Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur

Rifan Eka Putra Nasution oleh Rifan Eka Putra Nasution
15 Juni 2026
A A
Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur MOJOK.CO

Ilustrasi Catatan Dokter tentang Jalan Lintas Sumatera: Jangan Jadikan Jalinsum Jalur Cepat Menuju Liang Kubur. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sebagai dokter, saya ingin mengetuk hati pembuat kebijakan di sektor perhubungan dan pekerjaan umum, jangan jadikan jalan lintas Sumatera sebagai jalur cepat menuju liang kubur.

Sebagai pria yang lahir di Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara dan besar dengan deru mesin truk di jalan lintas Sumatera, saya selalu mengira bahwa ujian kesabaran tertinggi manusia adalah menghadapi macet berjam-jam saat mudik. Namun, sebagai seorang dokter, saya keliru. 

Iklan

Kesabaran itu berubah menjadi horor murni ketika aspal hitam yang panas itu mendadak menjelma menjadi arena seluncur maut akibat tumpahan minyak solar yang dibiarkan begitu saja. Bahkan menjadi arena yang membuat sepeda motor terjengkang akibat menabrak kerukang jalan berlubang yang tak kunjung ditambal.

Perangkap maut di jalan lintas Sumatera

Mari kita bicarakan jalan lintas Sumatera dengan jujur. Jalan ini bukan sekadar urat nadi logistik, melainkan sebuah ekosistem yang keras. 

Di sini, truk-truk monster pembawa tandan buah sawit, bus AKAP yang sopirnya punya mental pembalap Formula 1, hingga sepeda motor bebek keluarga, saling berbagi ruang yang sempit. 

Ironisme ini terasa kian menyakitkan mengingat jalan lintas Sumatera (Jalinsum) bukanlah jalur rintisan yang sepi, melainkan sebuah megaproyek urat nadi logistik nasional yang membentang raksasa sepanjang hampir 2.900 kilometer dari Banda Aceh di ujung utara hingga ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung, di ujung selatan. 

Jaringan jalan masif ini terbagi menjadi tiga jalur utama, Lintas Timur, Lintas Tengah, dan Lintas Barat, yang setiap harinya dipaksa menanggung beban ribuan truk komoditas berat dan bus antarprovinsi. 

Namun, alih-alih menjadi simbol konektivitas kemajuan ekonomi, bentangan aspal yang membelah seluruh Pulau Sumatera ini justru kerap berubah menjadi perangkap maut yang mengintai nyawa jutaan penggunanya setiap detik.

Ketika sebuah truk tua yang tangkinya bocor atau dipaksakan membawa muatan berlebih mulai meneteskan solar di sepanjang jalan, petaka sistemis langsung dimulai. Aspal jalan lintas Sumatera yang dasarnya sudah bergelombang berkat proyek tambal sulam abadi, seketika berubah menjadi perangkap berbahaya bagi pengendara. Terakhir, kecelakaan maut terjadi di jalan lintas Sumatera tepatnya di Musi Rawas Utara yang menewaskan 16 orang.

Hobi mengeruk jalan dengan alasan perbaikan di jalan lintas Sumatera

Petaka ini diperparah oleh hobi menahun dinas terkait yang gemar mengeruk jalan dengan dalih perbaikan, tapi entah kenapa sangat lama untuk ditambal kembali. 

Lajur yang dikeruk itu dibiarkan menganga berminggu-minggu, menciptakan undakan tajam bertekstur kasar yang siap merusak shockbreaker atau membuat goyah keseimbangan motor. Sialnya, ketika jalanan yang sudah dikeruk dan dibiarkan terbengkalai itu tersiram tumpahan solar, kombinasinya menjadi sangat mematikan. 

Pengendara tidak hanya kehilangan traksi ban karena licinnya minyak, tetapi juga terhentak oleh kontur aspal yang tidak rata. Oleng sedikit saja artinya fatal.

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kebetulan mengabdi di dunia medis, posisi ini sering kali menempatkan saya dalam dilema batin yang akut. 

Di satu sisi, sebagai abdi negara, saya paham betul betapa rumitnya birokrasi, bagaimana penyusunan anggaran pengerjaan jalan harus melewati meja-meja rapat yang panjang, hingga ketatnya pengadaan barang dan jasa. 

Iklan

Namun di sisi lain, saat saya melihat teman-teman memakai jas putih di ruang instalasi gawat darurat berkutat dengan luka robek berdarah, semua pemakluman birokratis itu runtuh seketika. Mereka tidak hanya menjahit luka robek atau membalut patah tulang akibat benturan besi kontainer. 

Baca halaman selanjutnya

Tumpahan solar yang menghancurkan masa depan keluarga

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2026 oleh

Tags: jalan lintas sumateraKecelakaanlintas sumaterapilihan redaksi
Rifan Eka Putra Nasution

Rifan Eka Putra Nasution

dr. Rifan Eka Putra Nasution, M.Si adalah penulis dan pembicara kedokteran dan kesehatan sekaligus penikmat kopi.

Artikel Terkait

Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Ilustrasi - Cerita bapak dulu bungah antar anak wisuda sarjana dari PTS Jogja, kini nelangsa antar anak susah cari kerja meski modal ijazah S1 MOJOK.CO

Cerita Bapak Dulu Bahagia Antar Anak Wisuda Sarjana, Kini Nelangsa Antar Cari Kerja Pakai Ijazah SMA karena S1 Tak Guna

19 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.