Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

Nasib Perempuan di Tongkrongan dan Grup WA yang Isinya Laki-laki Mesum: Jelek Dihina, Cantik Dilecehkan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
15 April 2026
A A
Derita perempuan di grup WA mahasiswa FH UI. Isinya kekerasan seksual. MOJOK.CO

Ilustrasi - perempuan dihina di tongkrongan laki-laki sampai di grup WA. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Terlahir sebagai perempuan rasanya menyedihkan. Dihakimi karena bentuk tubuh, warna kulit, wajah, atau bahkan hormon yang mudah emosional. Bahasan ini kemudian dinormalisasi dan dianggap sebagai candaan biasa. Tak hanya di tongkrongan tapi di grup WhatsApp (WA). Seperti yang terjadi baru-baru ini, kekerasan seksual yang terjadi di grup mahasiswa FH UI.

Peringatan: Tulisan ini dapat memicu trauma bagi penyintas kekerasan seksual. Mojok meminta untuk tidak melanjutkan membaca apabila Kamu dalam kondisi rentan.

Candaan humor bernada seksis di grup WA

Bagi perempuan yang pernah menjadi objek candaan di sekitarnya, Desi (bukan nama sebenarnya) mengaku masih berjuang melawan insecurity-nya sampai sekarang. Ia seringkali diejek karena tidak sesuai dengan standar kecantikan sosial. 

“Aku pernah dihina fisik, badanku dikatain kayak gajah, sumo, bawang bombay. Nggak hanya aku, temanku yang cantik juga sering dibecandain soal seks dan kewanitaannya,” kata Desi saat dihubungi Mojok, Selasa (14/4/2026).

Tak hanya Desi, Amel (bukan nama sebenarnya) juga pernah mengalami kekerasan seksual di tempat kerja. Sebagai pekerja hotel perempuan satu-satunya di sana, tubuh Amel kerap menjadi objek candaan oleh rekan kerjanya yang kebanyakan berusia boomers.

“Mereka biasanya mengirim foto aneh-aneh di grup WA, seperti lingerie sampai celana dalam perempuan yang mereka temukan di kamar hotel. Terus di sana mereka terang-terangan mengomentari bentuk tubuhku,” kata Amel yang sempat terdiam sebentar, sebelum melanjutkan kalimatnya, “terus mereka menyuruh aku pakai dan kirim fotonya di grup WA, katanya bakal pas, sesuai dengan ‘ukuranku’.”

Tubuh yang kerap dijadikan objek bercanda di grup WA

Komentar bernada seksual di tongkrongan maupun di grup WA, sebenarnya bukan rahasia lagi. Hal ini bisa menjadi topik pembahasan baik di lingkaran pertemanan perempuan maupun laki-laki mesum. 

Tapi tidak bagi Hadi (23). Setiap kali melihat tongkrongan dan grup WA yang isinya merendahkan tubuh perempuan atau kiriman link bermuatan unsur pornografi, Hadi memilih tidak ikut-ikutan. Bahkan, saat dirinya mencoba mengingatkan tentang budaya patriarki, yang ada malah dirinya ikut dihujat.

“Waktu itu aku main ke rumah temanku, terus dia maksa istrinya untuk mencuci pakaian punya dia padahal istrinya juga baru pulang kerja. Aku kasihan, tapi malah dianggap sok pahlawan atau dikira naksir istrinya. Kan bego,” kata Hadi.

Saat memilih tidak ikut nimbrung di grup WA, Hadi malah dikeluarkan dari lingkaran pertemanannya karena dianggap tidak solid. Begitu pula yang dialami Rama (24) saat mengingatkan lingkaran pertemanannya di grup WA.

“Mereka melawan ucapanku seakan aku ini orang yang sok suci,” ujar Rama.

Sebagai laki-laki, Hadi dan Rama paham bahwa bentuk tubuh tidak seharusnya dijadikan objektifikasi. Rama sendiri melihat langsung dampak korban kekerasan seksual yang terjadi di sekitarnya, yang mana kebanyakan dari mereka merasakan trauma berkepanjangan.

“Setiap kasus kekerasan seksual yang muncul hits a bit too close to home buatku, karena aku punya kerabat laki-laki yang pernah menjadi korban kekerasan seksual saat dia masih kecil,” kata Rama.

Objektifikasi adalah gerbang masuk pelecehan

Dokter Spesialis Andrologi Dicky Faizal Irnandi menilai chat bernada seksis di grup WA seperti kasus FH UI menandakan hilangnya nilai kemanusiaan. Padahal, seksualitas yang sehat, kata dia, seharusnya punya kombinasi tiga hal yakni respect, consent, dan empathy. 

Iklan

“Jika salah satu hilang, yang muncul bukan lagi ekspresi seksual melainkan objektifikasi seperti yang sering terjadi di grup WA,” kata Dicky dikutip dari Threads, Rabu (15/4/2026).

Menurut Dicky, objektifikasi adalah gerbang masuk pelecehan. Fenomena ini seperti guliran bola salju yang semakin besar. Artinya, ketika ada satu orang memulai candaan seksis, lalu yang lain diam, maka masalah yang dimunculkan akan semakin parah.

“Ini juga yang disebut normalisasi dalam kelompok. Yang salah jadi terasa biasa dan kelak menjadi bola salju besar agar mereka diakui sebagai anggota grup WA tersebut,” lanjutnya.

Beberapa pelaku bahkan menggunakan dalih kesehatan. Misalnya, mewajari aksi kekerasan seksual mereka karena punya hormon testosteron (untuk laki-laki) yang bercanda di tongkrongan maupun grup WA.

“Tapi ini bukan masalah libido atau karena mereka laki-laki terus ‘tinggi hasrat seksualnya’. Mereka cuma nggak pernah belajar membedakan hasrat dan penghormatan,” kata Dicky.

Bercanda seksis di grup WA sama dengan melanggar norma

Sebagai dokter yang bertugas mengedukasi masalah seksual, Dicky berujar pelaku kekerasan seksual tidak cukup diajari soal anatomi tubuh, hubungan seksual, dan reproduksi, melainkan soal batas (boundaries), persetujuan, dan cara pandang seksual pada manusia sebagai subjek bukan objek.

“Maka dari itu, di kasus pelecehan FH UI by grup WA, pelakunya tidak boleh berhenti sampai diberi sanksi, tapi bagaimana kita mencegah dan menghentikan pola ini. Kuncinya adalah literasi seksual dan relasi sejak dini baik untuk laki-laki maupun perempuan,” kata Dicky.

Selain itu, maskulinitas laki-laki, kata Dicky seharusnya tidak diukur dari keberanian mereka bicara dengan vulgar atau secara liar di tongkrongan maupun grup WA. Justru, orang yang lebih bisa mengontrol diri adalah laki-laki sejati. 

“Jadi, biasakan menghormati orang lain bahkan ketika mereka tidak membahas soal fisik. Kalau ada di grup WA kalian yang mulai melecehkan, apalagi seksual, jangan diam. Diam itu bukan netral. Kalau kita terus menganggap edukasi seksual itu tabu dan tidak penting, maka kejahatan ini akan sangat sulit dicegah,” kata Dicky.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim”, seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 15 April 2026 oleh

Tags: edukasi seksualFH UIgrup mahasiswagrup wagrup whatsappkekerasan seksualmahasiswa FH UIpatriarki
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Grup WhatsApp (WA) laki-laki di FH UI cerminkan tongkrongan toxic
Sehari-hari

Grup WA Laki-laki Menjijikan, Topik Obrolan “Ekstrem” Malah Berakhir Melecehkan Perempuan dengan Dalih Bercanda

15 April 2026
Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual MOJOK.CO
Aktual

Kebusukan Mahasiswa FH UI Membuka Luka Lama Para Penyintas, Tak Ada yang Lebih Aman dari “Rahim” seorang Ibu bagi Korban Kekerasan Seksual

15 April 2026
Sarjana nganggur diteror info loker di grup WA keluarga. MOJOK.CO
Edumojok

Grup WhatsApp Keluarga Besar Isinya “Teror” bagi Sarjana Nganggur, Sehari-hari Dikasih Info Loker Aneh-aneh

18 Februari 2026
Kesulitan korban kekerasan seksual dalam berbicara
Ragam

Korban Kekerasan Seksual Sering Jatuh Ditimpa Tangga: Sulit Bicara, Bukan Dipahami, tapi Malah Dihakimi

11 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mahasiswa KKN di desa

KKN Itu Menyenangkan, yang Bikin Muak adalah Teman yang Jadi Beban Kelompok dan Warga Desa yang “Toxic”

9 April 2026
PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
kos eksklusif, jakarta, desa, kos.MOJOK.CO

Kabur dari Desa dan Memilih Tinggal di Kos Eksklusif Jakarta demi Ketenangan Batin, Malah Makin Kena Mental karena “Bahagia” di Kota Cuma Ilusi

15 April 2026
Alfath, mahasiswa berprestasi UGM Jogja lulusan SMK di Klaten

Sempat Banting Tulang Jadi Kuli Bangunan saat SMK, Kini Pemuda Asal Klaten Dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi UGM

11 April 2026
Bangun rumah bertingkat 2 di desa pelosok Grobogan gara-gara sinetron MOJOK.CO

Bangun Rumah Tingkat 2 di Desa demi Tiru Sinetron, Berujung Menyesal karena Ternyata Merepotkan

10 April 2026
Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.