Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kampus

Tuntaskan S3 UGM dengan IPK Sempurna, Meski Sempat Ditolak Beasiswa karena Usia

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
1 Februari 2025
A A
Tuntaskan S3 UGM dengan IPK Sempurna, Meski Sempat Ditolak Beasiswa karena Usia. MOJOK.CO

ilustrasi - wisudawan S3 UGM yang pernah ditolak beasiswa karena usia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yudi Sapta Pranoto (45) sempat gagal mendapatkan beasiswa untuk membantunya kuliah S3 di Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM), karena syarat usia. Namun, hambatan itu tak menghalanginya untuk belajar. Ia berhasil membuktikan diri, hingga mendapatkan gelar doktor di Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan dengan nilai sempurna.

Mahasiswa S3 UGM tak lolos beasiswa karena usia

Yudi merupakan dosen di Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan di Universitas Bangka Belitung. Untuk mengembangkan kemampuannya, Yudi melanjutkan kuliah S3 di SPs Universitas Gadjah Mada (UGM).

Maka, ia pun mendaftar kuliah S3 Program Studi Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan di UGM tahun 2021. Bersamaan dengan itu, ia sempat melamar Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Namun, ia dinyatakan tidak lolos karena syarat usia pelamar tak boleh lebih dari 40 tahun, sementara saat itu usianya sudah 41 tahun.

Kegagalan itu tak membuat semangatnnya surut. Ia justru menjadi pelopor untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa berkuliah. Isu ini bahkan menjadi perhatian nasional.

Tidak ditanggapi oleh Kemendikbudristek

Tentu saja ada rasa kecewa saat Yudi dinyatakan tidak lolos, karena usianya melebihi syarat penerima beasiswa. Namun, ia merasa syarat itu terlalu membatasi mahasiswa. Oleh karena itu, ia mengumpulkan para mahasiswa di program doktoral dengan nasib serupa.

Yudi mengumpulkan mereka di grup Whatsapp “Ikatan Studi Doktoral UGM”. Di sana ia membahas cara untuk memperjuangkan nasib mereka, terutama yang tidak mendapatkan beasiswa.

Tuntaskan S3 UGM dengan IPK Sempurna, Meski Sempat Ditolak Beasiswa karena Usia. MOJOK.CO
ilustrasi – Yudi Sapta Pranoto lulus S3 Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM). Dok. UGM

Beberapa usaha pun mereka upayakan, termasuk membuat surat permohonanan dukungan ke Rektor UGM. Rencananya, surat permohonan yang sudah disetujui rektor dapat diteruskan ke Kemendikbudristek.

“Sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan tanggapan,” ujar alumnus S3 UGM tersebut dikutip dari laman resmi UGM, Sabtu, (1/2/2025).

Mencari jalan keluar lewat DPR

Yudi tak menyerah meski tak mendapatkan tanggapan dari Kemendikbudristek. Sebab, ia merasa hal ini bukan hanya persoalan pribadi, bahkan mahasiswa studi doktoral dari kampus lain turut mengalami persoalan yang sama. 

Akhirnya, masalah syarat usia dalam penerimaan beasiswa menjadi hal yang diperjuangkan secara nasional, khususnya oleh para mahasiswa doktoral. Berangkat dari persamaan nasib kolektif tersebut, mereka pun mengajukan audiensi bersama Komisi X Bidang Pendidikan. Pada saat itu yang mefasilitasi adalah Fraksi PKS di DPR RI.

“Singkat cerita, hasil pertemuan tersebut membuahkan hasil bahwa syarat BPI, terutama syarat usia maksimal bertambah menjadi 48 tahun,” ujar Yudi.

Perubahan itu, kata BPI, berlaku sejak tahun 2022. Tepatnya, beasiswa untuk perkuliahan di semester genap 2021/2022, sehingga mahasiswa yang sudah menjalankan perkuliahan di semester ganjil 2021 tidak dapat mendaftar BPI 2022. Itu berarti, Yudi tetap tidak bisa mendapatkan beasiswa tersebut.

Beasiswa dari Universitas Bangka Belitung untuk mahasiswa S3 UGM

Yudi hanya bisa mengambil hikmah dari apa yang ia perjuangkan selama ini. Menurutnya, tak semua perjuangan dapat langsung dinikmati oleh dirinya sendiri. Justru yang terpenting, perjuangan itu bisa dinikmati oleh orang lain.

Iklan

Kesabarannya Yudi itu akhirnya membuahkan hasil, saat ia memperoleh beasiswa pendidikan institusi dari Universitas Bangka Belitung untuk tahun kedua sampai selesai.  

Pengalaman itu tak membuat semangat Yudi surut untuk terus bekerja keras dan membantu orang lain. Usahanya tercermin dalam disertasi miliknya yang berjudul “Faktor Penentu Peran Penyuluh Pertanian dalam Penerapan Good Agricultural Practices Lada Putih Muntok White Pepper di Provinsi Bangka Belitung”. 

Tuntaskan S3 UGM dengan IPK Sempurna, Meski Sempat Ditolak Beasiswa karena Usia. MOJOK.CO
Yudi memakai toga usai wisuda S3-nya. Dok.UGM

Disertasi itu menguraikan soal peran penyuluh dan praktik Good Agricultural Practices (GAP) oleh para petani. Menurutnya, Provinsi Bangka Belitung memiliki komoditi rempah terbaik di dunia, yang dikenal dengan Lada Putih Muntok (Muntok white pepper). 

“Lada ini memiliki aroma yang khas dan peperin yg tinggi dibandingkan lada lainnya di dunia, dan sudah diusahakan sejak abad ke 18,” jelasnya.

Sayangnya, produksi sekaligus ekspor komoditi lada putih montok sering mengalami pasang surut, bahkan trennya menurun. Salah satunya karena teknologi yang digunakan petani masih tradisional dan belum menerapkan standar budidaya lada yang baik dan benar alias GAP.

Lulus S3 UGM dengan IPK 4

Selama proses penulisan disertasinya, Yudi merasa dipermudah dan mendapatkan dukungan dari para promotor dan ko-promotor. Hingga akhirnya ia berhasil menyelesaikan pendidikan S3 di SPs UGM dengan masa studi 3 tahun, 1 bulan, dan 14 hari.

Yudi menjadi bagian dari 59 wisudawan lulusan Program Doktor yang dikukuhkan pada Kamis (23/1/2025) lalu di UGM. Untuk program Doktor, rerata masa studi adalah 4 tahun 8 bulan, dengan 6 wisudawan memiliki IPK 4,00, termasuk Yudi.

Ia pun berpesan kepada mahasiswa yang juga sedang menempuh pendidikan di UGM, agar terus semangat tidak berputus asa. 

“Di setiap kesulitan akan ada kemudahan, dan jangan lupa untuk terus berprasangka baik kepada Tuhan dan mendoakan siapapun,” pesannya.

Selain itu, ia berharap UGM dapat terus menjadi kampus rakyat pelopor dalam pendidikan yang berbasis keilmuan dan pengabdian, serta mempertahankan tradisi akademik yang unggul dan memperkuat jaringan global.

“Selama berkuliah di UGM, kita dilatih untuk berpikir kritis, berinovasi, dan berintegritas. Nilai-nilai tersebut menjadi modal untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara,” kata mahasiswa lulusan S3 UGM tersebut.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Cara Mereka Dapat IPK 4 di ITS hingga UGM, Awalnya Sulit Memahami Materi tapi Lulusnya Sempurna atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 6 Februari 2025 oleh

Tags: alumnus UGMbeasiswa kuliahbeasiswa pendidikan indonesiakuliah di UGMS3 UGM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Muhammad Rizky Perwira Zain, lulusan termuda S2 UGM kantongi gelar S2 Kesehatan Masyarakat dan S1 Kedokteran sebelum usia 25 tahun
Sekolahan

Cerita Lulusan Termuda S2 UGM, Berhasil Kantongi Gelar Sarjana Kedokteran dan Kesmas sebelum Usia 25 Tahun

1 Mei 2026
ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker MOJOK.CO
Sekolahan

ASN Lulus S2 UGM dengan IPK 4, Bahagia Wisuda tapi Miris Tanpa Kehadiran Ibu yang Berpulang karena Kanker

24 April 2026
Ezra, alumnus UGM umur 25 tahun, yang lanjut kuliah S2 dan ikut ekspedisi ke Antartika, nggak peduli quarter-life crisis
Sekolahan

Umur 25 Tahun Nggak “Level” dengan Quarter-Life Crisis, Alumnus UGM Kuliah S2 di Australia dan Ekspedisi Ilmiah di Antartika

17 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO
Sekolahan

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Menjadi Guru Honorer di Jakarta Tetap Sama Susahnya dengan di Daerah: Gajinya Cuma Seperempat UMR, Biaya Hidupnya 2 Kali Pendapatan

29 April 2026
Tahlilan ibu-ibu di desa: acaranya positif tapi ternodai kebiasaan gibah dan maido MOJOK.CO

Tahlilan Ibu-ibu di Desa: Kegiatan Positif tapi Sialnya Jadi Kesempatan buat Flexing Perhiasan, Mengorek Aib, hingga Saling Paido

28 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma MOJOK.CO

Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma

28 April 2026
Semifinal Kompetisi Basket Campus League musim perdana Regional Surabaya hujan skor. Universitas Surabaya (Ubaya) jadi raja Jawa Timur MOJOK.CO

Basket Campus League 2026: Jadi Pembuktian Kesolidan Tim Timur dan Label Ubaya sebagai “Raja Basket Jawa Timur”

29 April 2026
Beri tip ke driver ojol. MOJOK.CO

Kasih Tip Rp5 Ribu ke Driver Ojol Tak Bikin Rugi tapi Bikin Hidup Lebih Bermakna di Tengah Situasi Hidup yang Kacau

28 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.