Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Strict Parents Sudah Ketinggalan Zaman, Bisa Bikin Anak Jadi Pembully

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
13 Januari 2023
A A
strict parents mojok.co

Ilustrasi strict parents (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjadi orang tua kaku (strict parents), harusnya jangan jadi jalan ninja dalam mengasuh anak. Selain pola asuh ini sudah ketinggalan zaman, dampak yang ditimbulkan pun banyak negatifnya. Salah satunya bisa bikin anak menjadi seorang pembully.

Strict parents sendiri ditandai dengan pola asuh yang kaku, ketat, dan penuh aturan sepihak dari orang tua. Melansir laman WebMD, ciri utama orang tua dengan pola asuh strict parents biasanya ditunjukkan dengan pemberian tuntutan berlebih ke anak. Tapi di sisi lain, mereka tidak bersikap responsif.

Iklan

Misalnya, mereka kerap membatasi atau melarang anak melakukan berbagai hal di rumah maupun di tempat umum. Namun, alih-alih menjelaskan alasannya, mereka sama sekali hanya menuntut. Pendek kata: “yang penting nurut”.

Bahkan, ada sebagaian orang tua yang sering memberikan banyak peraturan serta tuntutan tidak tertulis. Beberapa bahkan tidak menyampaikan peraturan tersebut kepada sang anak. Dibandingkan memberitahu anak, strict parents menganggap dan mengharapkan anak mereka dapat paham dan mengerti peraturan tersebut.

Lebih jauh, ciri-ciri lain adalah minimnya kasih sayang kepada anak. Alih-alih memberikan reward dan pujian untuk tiap pencapaian anak, atau sekadar menanyakan aktivitasnya, strict parents lebih suka memarahi anak ketika ia berbuat tindakan yang dianggap salah.

Selain itu, ciri-ciri strict parents juga terlihat, di antaranya dengan sering memberi hukuman fisik, tak membebaskan anak dalam memilih, tidak mempercayai anak, kerap mempermalukan anak di depan orang lain, jarang ada waktu luang bagi anak, hingga jarang berkomunikasi dengan anak.

Alhasil, pola asuh ini pun banyak menimbulkan dampak negatif. Seperti menghambat tumbuh kembang anak, kondisi mental anak tertanggu, bikin anak jadi sering berbohong, hingga bisa melahirkan mentalitas pembully.

Bikin anak punya mental pembully

Melansir jurnal Iranian Journal of Psychiatry (2018), ternyata ada faktor internal mengapa orang tua bisa menjadi strict parents. Salah satunya faktor saraf, di mana ia memiliki tingkat neurotisme tinggi.

Adanya neurotisme tinggi berarti berdampak langsung pada kestabilan emosi orang tersebut. Biasanya, orang akan lebih banyak mengalami kecemasan, keraguan, dan perasaan negatif. Sehingga, mekanisme penyalurannya pun lebih banyak ke hal-hal negatif, seperti marah-marah (verbal) hingga memukul (fisik).

Namun, ada juga faktor eksternal yang melatarbelakanginya. Banyak penelitian menyebut, bahwa pengalaman serupa di masa lalu bisa bikin seseorang menjadi orang tua kaku. Dengan demikian, bisa dikatakan strict parents lahir dari pola asuh kaku yang ia alami semasa kecil.

Dengan demikian, pada gilirannya nanti pola asuh strict parents akan melahirkan strict parents yang baru. Bahkan, untuk usia anak hingga remaja, ia juga bisa membentuk mentalitas anak jadi seorang tukang rundung atau pembully.

Sebuah studi yang terbit di jurnal Child Abuse and Neglect (2016) menunjukkan, gaya asuh strict parents meningkatkan risiko remaja melakukan perundungan terhadap teman sebaya mereka. Bagi anak perempuan, risiko menjadi pembully lebih erat kaitannya dengan hukuman fisik yang ia terima dari orang tua. Sedangkan untuk anak laki-laki, hal ini terkait dengan disiplin orang tua yang agresif secara psikologis.

“Baik untuk anak laki-laki maupun perempuan, ada korelasi langsung antara menjadi pelaku bully dan agresi psikologis dari orang tua mereka,” kata Tori Rodrigues, mengutip laporan tersebut dalam laman Scientific American.

Lebih lanjut, penelitian Peter K. Smith dan Rowan M. Wilson berjudul “Parenting and School Bullying” menunjukkan hasil serupa. Dalam studi ini dijelaskan, bahwa anak-anak yang punya orang tua strict parents lebih mungkin untuk merundung teman sebayanya. Hal ini, kata penulis tersebut, lebih ke mekanisme imitasi atau meniru perilaku orang tua.

Iklan

“Ketika mereka berinteraksi dengan teman sebaya, terutama yang mungkin lebih lemah dan lebih rentan, anak-anak ini akan memperlakukan teman sebaya itu dengan cara yang sama seperti mereka diperlakukan oleh orang tua mereka,” kata penelitian itu.

“Mereka cenderung mencemooh, menyindir, merendahkan, dan memusuhi. Mereka mungkin juga terlibat dalam ancaman, pemaksaan fisik, atau kekerasan langsung, seperti mendorong atau bahkan memukul,” paparnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Termasuk Mom Shaming, Jangan Lakukan Hal-hal Ini

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2023 oleh

Tags: anak-anakbullybullyingparentingstrict parents
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO
Esai

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Anak Tantrum di Kereta Ekonomi bikin Saya Iba ke Ortu. MOJOK.CO
Catatan

Tangisan Anak Kecil di Kereta Ekonomi Bikin Saya Sadar di Usia 25, Betapa Kasih Ibu Diuji Lewat Rasa Lelah

11 Mei 2026
orang tua, ortu temani anak utbk ugm.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jangan Minder Kalau Kamu Belum “Jadi Orang” di Usia 30-an, Itu Masuk Akal Secara Biologis dan Sosial

11 Februari 2026
kecanduan gadget pada anak. MOJOK.CO
Ragam

Petaka yang Terjadi Saat Orang Tua Sibuk Mengejar Dunia dan Anak yang Terlalu Sering Menggunakan Gawai hingga Candu

7 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

Yamaha Aerox Alpha 2025, Matik Terbaik untuk Anak Muda dan Jawaban Terbaik dari Yamaha yang Menolak Tunduk pada Stigma Jamet yang Salah Alamat

29 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Kedai Kopi Dinasty di Surabaya milik alumnus Unesa. MOJOK.CO

Bukan Sekadar Cari Cuan, Alumnus Unesa Ini Sukses Bikin Kedai Kopi Murah Sekaligus Berdayakan Ibu-ibu untuk Jual Kopi Keliling

30 Juni 2026
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

26 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.