dan jembatan yang semula direncanakan pada tahun 2025, terpaksa dibatalkan. Penyebabnya, tak lain dan tak bukan karena alokasi anggaran di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) terkena pemangkasan imbas dari kebijakan efisiensi anggaran.

Plt Bidang Bina Marga DPUPKP Kabupaten Sleman, Suwarsono, mengungkapkan ada tiga proyek peningkatan jembatan yang batal dikerjakan akibat pemotongan anggaran. 

Ketiga proyek ini meliputi peningkatan Jembatan Tumut senilai Rp1,29 miliar, Jembatan Ganjuran Rp1,68 miliar, dan Jembatan Nyamplung Rp1,63 miliar. 

Sementara tiga proyek peningkatan jalan di Kabupaten Sleman yang juga ikut dibatalkan akibat pemangkasan anggaran antara lain Mancasan Lor – Mancasan Kidul (Rp 2,98 miliar), jalan Karangkalasan – Salakan (Rp 4,5 miliar), dan peningkatan jalan Marangan – Nglengkong (Rp 5,9 miliar).

Kebijakan Prabowo perlu dievaluasi

Menurut Guru Besar Departemen Manajemen dan Kebijakan Publik UGM, Agus Pramusinto, konsep efisiensi anggaran itu sebenarnya baik. Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah yang aspek yang diefisiensi sudah tepat sasaran atau belum.

“Apakah semua perjalanan dinas itu selalu dianggap buruk, itu kan harus dievaluasi. Misalnya perjalanan dinas DPR ke luar negeri, itu kan besar sekali, kira-kira dievaluasi secara serius nggak?” kata Agus, Jumat (7/2/2025) pagi.

Agus pun mempertanyakan, apakah proses mengeluarkan inpres sendiri sudah  dilakukan melalui diskusi bersama atau belum. Sebab, jika kebijakan ini dilaksanakan secara sembrono, dampaknya bisa sangat serius untuk banyak sektor.

“Saya pikir ini harus selektif dan proses pengambilan keputusan harus duduk bersama secara serius,” imbuhnya.

Agus juga menilai, kebijakan efisiensi anggaran ini diambil terlalu mendadak. Sehingga, beberapa kementerian/lembaga pun kaget, termasuk salah satunya Kementerian Pendidikan. Agus pun meminta agar kebijakan ini dievaluasi.

“Kalau ini dipangkas begitu saja ya dampaknya luar biasa,” ujarnya.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Menteri ESDM Bahlil Bikin Kebijakan Ngawur yang Mematikan Pedagang Kecil atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 7 Februari 2025 oleh

Tags: ASNasn jogjaefisiensi anggaranJogjapenghematan anggaranPrabowo Subianto
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO
Urban

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO
Sekolahan

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
Nasihat rezeki dan keuangan dari ibu-ibu penjual angkringan di Jogja yang bisa haji 2 kali MOJOK.CO
Sosok

Wejangan Rezeki dan Uang dari Ibu Penjual Angkringan, Membalik Logika Ekonomi Anak Muda yang Anxiety in this Economy

11 Mei 2026
Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Hadirkan Rasa Takut MOJOK.CO
Otomojok

Yamaha Jupiter Z, Motor Sakral yang Menghadirkan Rasa Takut tapi Ternyata Menjadi Simbol Perjuangan yang Tak Pernah Diceritakan

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Kos Induk Semang: Tempat Terbaik buat Mahasiswa Irit dan Kenyang, tapi Menyimpan Sisi Lain yang Bikin Penghuninya Tak Nyaman

13 Mei 2026
omong kosong srawung di desa.MOJOK.CO

Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati

18 Mei 2026
Kopi starling dan kopi keliling: cuma Rp5 ribu tapi beri suntikan kekuatan pekerja kantoran di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel) untuk survive kerja tanpa Work Life Balance MOJOK.CO

Kopi Starling Cuma 5 Ribu tapi Beri Kekuatan Pekerja Jaksel Survive Tanpa Work Life Balance, Ketimbang 50 Ribu di Coffee Shop Elite

14 Mei 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.