Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Bidikan

Mengais Asa di TPA Troketon, Benteng Terakhir Penghidupan Warga Klaten

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
10 Juli 2026
A A
Truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

Seorang pemulung membawa karung goni melewati truk sampah di TPA Troketon, Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

“Begini nasib mengais sampah. Ke mana mana asalkan suka. Tiada orang yang melarang. Hati senang walaupun tak punya uang. Hati senang walaupun tak punya uang~”

Lirik lagu Koes Plus berjudul Bujangan mengalun sumbang saat saya datang di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Troketon, Kecamatan Pedan, Klaten pada Rabu (8/7/2026) siang. Rupanya, lagu itu dinyanyikan oleh salah satu pemuda yang mengubah sedikit liriknya sesuai dengan aktivitas yang sedang dia jalani: mengais sampah.

Botol plastik. MOJOK.CO
Seorang pemulung memilah sampah botol plastik. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Pemuda berkulit cokelat legam itu hanyalah satu dari puluhan pemulung di TPA Troketon, Klaten. Tak hanya pemulung laki-laki, Jumirah (54) menjadi salah satu perempuan di antara 3 rekannya yang turut berpacu dengan alat berat dan truk yang berdatangan.

alat bego. MOJOK.CO
Alat berat bego mengais sampah.(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Ketika lengan bego sibuk mengosongkan isi truk sampah, tangan Jumirah pun tak kalah cepat untuk memilah botol plastik, kardus, dan barang-barang yang masih layak pakai. Meski baru 4 tahun mengais sampah di TPA Troketon, Klaten, Jumirah berujar tak ingin kalah dengan rekan-rekannya yang rata-rata sudah 8 tahun menjadi pemulung.

“Pemulung di sini ada yang pernah dapat emas,” kata Jumirah saat ditemui Mojok di sesi istirahatnya.

Jumirah, pemulung. MOJOK.CO
Jumirah, salah satu pemulung perempuan di TPA Troketon, Klaten. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Berdasarkan informasi dari petugas yang memperbolehkannya mengais sampah langsung di TPA Troketon, Klaten, Jumirah tahu bahwa tempat itu menampung 150 ton sampah residu per hari dari seluruh kecamatan di Kabupaten Klaten. Angka itu lebih banyak dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 95 ton sampah residu per hari. Sedangkan, TPA Troketon sendiri sudah berdiri sejak tahun 2016. 

TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
TPA Troketon menampung 150 ton sampah residu per hari. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tak pelak, peluang yang didapat Jumirah untuk menukarkan sampah ke pengepul pun jadi lebih besar. Dalam sehari, setidaknya Jumirah bisa mengumpulkan 30 kilogram sampah daur ulang. Sampah-sampah itu kemudian diberikan kepada pengepul dengan harga Rp100 ribu.

“Setiap jenis sampah harganya berbeda. Untuk botol plastik tanggung harganya Rp1.200 per kilogram, yang lebih besar lagi harganya Rp3.500 per kilogram,” kata Jumirah.

sopir truk sampah di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO
Pemulung dan sopir truk membaur untuk mengirim sampah ke pengepul. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Tentu, Jumirah tak bisa membawa puluhan sampah tersebut dengan tangan kosong. Maka dari itu, biasanya dia menumpang di salah satu truk sampah yang kosong dan searah dari TPA Troketon, Klaten. Hal itu pun sudah wajar di kalangan sopir untuk membantu para pemulung menuju pengepul.

“Kalau nggak gitu, kami sewa di salah satu lahan untuk menginap beberapa hari,” kata Jumirah.

Pemulung 1. MOJOK.CO
Seorang pemulung mengumpulkan sampah dalam karung. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Untuk mencapai target harian yang dia tentukan sendiri, Jumirah rela mengais sampah dari pukul 06.00 hingga 18.00 dengan pola istirahat yang teratur. Hal itu dia lakukan rutin dari Senin-Minggu. Tak memungkiri juga rekan-rekannya di TPA Troketon, Klaten.

Jumirah istirahat. MOJOK.CO
Jumirah dan suaminya sedang beristirahat.(Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Kalau nggak begini, saya dan keluarga nggak makan. Selagi fisik masih kuat, akan terus saya kerjakan untuk bertahan hidup,” kata ibu dua orang anak tersebut.

Fotografer: Aisyah Amira Wakang
Kurator: Muchammad Aly Reza

LIHAT JUGA: Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku atau konten Membidik Cerita (foto jurnalistik) Mojok lainnya di rubrik Bidikan 

Terakhir diperbarui pada 11 Juli 2026 oleh

Tags: dinas lingkungan hidupklatenpemulungsampahsampah residuTPA Troketon
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Pengelolaan sampah di TPA Troketon oleh Pemkab Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Geliat TPA Troketon: Berpacu dengan Waktu Menjinakkan Bau Sampah dan Air Lindi Jadi Tempat yang Ramah Lingkungan

29 Juli 2026
Dalang cilik perempuan asal Klaten yang menyukai wayang. MOJOK.CO
Eksplor

Jadi Perempuan Satu-satunya di Lomba Dalang Anak Klaten, Bocah 13 Tahun Ini Buktikan Wayang Tak Kenal Gender

22 Juli 2026
Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan MOJOK.CO
Esai

Bintang Lima untuk Kemasan Paket: Konsumen Puas, Sampah Bubble Wrap Jadi Petaka Lingkungan

22 Juli 2026
KOMSAH: Sejahterakan petani di Klaten. MOJOK.CO
Eksplor

Tinggalkan Profesi Dokter untuk Jadi Penasihat Kelompok Tani, Optimalkan Anugerah Tanah Klaten yang Subur

20 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pesan Menohok dari Ibu: Saat Doa Menjadi Satu-satunya Kuliah, Permintaan dan Jangan Sampai Tiang Itu Roboh di Perantauan MOJOK.CO

Ortu Rela Melepas Anaknya Kuliah Mengejar Mimpi, tapi Dihantui Rasa Takut Salah Pergaulan di Perantauan

31 Juli 2026
Korupsi makin parah, MUI dorong hukuman mati bagi koruptor MOJOK.CO

Kasus Korupsi di Indonesia Kian Mengkhawatirkan, MUI Dorong Hukuman Mati bagi Koruptor

28 Juli 2026
Sombongkan IPK dan gelar sarjana cumlaude dari PTS Jogja. Optimis pikat HRD perusahaan incaran tapi ujungnya lontang-lantung bawa lamaran pekerjaan MOJOK.CO

Dulu “Sombongkan” IPK dan Gelar Sarjana Cumlaude, Kini Malu Lontang-lantung Cari Kerja karena Tren HRD Tak Terpikat IPK

29 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO

Memilih Sekolah Mahal demi Selamatkan Pergaulan Anak di Desa, Malah Dicap “Sok Kaya” dan Egois oleh Tetangga

27 Juli 2026
MBG untuk sahur dan berbuka di bulan Ramadan

Putusan MK Perlu Diapresiasi, tapi Anggaran MBG Harus Tetap Keluar dari Dana Pendidikan Mulai 2027

30 Juli 2026
Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.