Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
18 Februari 2026
A A
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO

ilustrasi - diteror info loker di grup WA keluarga. (Ega fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Imron Rivaldi, seorang lulusan Sarjana Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyesal membuat grup WhatsApp untuk keluarga besarnya setelah dia wisuda. Menurutnya, pembahasan di dalamnya makin tak berfaedah. Salah satunya info loker yang “nyeleneh”.

Pertama kali bikin grup WhatsApp keluarga

Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tampak ramai dengan para wisudawan, dosen, dan keluarga besar Imron Rivaldi yang juga diwisuda hari itu. Bagi keluarganya, perayaan Imron sebagai lulusan UMY cukup spesial karena dia adalah anak pertama sekaligus cucu pertama yang berhasil sarjana.

Guna mengabadikan momen tersebut, keluarga Imron tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dengan mengambil banyak foto. Ada yang berpose jempol dengan senyum sumringah hingga bergaya seperti ular kobra.

Sementara Imron, yang menjadi bintang utama justru terduduk bingung. Di tengah kekacauan itu, dia malah mendapat tugas khusus dari bapaknya yakni membuat grup WhatsApp keluarga besar agar mudah membagikan foto-foto mereka. 

“Mron, kamu yang bikin grupnya ya. Terus masukin kita semua,” kata bapak Imron, Engkus Sanusi Al-Kuseni dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (18/2/2026).

“Beres, Father! Imron janji jadi admin yang adil, amanah, dan selalu mendengar aspirasi anggota,” jawab Imron.

“Benar ya, jangan pernah mengkhianati rakyat!”

“Laksanakan!”

Imron yang awalnya bingung, kemudian langsung bangga karena merasa dapat jabatan penting setelah lulus dari UMY, sebelum dicap sebagai sarjana nganggur. Grupnya pun dia beri nama “Big Family Abah Kusen dan Mak Icin”–nama kakek dan neneknya, karena nama itu lah yang membuat keluarga besar mereka akur sampai sekarang.

Info loker “nyeleneh” dari saudara untuk sarjana nganggur

Momen keriuhan selepas wisuda Imron perlahan memudar setelah dua minggu berlalu, tapi tidak dengan grup WhatsApp keluarga besarnya. Grup itu terpantau masih ramai dengan berbagai macam pembahasan yang ngalor ngidul.

Salah satunya info lowongan kerja (loker) yang dikirim oleh pamannya di grup WhatsApp keluarga. Yang tentu saja sebetulnya ditujukan hanya kepada Imron. Imron yang memang sedang pusing menjadi loker sebenarnya tak masalah. 

Selepas wisuda dia memang sulit tidur. Sibuk berselancar di TikTok untuk mengatasi kegundahannya mencari kerja. Alih-alih mendapat info loker, Imron justru tersindir karena algoritmanya yang berisi sarjana nganggur.

Masalahnya, info loker dari paman Imron yang dikirim di grup WhatsApp terdengar seperti penipuan. Loker untuk jabatan manager pemasaran di perusahaan air mineral dengan syarat yang terbilang mudah dan benefit yang tidak masuk akal.

Syaratnya, usia harus di bawah 30 tahun, pendidikan minimal lulusan SMA, dan tidak butuh pengalaman. Sementara benefit-nya gaji Rp10 juta, rumah dinas, tunjangan macam-macam, dan bonus akhir tahun. Di akhir pengumuman tertera batas lamaran berakhir pada Jumat (20/3/2026).

Iklan

Bukannya mempertanyakan keanehan itu, saudara-saudaranya justru beramai-ramai memotivasi Imron di grup WhatsApp keluarga. 

“Bagus tuh, Mron!”

“Gas aja, lumayan!”

“Mantap, semoga ini jalannya!”

Merasa dikhianti sebagai admin grup WhatsApp keluarga

Namun, Imron tak langsung mendaftar. Dia bertanya langsung ke pamannya untuk memastikan kredibilitas informasi itu. Pamannya bilang, info itu dia dapat dari temannya Agus. Dia pun memberikan kontak Agus ke Imron.

Setelah mengirim pesan ke Agus, Imron malah disuruh menghubungi temannya Agus dengan kontak yang tertera nama “Suhendar Pupuk Alami”. Imron pun kebingungan, apa hubungannya dengan pupuk alami dengan manajer pemasaran air mineral tapi Imron tetap mengirim pesan karena malu dicap sebagai sarjana nganggur.

“Assalamualaikum, Mang Suhendar. Saya Imron. Dapat nomer dari Mang Agus. Izin, mau tanya info lengkap loker manager pemasaran itu,” tulis Imron.

“Wah, saya juga nggak tahu detailnya. Saya juga dapat dari yang ini aja.” Jawab Suhendar, lalu memberikan lagi nomor orang lain bernama Joko. 

Imron yang mulai pesimis dan sadar dengan permainan ini nyatanya masih menyimpan harapan. Pada akhirnya, ia mengirim pesan ke Joko dan malah mendapatkan jawaban yang tak terduga. 

“Kamu adalah orang yang ke-174 yang nanya soal ini. Saya juga dapatnya dari ini,” jawab Joko yang kemudian menggulirkan kontak dengan nama lain Supriadi.

Sejak saat itu Imron berpikir bahwa info loker itu pasti mengada-ngada, sehingga dia memutuskan berhenti menanyakan info detailnya. Biarlah untuk sementara ini dia dicap sebagai sarjana nganggur.

Namun tetap saja, Imron merasa sakit hati. Harapan sebagai fresh graduate yang akan segera dapat kerja, langsung ambruk seketika. Sebagai admin “Big Family Abah Kusen dan Mak Icin”, Imron merasa dikhianati oleh anggotanya sendiri.

Biarlah dicap sarjana nganggur untuk sementara

Keesokan harinya, grup WhatsApp keluarga besar Imron masih ramai. Topiknya berisi berita hoax yang makin tak terarah. Dari obat bawang putih campur air yang katanya bisa menyembuhkan segala penyakit hingga video hasil AI berupa Cristiano Ronaldo angkat piala dunia. 

Sebagai lulusan sarjana UMY yang belum dapat kerja (sarjana nganggur), Imron tentu sadar bahaya hoax. Apalagi, dia sudah mengalaminya sendiri. Namun, dia tidak bisa melakukan apa-apa di grup WhatsApp keluarga meski jabatannya adalah admin.

Mau mematikan notifikasi grup WhatsApp keluarga besar juga serba salah. Takut hoax yang menyebar menimbulkan korban, sementara tidak ada yang mengingatkan. Tapi kalau diingatkan dengan baik-baik, Imron takut malah kena omel.

“Nanti dicap sebagai ‘anak muda sok tahu’, tanpa gaji, tanpa terima kasih, tanpa apa-apa,” ucapnya.

Pusing dengan masalah itu, Imron akhirnya pergi keluar rumah untuk bertemu temannya yang hanya berjarak dua blok dari sana. Moyo Tantular, teman Imron yang baru saja kena PHK massal saat Covid-10 dan kini berstatus nganggur, terlihat sedang duduk sambil bermain gawai dan ngopi di teras rumahnya. 

Melihat Imron datang, Moyo langsung menawarkan temannya itu duduk dan nongkrong bersama. Dia juga menyuguhkan kopi hitam panas yang langsung diterima Imron dengan senang hati.

“Sibuk ngapain aja seharian, Moy?” tanya Imron.

“Ini lagi ada info loker jadi manager pemasaran di perusahaan air mineral. Syaratnya mudah banget, minimal lulusan SMA, tapi gaji 10 juta sebulan, ada bonus-bonusnya juga. Siapa tahu rezekinya. Mau join gak?” ajak Moyo girang, sementara Imron merasa dejavu.

Cerita Imron tersebut sebagaimana dimuat dalam laman resmi Muhammadiyah.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Penyesalan Meninggalkan Surabaya buat Kerja di Jogja tapi Malah “Ketipu Brosur”, Tak Sesuai Ekspektasi dan artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 18 Februari 2026 oleh

Tags: alumnus UMYcari kerjagrup whatsappgrup WhatsApp keluargainfo lokersarjanasarjana nganggursulit cari kerjaUMY
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Open To Work.MOJOK.co
Sehari-hari

Pengangguran Mati-matian Cari Kerja, Selebritas Jadikan #OpenToWork Ajang Coba-coba

9 Februari 2026
Sarjana pegasuh anak, panti asuhan Muhammadiyah di Surabaya. MOJOK.CO
Urban

Lulusan Sarjana Nekat Jadi Pengasuh Anak karena Susah Dapat Kerja, Kini Malah Dapat Upah 450 Ribu per Jam

5 Februari 2026
14 juta pekerja terima gaji di bawah UMP/UMK, sebagian besar dari kalangan lulusan perguruan tinggi (sarjana) MOJOK.CO
Ragam

Nasib Sarjana Kini: Masuk 14 Juta Pekerja Bergaji di Bawah UMP, Jadi Korban Kesenjangan Dunia Kerja

9 Januari 2026
Bapak-ibu dihina saudara sendiri karena ingin kuliahkan anak di PTN, tapi beri pembuktian. Meski anak jadi mahasiswa di PTN ecek-ecek tapi jadi sarjana pekerja kantoran MOJOK.CO
Kampus

Ortu Miskin Dihina Saudara Kaya saat Ingin Kuliahkan Anak, Meski Kuliah di PTN Ecek-ecek Malah Punya Karier Terhormat ketimbang Anak Saudara

8 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gen Z mending beli bunga daripada rumah untuk self reward. MOJOK.CO

Gen Z Lebih Suka Beli Bunga untuk Self Reward daripada Stres Nggak Mampu Beli Rumah untuk Masa Depan

16 Februari 2026
papua.MOJOK.CO

Tolak Tawaran Kerja di Amerika Demi Mengajar di Pelosok Papua, Berambisi Memajukan Tanah Kelahiran

18 Februari 2026
Jumanah pedagang jamu parem kendil di pasar jangkang Yogyakarta. MOJOK.CO

“Ngopag” ala Lansia: Menikmati Jamu Parem Kendil yang Sudah Berdiri Sejak Tiga Generasi di Pasar Jangkang Yogyakarta

17 Februari 2026
Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium MOJOK.CO

Puasa Ramadan dalam Bayang-bayang Kapitalisme Religius: Katanya Melatih Kesederhanaan, Nyatanya Sarung Saja Dibungkus Narasi Hijrah Premium

16 Februari 2026
Nyaris dicurigai kumpul kebo di penginapan Jogja saat Valentine. MOJOK.CO

Sisi Gelap Penginapan “Murah” di Jogja, Ramai dan Untung Saat Valentine Berkat Anak Mudanya yang Hobi Kumpul Kebo

14 Februari 2026
Ngekos setelah menikah, ngekos di jogja, kesehatan mental.MOJOK.CO

Memilih Ngekos Setelah Menikah daripada Tinggal Bareng Ortu-Mertua, Finansial Memang Empot-empotan tapi Kesehatan Mental Aman

16 Februari 2026

Video Terbaru

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

Dandangan Kudus: Bukan Sekadar Ramai, Tapi Serius Kelola Sampah dan Lingkungan

16 Februari 2026
Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

Damardjati Supadjar: Ketika Filsafat Tak Hanya Tinggal di Kampus

14 Februari 2026
Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

Kiai Faizi: Cara Hidup Merasa Cukup di Dunia yang Terlalu Buru-buru

10 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.