Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Ketika Lapangan Hijau Berbayar Kalah Mewah dengan Paving Gratis Masjid Kauman

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
11 Juli 2026
A A
Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. MOJOK.CO

Bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Di sini ada yang cita-citanya jadi atlet sepak bola nggak?” tanya saya kepada segerombolan anak yang bermain di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja pada Jumat (3/7/2026) sore. 

Salah seorang anak berbaju hitam bernama Reza tampak mengacungkan tangannya malu-malu tetapi antusias, lalu menjawab dengan tegas.

“Aku ingin jadi pemain timnas (Indonesia),” ucapnya. 

Reza dan Zaky. MOJOK.CO
Reza berbaju hitam dan Zaky berbaju merah sedang berebut bola. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sambil bertelanjang kaki, anak kelas 1 SMP itu mengaku bahwa dia penggemar klub Argentina. Bahkan, saat jadwal pertandingan Argentina berlangsung pada malam hari di Indonesia, Reza ikut begadang bersama ayahnya.

“Untungnya pas libur sekolah, jadi nggak dimarahin,” kata dia. Kegemaran menonton klub idola tersebut rupanya jadi pemantik semangat bagi Reza untuk terus bermain bola.

Anak-anak bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman Jogja. MOJOK.CO
Anak-anak dan remaja membaur untuk bermain bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Kemampuan Reza pun tidak bisa dianggap enteng. Dia sering ‘melatih’ teman-temannya secara tidak langsung, meskipun hanya di lapangan paving sederhana seperti Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja.

“Aku nggak ikut klub (akademi bola),” ungkapnya sembari melihat seorang anak berjersey dan bersepatu futsal yang dibonceng ibunya menuju lapangan berbayar.

Lapangan bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman Jogja. MOJOK.CO
Suasana sore di lapangan bola Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Sedangkan bagi Reza, lapangan paving di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja nan gratis itu sudah terbilang cukup untuk menyalurkan bakat dan minatnya. Toh, mereka bisa menggunakannya dari pagi sampai malam. Saat azan berkumandang, mereka baru berhenti untuk jeda.

Penjaga gawang. MOJOK.CO
Seorang anak bertugas menjaga gawang dan mengoper bola. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Meski tak bisa bermain di atas rumput hijau, menurut Reza, yang terpenting dari permainan sepak bola adalah nilai-nilai soal kerja sama tim dan solidaritas. Hal itu terlihat saat Reza bermain bola dengan teman-temannya di Pelataran Masjid Gedhe Kauman, Kota Jogja. Sesekali dia mengoper ke temannya Zaky untuk membantunya berlatih menyundul bola. 

Berbagi lapangan bola. MOJOK.CO
Anak-anak berbagi lapangan bola di Pelataran Masjid Gedhe Kauman Jogja.(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Di sisi lain, Reza dapat melatih kemampuannya untuk mengontrol bola alih-alih menendang tanpa arah. Bahkan, dia juga menjaga junior-juniornya yang masih duduk di bangku SD.

“Awas punggung, punggung,” kata Reza sembari mengawasi mereka bermain. 

“Terus! Terus! Terus giring sampai gawang, jangan sampai lepas!,” ujarnya menyemangati, saat dia melihat juniornya hampir menuju gawang. 

“Shoot, keren!!!” teriaknya mengapresiasi, apapun hasil dari tendangan mereka.

Anak-anak berhenti bermain bola saat azan berkumandang. MOJOK.CO
Anak-anak berhenti bermain bola saat azan magrib berkumandang. MOJOK.CO(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak hanya Reza, suasana di Pelataran Masjid Gedhe Kauman Jogja sore itu didapati oleh anak-anak hingga remaja. Mereka membaur dan saling berbagi ruang. Tertawa riang dengan kesederhanaan.

Iklan

Fotografer: Aisyah Amira Wakang
Kurator: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2026 oleh

Tags: kaumankota jogjalapangan bolamasjid gedhe kaumanmasjid gedhe kauman jogjaPelataran Masjid GedheYogyakarta
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Romo Pitoyo dalam acara peresmian Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Laboratorium Alam De Britto: Pondok Perenungan Manusia agar Tak Kehilangan Hati Nurani di Tengah “Bahaya” AI

28 Juli 2026
Nikahkan anak di Lapas Wirogunan Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Penuhi Tanggung Jawab sebagai Ayah, Seorang Napi Nikahkan Putrinya di Lapas Wirogunan Jogja

28 Juli 2026
Buku "Ambarrukmo: Jatidiri dan Kebanggaan Negeri" jadi ikhtiar mencatat risalah panjang kompleks Kedaton Ambarrukmo Yogyakarta melintasi 5 zaman MOJOK.CO
Eksplor

Ikhtiar Mencatat Risalah Panjang Ambarrukmo Melintasi 5 Zaman, Situs yang Terus Hidup tanpa Mencerabut Akar

23 Juli 2026
Koperasi di Yogyakarta. MOJOK.CO
Kabar

Hari Koperasi Nasional ke-79 di DIY: Sudah Saatnya Koperasi sebagai Sakaguru Perekonomian Nasional Nggak Lagi Gaptek

23 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Titi terendah perempuan: bawa bocil saat naik kereta api MOJOK.CO

Titik Terendah Ibu saat Naik Kereta Api Bawa Bocil: Mental Terguncang Bukan karena Bocil Tantrum tapi Mulut Jahat Sesama Perempuan

27 Juli 2026
Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga MOJOK.CO

Akhiri Kemitraan Semu, Saatnya Lindungi Hak Ojol melalui Kategori Pekerja Ketiga

25 Juli 2026
Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Anak penjual tahu kuliah di ITB. MOJOK.CO

Perjuangan Mutiara Belajar Mandiri dan Andalkan Buku Panduan dari Sang Ayah Penjual Tahu hingga Tembus ITB

27 Juli 2026
Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6 MOJOK.CO

Wonogiri Jadi Wilayah dengan Penutupan Perlintasan Liar Terbanyak di Daop 6

27 Juli 2026
Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian.MOJOK.CO

Kos 150 Ribu di Jogja Saksi Perjuangan Lolos SNBT, Rela Mandi Air yang Bikin Gatal Demi PTN Impian

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.