Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31: Sumber Sukacita dan Perkuat Posisi Yogya sebagai Kota Budaya di Mata Dunia

Redaksi oleh Redaksi
22 Juli 2026
A A
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia. (Dok. Komunitas Gayam 16)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO, YOGYAKARTA – Komunitas Gayam 16 kembali menghadirkan Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) ke-31.

Sejak 1995, festival gamelan internasional tersebut memang telah menjadi ruang pertemuan para pelaku dan penikmat gamelan dari berbagai penjuru dunia. 

Iklan

Dalam gelaran ke-31 ini, YGFmengusung tema “Sukacita” (Joy). Dengan tema tersebut, YGF 31 mengajak masyarakat merasakan kembali gamelan bukan sekadar sebagai instrumen musik, melainkan sebagai sumber sukacita, ruang kebersamaan, dan penyegaran batin.

Festival Gamelan Yogyakarta (YGF) 31: memperkuat pelestarian warisan budaya UNESCO

Sebagai bagian dari Bulan Warisan Dunia DIY, YGF 31 turut memperkuat upaya pelestarian dan pengembangan warisan budaya yang telah diakui UNESCO. 

Festival ini menghadirkan rangkaian program yang berlangsung mulai 21 Juli hingga 2 Agustus 2026, meliputi Lokakarya Gamelan, Rembug Budaya, dan Konser Gamelan.

Ketua Komunitas Gayam 16, Ari Wulu, menyampaikan bagaiman YGF terus berkembang sebagai ruang kolaborasi lintas budaya yang mempertemukan seniman gamelan dari Indonesia maupun mancanegara. 

Selama lebih dari tiga dekade, festival ini menjadi wadah untuk menjaga relevansi gamelan di tengah perkembangan zaman sekaligus membuka ruang eksplorasi artistik baru.

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia. (Dok. Komunitas Gayam 16)

Dukungan pemerintah DIY karena YGF perkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya

Sementara itu, Ketua YGF 31, Lanoke “Uke”, memaparkan rangkaian program festival tahun ini yang dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan masyarakat. 

Mengangkat semangat Sukacita (Joy), YGF 31 ingin menunjukkan bahwa kegembiraan dapat lahir dari proses memainkan, mendengarkan, dan mengeksplorasi gamelan bersama.

Perwakilan Dinas Kebudayaan DIY menegaskan dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan YGF. Pasalnya, YGF merupakan bagian dari perayaan Bulan Warisan Dunia DIY.

Tidak hanya itu, festival gamelan internasional ini juga  memperkuat posisi Yogyakarta sebagai kota budaya yang aktif merawat dan mengembangkan warisan budaya dunia.

Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia MOJOK.CO
Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31 jadi sumber sukacita dan perkuat posisi Yogya sebagai Kota Budaya di mata dunia. (Dok. Komunitas Gayam 16)

Ragam lokakarya dan aktivitas budaya

Sebagai bagian dari program Road To YGF 31, akan diadakan Lokakarya “Gamelan sebagai Musik Meditasi”. Yakni sebuah eksplorasi bunyi gamelan sebagai sarana meditasi dan penciptaan sukacita kolektif. 

Selama dua hari, peserta akan diajak mengeksplorasi vibrasi instrumen gamelan sebagai media refleksi, dengan hasil eksplorasi yang nantinya dipresentasikan pada Konser Gamelan YGF 31.

Selain lokakarya, YGF 31 juga menghadirkan Rembug Budaya yang mengangkat isu Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dalam ekosistem musik tradisi. Forum ini bertujuan meningkatkan kesadaran pelaku seni tradisi mengenai pentingnya perlindungan karya intelektual agar para seniman memperoleh apresiasi sekaligus manfaat ekonomi dari karya mereka.

Puncak festival akan berlangsung melalui Konser Gamelan pada 31 Juli–2 Agustus 2026 di Plaza Ngasem, Yogyakarta, yang menghadirkan sekitar 16 kelompok penampil dari berbagai propinsi di Indonesia dan berbagai negara, termasuk Prancis dan Belanda. 

Konser ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya yang memperlihatkan gamelan sebagai bahasa universal yang terus hidup, berkembang, dan membawa semangat kebersamaan.

Melalui penyelenggaraan YGF 31, Komunitas Gayam 16 berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang melihat gamelan sebagai budaya yang hidup, terbuka terhadap inovasi, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai tradisi.

Rincian program Yogyakarta Gamelan Festival (YGF) 31

Road to Yogyakarta Gamelan Festival

Lokakarya

Tema : Gamelan untuk Meditasi: Eksplorasi Pendengaran melalui

Iklan

Membunyikan Gamelan

Fasilitator : Gatot Danar Sulistiyanto

Hari/Tanggal : Selasa, 21 Juli 2026 dan Rabu, 22 Juli 2026

Pukul : 15.00–18.30 WIB

Lokasi : Komunitas Gayam16

CP: +62 821-7465-8073 (Zepa)

Link pendaftaran : https://bit.ly/LokakaryaYGF31

Rembug Budaya

Road to 31st Yogyakarta Gamelan Festival 2026 “Rembug Budaya”

“Raising Awareness of Intellectual Property for Gamelan Tradition Community”

Hari/Tanggal : Senin, 27 Juli 2026

Waktu : 15.00 – 18.00 WIB

Tempat: OKID Cafe (Jalan Panembahan No.1-3, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta)

Narasumber:

  1. Septiani (Head of Legal Department, PT Pragita Prabawa Pustaka)
  2. Eef van Breen (Musisi internasional)
  3. Dr. Drs. Sukisno, M.Sn. (Dosen, musisi tradisi dan komposer)
  4. Moderator: Anon Suneko, S.Sn., M.Sn. (Dosen dan Praktisi Gamelan)

Link pendaftaran : https://bit.ly/RembugBudayaYFG31

Konser Gamelan

Waktu: 31 Juli – 2 Agustus 2026

Tempat: Plaza Pasar Ngasem

Penampil:

Bantul

Banyuwangi

Cilacap

France x Indonesia

Jakarta

Kab. Sampang Madura

Klaten

Netherlands

Yogyakarta

***(Adv)

BACA JUGA: Gamelan Jogja Dijauhi Anak Muda Daerah Sendiri karena Dianggap Mistis tapi Diminati di 7 Kota Prancis atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan


Terakhir diperbarui pada 22 Juli 2026 oleh

Tags: festival gamelan jogjagamelankomunitas gayam 16warisan budaya jogjaygfyogyakarta gamelan festival
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

gamelan jogja di prancis.MOJOK.CO

Gamelan Jogja Dijauhi Anak Muda Daerah Sendiri karena Dianggap Mistis tapi Diminati di 7 Kota Prancis

22 April 2024
Mitos Jogja Suara Gamelan Tengah Malam di Jogja Menurut Pengrawit MOJOK.CO

Pengrawit Mengungkap Misteri Suara Gamelan Tengah Malam yang Didengar Warga dan Pendatang di Jogja

26 Agustus 2023
pembuatan gamelan mojok.co

Jumlah Empu Minim, Pembuatan Gamelan yang Rumit di Jogja Dipercepat

15 Desember 2022
Rusunawa Berdarah dan Nyaring Suara Gamelan MOJOK.CO

Rusunawa Berdarah dan Nyaring Suara Gamelan

9 Desember 2021

Nevi Budianto dan Gamelan Kiai Kanjeng

2 Agustus 2021
Gamelan usang dan kelompok seni di dusun kecil yang bersenang-senang

Gamelan Usang di Dusun Kecil dan Kelompok Seni yang Bersenang-senang

30 Juni 2021
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Magang pemerintah, rencana mendirikan Universitas Republik Indonesia (URI) dinilai belum bisa jadi solusi fenomena pengangguran dari lulusan perguruan tinggi (sarjana). Apalagi selama ini kuliah cuma dibekali teori MOJOK.CO

Magang Pemerintah Belum Jadi Solusi Pengangguran dari Lulusan Perguruan Tinggi, Apalagi Kuliah cuma Dibekali Teori

18 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Aksi Green Flag Dosen UGM, Bimbing Mahasiswa KKN di Kampung Kumuh hingga Inovasinya Diakui PBB

19 Agustus 2026
No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius MOJOK.CO

No Na, Klakson Telolet, dan Nasionalisme yang Nggak Harus Serius

17 Agustus 2026
Kirab Budaya dan Karnaval Pembangunan Klaten Tahun 2025. MOJOK.CO

Karnaval Klaten 2026: Belajar Jejak Sejarah Mataram Kuno dan Keistimewaan Tiap Wilayah

16 Agustus 2026
JPPI, MBG, buku siswa sekolah.MOJOK.CO

RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Tersandera Rp240 Triliun demi Program yang Tak Penting

17 Agustus 2026
Grup WhatsApp keluarga, tempat menghakimi hidup orang lain (Unsplash)

Grup WhatsApp keluarga bukan tempat silaturahmi, tapi sumber stres baru ketika berubah menjadi ruang sidang untuk menghakimi hidup orang lain

18 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.