Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Februari 2026
A A
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Ilustrasi Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bertahun-tahun menjadi user motor matic, “pejuang jalanan” asal Gunungkidul akhirnya memilih tobat dan beralih ke Honda Revo. Meski secara tampilan nggak good looking, nyatanya motor ini berhasil menyelamatkan dompet dan nyawa pengendaranya.

***

Bagi sebagian orang, perjalanan berangkat dan pulang kerja mungkin hanya sekadar rutinitas biasa. Namun, bagi Bayu (32), seorang karyawan swasta yang tinggal di Sambipitu, Gunungkidul, perjalanannya adalah ujian harian.

Setiap pagi, bapak beranak satu ini harus memacu motornya menuju tempat kerjanya di pusat Kota Jogja. Jarak dari rumah ke kantornya sekitar 35 kilometer. Artinya, dalam sehari ia harus menempuh jarak 70 kilometer pulang-pergi. 

Sementara waktu tempuhnya bisa 45 menit kalau jalanan sedang sepi. Namun,  seringkali molor hingga lebih dari satu jam kalau sudah terjebak macet parah di kawasan Piyungan atau Jalan Wonosari.

Selama bertahun-tahun, Bayu mengandalkan motor matic keluaran 2018 untuk menemani rutinitasnya. Alasannya sederhana: matic itu praktis, tinggal putar gas dan tarik rem. Tidak perlu repot oper gigi saat jalanan macet.

Namun, realitas hidup berkeluarga dan kerasnya rute Gunungkidul-Jogja perlahan mengubah pandangannya. Kepraktisan motor matic ternyata harus dibayar mahal dengan biaya perawatan dan uang bensin yang terus membengkak.

Beralih ke Honda Revo yang nggak good looking, dan sempat dipertanyakan istri

Hingga akhirnya, tahun lalu, Bayu mengambil keputusan yang cukup berani. Ia menjual motor matic kesayangannya dan menggantinya dengan Honda Revo.

Keputusan ini awalnya sempat bikin istrinya geleng-geleng. Wajar saja, di mata banyak orang, Honda Revo punya stigma atau cap yang agak “unik”. Kalau bicara soal “tampang”, motor ini jelas sering dibilang kurang good looking atau ketinggalan zaman dibandingkan motor-motor matic kekinian yang desainnya keren dan modern.

“Istri kan lihatnya modelnya. Udah telanjur suka sama motor yang lama, jadinya agak gimana-gimana waktu jualnya,” ungkapnya, Senin (23/2/2026).

Bahkan, julukan untuk Revo di jalanan cukup banyak yang bernada miring. Ada yang menyebutnya “motor bapak-bapak”, “motor koperasi”, sampai “motor debt collector” karena saking seringnya dipakai oleh petugas penagih cicilan keliling atau bank plecit. Urusan gengsi di tongkrongan, pakai motor ini jelas kalah jauh.

Namun, di balik ledekan dan cap sebagai motor bank plecit itu, Bayu sebenarnya sudah mengantongi banyak testimoni dari teman-temannya sesama pejuang jalanan. Di balik bodinya yang kurang good looking itu, mereka semua sepakat kalau Revo itu “motor badak”. 

Mesinnya terkenal sangat bandel, jarang rewel, dan bensinnya super irit seolah-olah “cuma dicium” saja sudah bisa jalan jauh. Informasi dari mulut ke mulut inilah yang membulatkan tekad Bayu. 

Pakai Honda Revo nyatanya lebih nyaman di dompet

Keputusan “tobat” dari matic yang ia lakukan 2025 lalu ini nyatanya masuk akal, terutama kalau untuk urusan menekan pengeluaran harian. Pasalnya, jarak tempuh 70 kilometer sehari benar-benar menyedot isi bensin motor matic lamanya.

Iklan

“Waktu masih pakai matic, saya tiap kali berangkat kerja atau mau pulang sudah pasti mampir pom bensin. Sehari pasti habis sekitar 20 atau 25 ribu lah kalikan dua karena PP, cuma buat bensin lho,” cerita Bayu. 

Motor matic memang cenderung lebih boros, apalagi kalau sering dipakai di jalanan menanjak dan macet, karena tenaga mesinnya banyak yang terbuang di sistem penggeraknya (CVT).

Begitu pindah ke Honda Revo, perbedaannya langsung terasa. Motor bebek dengan gigi manual ini menyalurkan tenaga langsung ke roda melalui rantai, sehingga jauh lebih hemat.

“Sekarang, isi bensin 25 ribu itu bisa buat dipakai seharian penuh, kadang malah masih sisa buat besok paginya. Selisih uang bensinnya lumayan banget, bisa buat jajan anak atau disisihkan,” tambahnya.

Tak ada lagi bunyi “gredek” dan servis bulanan yang mahal 

Pengguna matic pasti tahu betul rasa tidak nyamannya saat tarikan awal motor terasa bergetar parah atau biasa disebut gredek. Penyakit ini sering banget muncul kalau motor matic dipakai jarak jauh atau sering melewati jalan menanjak.

Bayu mengaku sangat lelah dengan urusan bengkel ini. 

“Dulu pakai matic, tiap bulan jadwalnya pasti bersihin CVT biar nggak gredek. Belum lagi kalau mekaniknya bilang harus ganti v-belt, roller, atau kampas ganda. Sekali servis bisa habis ratusan ribu. Bikin pusing kepala,” keluhnya.

Di Honda Revo, sistemnya jauh lebih sederhana. Tidak ada yang namanya…

Baca halaman selanjutnya…

Nyawa lebih aman mengjadapi turunan tajam di Bukit Bintang.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 4 Juli 2026 oleh

Tags: biaya servis Honda Revohonda revomotor bebek paling iritMotor HondaMotor Maticpilihan redaksireview Honda RevorevoRevo vs motor matic
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Cerita alumnus Unika, side hustle untuk temukan kebermaknaan. MOJOK.CO

Kisah Alumnus Unika Pilih Side Hustle dengan Mengubah Sampah Plastik Jadi Kerajinan agar Waras dari Kerjaan Freelance

15 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.