Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Oktober 2025
A A
Yamaha Mio 2011 bisa dipakai perjalanan dari Jogja-Klaten. MOJOK.CO

Menantang Diri dari Jogja ke Klaten Memakai Yamaha Mio Butut Berusia 14 Tahun, Penuh Rintangan tapi Tetap Jadi Motor Kesayangan (Ega fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Yamaha Mio saya diproduksi tahun 2011. Dan motor matic mungil berwarna ungu itu sudah saya pakai selama 8 tahun, turunan dari motor kakak saya dulu. Meski sudah masuk kategori butut, mesinnya masih tahan hingga sekarang. Buktinya, bisa saya pakai dari Jogja ke Klaten.

***

Seumur hidup saya menggunakan Yamaha Mio 2011, hanya ada 3 kejadian yang bikin saya kesal. Pertama, saat ia mogok malam-malam di sekitar area kampus. Kedua, saat ia mogok di tengah jalan saat saya dan seorang teman ingin pergi ke pantai sekitaran Bantul.

Ketiga–ini yang terbaru, saat saya akan pergi “jalan-jalan” dari Jogja ke Klaten. Sebetulnya, saya sudah agak khawatir karena pengalaman kedua saya menuju pantai menjadi pembelajaran berharga. Sebab dari sana saya jadi tahu, Yamaha Mio 2011 saya tak mampu digas lama-lama. Terlebih dalam kurun waktu dua jam. Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini.

Maka, ketika saya hendak pergi dari Jogja ke Klaten saya sudah mengecek seluruh mesin Yamaha Mio 2011 saya. Satu bulan lalu lebih tepatnya, saya sudah menyervis motor saya itu dan habis sekitar Rp300 ribu untuk ganti oli, cakram rem, membetulkan lampu belakang, mengganti baut-baut, tambah karet vacum karbu, dan segala macamnya.

Tapi tak pernah terpikirkan oleh saya, motor Yamaha Mio 2011 itu tiba-tiba mati lagi di tengah Jalan Jambon, Sindumartani, Ngemplak. Tak jauh dari perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Klaten. Beruntung, sekitar 400 meter dari sana terdapat bengkel yang bisa saya tuju.

Tempuh perjalanan Jogja-Klaten tak cukup satu jam

Akhirnya, saya batal ke Klaten di hari itu karena motor saya harus menginap beberapa hari. Dari catatan sang tukang bengkel, motor saya harus menambah karet filter hingga membersihkan karbu.

“Total Rp103 ribu ya Kak,” ujar bapak tukang bengkel lewat pesan teks di WhatsApp, Senin (13/10/2025).

Beberapa hari kemudian, saya akhirnya jadi berangkat dari Jogja ke Klaten, setelah drama yang dialami motor Yamaha Mio 2011 milik saya itu. Kali ini, perjalanan saya pun cukup lancar. Tapi jujur saja itu adalah pengalaman pertama saya sepeda motor sendirian ke luar kota alias dari Jogja (tempat ke kos saya) ke Klaten yang jaraknya 45,5 kilometer.

Jika merujuk pada Google Maps, saya harus menempuh waktu selama 1 jam 11 menit, tapi percayalah 1 jam dari Jogja ke Klaten itu tak sama suasananya dengan Surabaya ke Sidoarjo. Berasa lebih lama.

Baca Halaman Selanjutnya

Istirahatkan motor pada setengah perjalanan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Oktober 2025 oleh

Tags: JogjaJogja-Klatenklatenperjalanan jauhtips motoran sendirianYamaha Mioyamaha mio 2011
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman Mojok.co
Lipsus

Merawat Nilai Luhur di Dalam Candi Plaosan agar Tak Memudar Seiring Zaman

27 April 2026
Nemu Daycare Teraman di Jogja di Balik Bobroknya Little Aresha. MOJOK.CO
Urban

Alifa Moslem Babypreneur Daycare Jadi Penyelamat Orang Tua yang Harus Kerja dan Jogja yang Minim Ruang Bermain Anak

27 April 2026
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, akan beri pendampingan korban daycare Little Aresha dan akan lakukan sweeping MOJOK.CO
Aktual

Sweeping Daycare di Kota Yogyakarta, Langkah Emergency yang Harus Dilakukan agar Kasus Serupa Little Aresha Tak Terulang

27 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Omong kosong berkebun untuk slow living di desa. Punya kebun di desa justru menderita karena tanaman dirampok warga MOJOK.CO

Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki

23 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Ibu terpaksa menitipkan anak di daycare karena orang tua harus bekerja

Ibu Menitipkan Anak di Daycare Bukan Tak Tanggung Jawab, Mengusahakan “Aman” Malah Diganjar Trauma Kekerasan

26 April 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.