Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Sehari-hari

5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
6 Mei 2026
A A
Ciri orang toxic yang harus di cut off. MOJOK.CO

ilustrasi - hati-hati melakukan cut off karena ada teman yang sejatinya dibutuhkan dalam hidup. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dewasa ini, sebagian orang memilih untuk memutus hubungannya dengan orang lain alias cut off. Meski terkesan jahat, psikolog justru menyarankan hal tersebut untuk melindungi kesehatan mental manusia dari hubungan yang tidak sehat (toxic).

Kejadian menyakitkan yang terus menumpuk

“Jujur dulu aku naif banget, menganggap semua orang itu baik. Hingga ada satu kejadian yang mengubah pandanganku, aku akan cut off orang lain yang menyakitiku atau berpotensi bikin aku sakit hati sebagai wujud untuk melindungi diriku sendiri,” kata Solicha (25) saat dihubungi Mojok, Senin (4/5/2026).

Solicha punya sahabat yang sudah ia kenal sejak SMA. Setiap tahun, ia pasti tak lupa merayakan momen ulang tahun untuk sahabatnya itu. Bahkan bisa dibilang, ia sangat berupaya untuk merayakan ulang tahun tersebut supaya sahabatnya senang. 

“Aku beli kue untuk dia dengan uang tabunganku, juga kado seperti baju, buku, dan lain-lain,” kata Solicha.

Namun, di hari ulang tahunnya sendiri, Solicha mengaku tak pernah mendapatkan balasan yang setimpal, bahkan untuk sekedar menerima ucapan “selamat panjang umur”. Meski sempat kecewa sebentar, Solicha tak pernah menyalahkan sahabatnya tersebut, apalagi mengklaimnya sebagai teman toxic sampai melakukan cut off.

Menurut Solicha, kesalahan bahwa sahabatnya lupa dengan hari ulang tahunnya adalah masalah kecil yang masih bisa ia toleransi. Tanpa ia sadari, kejadian menyakitkan itu rupanya menumpuk dalam hubungan persahabatan mereka, terutama setelah keduanya dewasa.

Cut off bukan untuk menyakiti orang lain

Solicha dan sahabatnya itu akhirnya harus menjalani Long Distance Relationship (LDR), karena Solicha mendapat tawaran kerja di Jakarta sedangkan sahabatnya masih ada di Malang, menganggur. 

Komunikasi mereka pun semakin jarang, karena kesibukan Solicha. Perlahan-lahan, hubungan persahabatan mereka pun semakin renggang. Solicha jadi selalu sulit dihubungi, tapi tak pernah lupa membalas pesan meski lebih dari 24 jam. 

Ketika Solicha curhat tentang masalahnya di Jakarta, sahabatnya itu justru balik menyerang dengan kata-kata kasar, yang semakin membuat Solicha jadi rendah diri. Alih-alih menyemangati Solicha, sahabatnya malah adu nasib dan jadi toxic.

“Pada akhirnya aku sadar, sepertinya dia justru menganggap aku adalah saingan,” kata Solicha.

Merasa tidak nyaman dengan hubungan tersebut, Solicha akhirnya memilih menjauh agar tidak semakin toxic. Bahkan terapis Licensed Mental Health Counselor (LMHC), Sherese Ezelle menyarankan pilihan lebih ekstrem, yakni kamu bisa cut off hubungan tersebut. 

“Jika temanmu tidak lagi mendukungmu seperti dulu atau jika mereka justru menjatuhkanmu, jangan ragu untuk mengirim pesan seperti ini: ‘sulit untuk mengatakan ini tapi saya harus jujur dan memprioritaskan diri sendiri dengan tidak melanjutkan persahabatan ini’,” kata Ezelle dilansir dari Bustle, Rabu (6/5/2026).

Ezelle berujar orang yang melakukan cut off dalam sebuah hubungan tidak perlu merasa bersalah karena sebenarnya ia tidak bermaksud jahat. Cut off, kata dia, sejatinya adalah pilihan terakhir untuk melindungi diri sendiri setelah kita merasa dikhianati atau terjadi pertengkaran hebat dan sudah berupaya memperbaikinya. 

Cut off vs orang yang harus dipertahankan

Sementara itu, melansir dari Konselor Psikologi, Dimas Alwin di media sosial resminya, ada 5 tipe orang yang sebaiknya di-cut off. Pertama, orang yang sering berperilaku kasar baik dari segi fisik maupun verbal. Kedua, playing victim yakni orang yang tidak mau disalahkan atau minta maaf tapi justru menyalahkan balik orang lain.

Iklan

Ketiga, orang yang suka memanipulasi dan mendominasi hubungan. Intinya, kamu harus selalu menuruti keinginan orang tersebut. Orang tipe ini juga sering memanfaatkan kebaikan demi kepentingannya pribadi. Suka bicara manis tapi sikapnya bertolak belakang.

Keempat, orang yang selalu mengeluh tanpa berusaha melakukan yang terbaik. Atau mereka yang selalu minta saran tapi tidak pernah dilakukan. Kelima, narsistik yang merasa dirinya adalah pusat semesta. Orang dengan 5 tipe tersebut, sebaiknya cut off.

Di sisi lain, Dimas menyarankan bahwa manusia setidaknya harus memiliki teman yang bisa membantah. Dalam artian, orang yang memberitahu di mana letak kekurangan dan kesalahanmu secara apa adanya.

Kedua, orang yang bisa jadi “rest area”. Ia bisa menjadi pendengar dari segala cerita dan keluh kesahmu tanpa menilai atau menudingmu dengan asal-asalan. Ketiga, orang yang membimbingmu soal karier.

“Biar kamu punya mentor, bisa meningkatkan kemampuanmu, serta dapat banyak info dari dia,” kata Dimas.

Keempat, orang yang dapat membimbingmu baik tentang perkara hidup, rumah tangga, atau dunia percintaan. Barangkali, orang dengan masalah serupa dapat memberikanmu pelajaran berharga. 

Kelima, orang yang dapat membuatmu tertawa. Diajak serius ayok, diajak bercanda juga gas!

“Karena hidup nggak selalu serius mulu, biar kamu bisa sedikit santai di tengah huru-hara hidup dan nggak tegang-tegang amat,” kata Dimas. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Memahami Alasan Orang Memutus (Cut off) Hubungan Persahabatan agar Hidupnya Bahagia tau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 6 Mei 2026 oleh

Tags: alasan cut offciri teman toxiccut offhubungan interpersonalpersahabatansahabat sejatitoxic
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

mabar game online.MOJOK.CO
Catatan

Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar

23 April 2026
Drakor berjudul "You and Everything Else" menceritakan pemutusan (cut off) persahabatan. MOJOK.CO
Catatan

Memahami Alasan Orang Memutus (Cut off) Hubungan Persahabatan agar Hidupnya Bahagia

23 September 2025
Bos yang Toxic adalah Waktu yang Tepat untuk Resign MOJOK.CO
Ragam

Bos yang Toxic adalah Waktu yang Tepat untuk Resign

20 Januari 2024
Uneg-uneg untuk Persahatan: Akhirnya Aku Mengerti Dunianya Bukan Aku Lagi
Uneg-uneg

Uneg-uneg Persahabatan: Akhirnya Aku Mengerti Dunianya Bukan Aku Lagi

29 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saat anak bangga jadi mahasiswa abadi (tak kunjung lulus kuliah karena sibuk organisasi hingga lupa skripsi) ternyata bikin orang tua terbebani MOJOK.CO

Anak Betah Jadi Mahasiswa Abadi karena Sibuk Organisasi dan Ogah Garap Skripsi, Ortu di Rumah Pura-pura Memahami padahal Terbebani

4 Mei 2026
Ancaman "Indomi" bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma MOJOK.CO

Ancaman “Indomi” bagi Generasi Muda Minang: Ketika Inyiak Berubah Jadi Opa dan Oma

4 Mei 2026
Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya.MOJOK.CO

Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya

30 April 2026
Mayday 2026: Buruh tuntut 8 poin. MOJOK.CO

8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampak AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital

2 Mei 2026
1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa MOJOK.CO

1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

2 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.