Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 Mei 2026
A A
Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO

Ilustrasi - Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bayangkan kamu sebenarnya tidak akrab dengan seseorang. Tidak terlibat intens pula dalam pertemanan yang ia bentuk. Namun, setiap kali ada butuhnya, ia pasti akan datang kepadamu. Betapa sangat menyebalkan model pertemanan toxic semacam itu. 

Tiga hari terakhir saya berbincang dengan tiga orang yang mengakui hal tersebut. Satu laki-laki pekerja swasta asal Jawa Tengah, dua lainnya dari Jogja. 

Dalam waktu berbeda, ketiganya mengaku telah memutuskan keluar dari sebuah pertemanan yang sebenarnya tidak akrab-akrab amat, tapi justru menjadi yang paling merepotkan. 

Perasaan tidak enakan menjadi bumerang: dimanfaatkan teman dalam pertemanan toxic

Mereka menyadari, di luar sana sebenarnya banyak orang yang merasa serupa: terjebak dalam lingkaran pertemanan yang menyebalkan nan memuakkan tersebut. 

Hanya saja, kecenderungan jadi orang tidak enakan membuat banyak orang di luar sana akhirnya tidak bisa lepas dari lingkaran pertemanan masing-masing. Kendati sebenarnya sudah merasa sangat muak. 

Dalam kasus tiga responden Mojok, teman yang tidak akrab tersebut paling sering datang kalau butuh satu hal: pinjaman uang. Di luar itu, tiga responden Mojok mengaku diperlakukan seperti orang yang tidak dikenal. 

Selama ini, mereka tidak pernah tidak memberi utang. Mereka menyebut diri masing-masing terlalu naif. 

Mereka didorong oleh rasa tidak enakan. Sebab, meski tidak akrab-akrab amat, tapi sebenarnya saling mengenal. Sehingga tidak enak jika tidak meminjami. 

Selain itu, dengan memberi pinjaman uang, mereka mengira akan membuat pertemanan semakin dekat. Tapi kenyataannya justru masih terkesan tidak dianggap. Pokoknya baru seolah-olah akrab kalau ada butuhnya saja. 

Dari situ lah, mereka mengidentifikasi kalau pertemanan mereka toxic. Tidak patut diteruskan. Lantas bagaimana cara mereka memutuskan keluar dari lingkaran teman yang hanya datang saat ada butuhnya saja itu? 

Penolakan halus tiap kali teman dalam pertemanan toxic datang untuk utang

Bagi tiga responden Mojok, cara keluar dari pertemanan toxic yang isinya teman tidak akrab tapi menjadi sok akrab kalau soal utang sebenarnya cukup melalui dua cara. 

Pertama, bisa dimulai dari penolakan halus. Penolakan menjadi hal penting jika kondisi ekonomi kita sendiri saja belum stabil. Saran tiga responden Mojok, bercermin lah. Jika kita sendiri saja masih ngos-ngosan mengatur keuangan untuk diri sendiri, kenapa kita harus rela meloloskan uang hanya demi dianggap teman? 

Penolakan halus bisa berupa ungkapan jujur perihal kondisi keuangan kita sendiri. Namun, sering kali penolakan tersebut tidak mempan. Si teman toxic yang hanya akrab waktu butuh utang pasti akan datang/menghubungi lagi di lain hari. 

Jika sudah begitu, pilihannya adalah antara mengabaikan (tidak merespons pesannya sama sekali) atau langsung menolak secara blak-blakan: sembari mengutarakan kemuakan karena seperti dimanfaatkan saat ada butuhnya saja. 

Iklan

Namun, mau penolakan halus maupun terbuka, tidak memberi pinjaman uang tersebut pada akhirnya tetap berakhir sama: kita dinarasikan sebagai orang pelit dan tidak layak dijadikan teman. 

Tekan fitur titik tiga di pojok kanan WA

Jika sudah kepalang muak, apalagi sudah kepalang dianggap tidak layak dijadikan teman, tiga responden Mojok menyarankan untuk memanfaatkan fitur titik tiga di pojok kanan atas aplikasi WA. 

Maksudnya, biar tidak diganggu-ganggu/direpotkan lagi saat teman toxic ada butuhnya, maka: 

  1. Klik kontak WA atas nama si teman toxic.
  2. Pilih menu “Lainnya”.
  3. Kemudian klik pilihan “Blokir”.

Ya. Pada akhirnya memblokir kontak teman toxic menjadi pilihan paling melegakan. Putus hubungan pertemanan sekalian, toh sebelumnya juga tidak terlalu akrab. 

Bagi tiga responden Mojok, untuk apa berteman/berhubungan dengan orang yang baru menganggap kita temannya kalau kita masih bisa diperah? Mending tidak usah. 

Keluar dari pertemanan toxic tidak ada ruginya, jangan merasa kehilangan teman

Tiga responden Mojok menyadari, banyak orang di luar sana—khususnya di lingkaran mereka—tidak bisa serta merta mempraktikkan dua langkan tersebut karena tertahan perasaan takut: teman berkurang. 

Pada mulanya tiga responden Mojok mengaku juga tertahan oleh perasaan itu. Namun, setelah direnungkan, memisahkan diri dari pertemanan toxic sejatinya tidak ada ruginya. 

Risikonya mentok hanya kehilangan teman lama. Tapi justru karena itu lah lebih banyak untungnya: lepas dari teman yang hanya memanfaatkan, lepas dari perasaan tidak enak hingga terpaksa memberi utang saat teman datang pinjam uang, dan hanya dikelilingi teman-teman baik yang tidak berorientasi pada menjadikan teman sendiri sebagai dana darurat.  

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 13 Mei 2026 oleh

Tags: Pertemananpertemanan toxicteman datang kalau ada butuhnyateman toxicteman utangutang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO
Tajuk

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos di Jogja, kos campur, dapur.MOJOK.CO

Dapur Bersama Memang Membantu Anak Kos, Tapi Sering Menimbulkan Konflik kalau Ada Penghuni Jorok dan Suka Nyolong

12 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
pertemanan di usia 30.MOJOK.CO

Pertemanan di Usia 30 Memuakkan: Transaksional dan Isinya Cuma Adu Nasib, tapi Paling Mengajarkan Arti Ketulusan

7 Mei 2026
Merasa terkecoh saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) gara-gara ulah mahasiswa organisasi ekstra hingga dosen cabul MOJOK.CO

Kuliah di UIN dengan Ekspektasi Tinggi: Berujung “Terkecoh” karena Fakta Tak Sesuai Tampilan Luar dan Menyimpang

7 Mei 2026
Lulusan UNJ berkebun di Bogor. MOJOK.CO

Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan

8 Mei 2026
AstraPay berupaya memperkuat kontribusinya melalui inovasi layanan, edukasi ekosistem, serta pengembangan akses keuangan digital bagi UMKM di tengah pertumbuhan pembayaran atau transaksi digital (QRIS) MOJOK.CO

Membaca Peluang Ekonomi di Tengah Pertumbuhan Transaksi Digital, AstraPay Berkomitmen Bantu Tingkatkan Daya Saing UMKM

9 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.