Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Anak Muda Isi BBM Tergantung Antrean SPBU: Pertalite-Pertamax Dianggap Sama, padahal Terbiasa Buru-buru dan “Buta” Kualitas

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
4 Maret 2026
A A
Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax

Ilustrasi - Perbandingan BBM di SPBU, Pertalite dan Pertamax (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selain itu, saat mengetahui antrean yang sama panjangnya di SPBU, Fajar lebih mudah menemukan Pertamax sebagai bahan bakar yang dijual eceran di pinggir jalan. Alhasil, Pertamax kembali menjadi pilihannya.

“Lebih gampang dapat [Pertamax] daripada Pertalite yang harus ke SPBU gede,” akunya.

***

Soal kualitas Pertamax yang memengaruhi Honda BeAT miliknya, Fajar malah tidak terlalu memahami. Ia memang mengakui, bagaimanapun pengalaman berkendaranya terasa lebih baik dengan bahan bakar Pertamax.

Akan tetapi, bagian “lebih baik” itu secara spesifik juga tidak bisa Fajar mengerti.

Ia hanya merujuk pada penjelasan ayahnya yang mengatakan bahwa mengisi BBM dengan Pertamax membuat mesin kendaraan lebih halus. Bagian yang halus itu sendiri, Fajar hanya tahu kalau Honda BeAT miliknya yang sudah ringan terasa semakin enteng.

“Jadi suara mesinnya lebih halus, terus sebilang bapakku sih mesinnya jadi lebih enak. Tapi, saya nggak bisa merasakan, paling dari motor kerasa lebih enteng aja, enggak tahu faktor lain,” jelasnya.

Ketidakpahaman Fajar yang berujung pada keputusan memilih BBM sesuai antrean di SPBU ini juga didukung oleh kondisinya yang selalu terburu-buru saat mengisi BBM.

Seringnya, terjadi peak hours saat pengisian BBM ketika orang-orang berangkat (07.00-08.00 pagi) dan pulang sekolah atau bekerja. Saat itu juga, Fajar melakukan pengisian bahan bakar motornya.

“Kalau aku sih karena biasanya isi pagi-pagi jadi pengin cepat kan,” katanya.

Padahal, saat pagi itu, bukan hanya semua orang ingin mengisi bensin di SPBU. Semua orang sedang keluar dari rumah dan buru-buru menuju suatu tempat. Semua orang juga ingin memastikan kendaraannya sampai tujuan tanpa kehabisan bahan bakar. 

Jadi, jelas, pilihan waktu Fajar kurang bijak.

“Pun, kalau sore jam balik kantor tuh kadang juga antreannya sampai panjang banget,” tambahnya, sama tidak sesuai dengan aturan menghindari jam padat pembeli BBM di SPBU.

Daripada menghadapi antrean pembeli yang sama-sama ingin mendapatkan BBM sesegera mungkin, pembeli yang satu ini memilih menghindarinya terlebih dahulu. 

Iklan

Bukan karena memang berlebih dalam membayar harga BBM, tetapi karena melihat bahwa waktunya akan habis lebih lama apabila harus menunggu demi Pertalite yang lebih murah. Intinya, ia tidak sabar dan tidak mau menunggu.

“Terus, antreannya Pertamax kadang kosong atau paling setengahnya dari Pertalite. Jadi, lebih cepat aja,” tutupnya.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sebagai Pekerja Jakarta yang Terbiasa Kerja Sat Set, Saya Nggak Nyaman dengan Etos Orang Jogja yang Terlalu Santai atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 5 Maret 2026 oleh

Tags: antre di spbuantre SPBUbbmBBM naikHarga BBMHarga BBM naikpertalitepertamaxpertamax vs pertalite
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Pertamax Turbo Naik, Curiga Pertamax dan Pertalite Langka Stres
Pojokan

Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

19 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH
Sehari-hari

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Pertamina MOJOK.CO
Ekonomi

Sambut Libur Nataru di DIY, Pertamina Siagakan Motorist

20 Desember 2025
Nasib motor Yamaha Aerox 2023 usai diisi BBM jenis Pertalite, jadi brebet di Jawa Timur. MOJOK.CO
Liputan

Nasib Sial Motor Yamaha Aerox 2023 yang Tersiksa karena Pertalite, Brebet hingga Tak Cukup ke Bengkel Sekali

29 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing Mojok.co

Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

24 April 2026
Gen Z pilih soft living daripada slow living

Soft Living, Gaya Hidup Gen Z yang Memilih Menyerah tapi Tenang ketimbang Mengejar Mimpi “Besar” Tak Pasti

22 April 2026
Tukang pijat.MOJOK.CO

Lulusan Akuntansi Banting Setir Jadi Tukang Pijat: Dihina “Nggak Keren”, tapi Dapat Rp200 Ribu per Hari, Setara 2 Kali UMR Jogja

24 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.