Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Perempatan Ringroad Condongcatur, Titik Lampu Merah Terlama di Jogja Dihindari karena Macetnya Bisa Picu Pasangan Bertengkar

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
9 Februari 2024
A A
perempatan ringroad condongcatur sleman menyiksa warga jogja.MOJOK.CO

Ilustrasi lampu merah lama (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Perempatan ringroad Condongcatur, Sleman jadi titik penuh kepadatan di jam-jam strategis. Empat sisinya penuh antrean kendaraan dari segala penjuru Jogja.

Perempatan ringroad utara Condongcatur jadi salah satu titik persimpangan paling padat di Jogja. Arah selatan jadi salah satu yang terparah karena banyak kendaraan dari arah Kota Jogja yang hendak ke Sleman. Saat sore apalagi di akhir pekan, kendaraan mengular bisa lebih dari seratus meter.

Di sisi utara dari arah Condongcatur volume kendaraan lebih sedikit tapi badan jalannya sempit sehingga sering terjadi kemacetan. Sementara itu, dari sisi timur juga ada kepadatan yang tak kalah parah. Belum lagi, keberadaan kendaraan yang keluar dari Pakuwon Mal yang memadati jalur lambat. Ruas paling lengang ada dari arah barat.

Keluh kesah mendera pekerja Jogja yang kerap melintasi perempatan ringroad utara Condongcatur. Lia (23), seorang pekerja yang tinggal di daerah Nologaten, Sleman harus melintasi perempatan ringroad utara Condongcatur saat hendak menuju kantornya di Jalan Palagan.

Saat berangkat sekitar pukul setengah delapan pagi, kepadatan sudah mewarnai titik dari arah timur. Lia kesal lantaran banyak mobil yang kerap mengambil jalur lambat. Padahal, tidak hendak berbelok ke kiri.

“Perempatan ringroad Condongcatur dari arah Pakuwon Mal itu padat banget. Mobil pada ambil jalur lambat, belum lagi kendaraan dari Pakuwon juga titik keluar utamanya di situ,” keluhnya.

Saat hujan, jalur lambat perempatan ringroad Condongcatur dari arah Pakuwon Mal juga sering tergenang air. Di tepi jalan, kerap menumpuk sampah yang cukup mengganggu pengendara yang melintas saat hujan.

Selain itu, ketika hendak ke Condongcatur dari arah Jalan Affandi Gejayan, Lia kerap memilih untuk menghindari perempatan ringroad Condongcatur. “Sampai pernah berantem sama pacarku gara-gara dia ambil jalan itu pas kita keburu mau ada acara di Condongcatur,” kelakarnya saat Mojok hubungi Kamis (8/2/2024).

Proyek hingga parkir di tepi jalan yang agak mengganggu

Lia mengaku kadang memilih jalan lain yang lebih jauh ketimbang harus lewat perempatan ringroad Condongcatur. “Hemat energi daripada emosi,” katanya.

Sejak akhir 2023 hingga Februari 2024 ini, di sisi utara Jalan Affandi Gejayan sebelum perempatan ringroad Condongcatur juga banyak galian proyek yang tak kunjung usai. Keberadaannya Cukup mengganggu pengendara.

perempatan ringroad condongcatur.MOJOK.CO
Suasana kemacetan perempatan ringroad Condongcatur (Hammam Izzuddin/Mojok.co)

Di sisi lain, kawasan itu memang titik ramai pusat belanja, kuliner, hingga perkantoran yang membuatnya bertambah padat. Selain itu, ada pula pom bensin yang areanya kerap dilintasi pengendara yang hendak mengambil jalan pintas melaju saat macet.

Pekerja di Jogja lainnya, Zain (25), juga mengaku terkadang resah lantaran parkir beberapa pertokoan di sana terlalu mepet dengan badan jalan. “Banyak parkir yang terlalu mepet jalan jadi ketika keluar masuk kendaraan, pengendara yang lain terganggu. Agak nambah macet. Apalagi sekarang ada beberapa lubang proyek,” keluhnya.

Baca halaman selanjutnya…

Pernah jadi lampu merah terlama Dishub DIY

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 10 Februari 2024 oleh

Tags: congdongcaturJogjalampu merahperempatan ringroad congdongcaturringroad jogjasleman
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

kerja, lulusan SMA di keluarga penuh sarjana.MOJOK.CO
Sehari-hari

Cerita Lulusan SMA yang Berhasil Mapan Tanpa Ijazah S1, tapi Diam-Diam Menyesalinya dan Merasa Iri pada Sarjana

21 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO
Kabar

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
Pilih jadi tukang cukur rambut rumahan dan barbershop saat teman sebaya kerja di luar negeri. Dicap pemalas tetangga, hidup berkecukupan malam dicurigai MOJOK.CO

Pilih Jadi Tukang Cukur Rumahan saat Teman Kerja di Luar Negeri: Dicap Pemalas Tetangga, Terlihat Berkecukupan Malah Dicurigai

22 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Andromeda dan bajaj. MOJOK.CO

Sempat Larang Anak Kuliah di ITB hingga Akhirnya Luluh, Rela Tempuh Jogja-Bandung dengan Bajaj sebagai Penyemangat

24 Juli 2026
Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro MOJOK.CO

Nasi Kuning Muna Cung dan Kisahnya yang Membuat Wisatawan Rela Berjalan Kaki dari Malioboro

22 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.