Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Bersepeda Susuri Desa di Prambanan Klaten bikin WNA Terkesan Ramahnya Warga Jateng, Sampai Usulkan Kota Ramah Sepeda

Redaksi oleh Redaksi
21 Mei 2026
A A
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO

Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten. (Dok. Humas Jateng)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK, Klaten – Duta Besar Belanda dan Jerman sangat terkesan usai bersepeda menyusuri pedesaan di sekitar Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bagi mereka, panorama dan wisata Klaten sangat potensial untuk terus dikembangkan. 

Duta Besar Belanda Marc Gerritsen dan Duta Besar Jerman, H.E. Ralf Beste turut serta bersepeda dalam acara The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 yang diadakan di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (21/5/2026).

Keduanya mengendarai sepeda onthel mengelilingi desa di kawasan Prambanan. Momen tersebut ternyata sangat berkesan bagi Marc Gerritsen dan Ralf Beste.

Ingin bilang ke orang Belanda: bersepeda di Prambanan, Klaten, adalah ide bagus 

Marc Gerritsen menyusuri desa menggunakan sepeda onthel klasik Gazelle. Di sepanjang jalan, ia menerima sapaan demi sapaan dari warga lokal. Dari senyum hangat, lambaian tangan, hingga ucapan semangat. Keramahan itu membuat Marc merasa sangat takjub.

“Kami bersepeda dan berkeliling desa, banyak orang melambaikan tangan dan mengatakan “semangat”, itu benar-benar menyenangkan,” ungkapnya.

Atas pengalaman mengesankan itu, Marc merasa perlu memberi tahu orang-orang di Belanda: Bahwa bersepeda di Prambanan, Klaten merupakan ide bagus yang harus dicoba.

Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten. (Dok. Humas Jateng)

Saking berkesannya bersepeda menyusuri Prambanan, Klaten, Marc bahkan menyarankan kepala daerah setempat agar membuat beberapa jalur yang lebih banyak. Sehingga akan semakin banyak turis yang datang datang ke Prambanan dan bisa bersepeda dengan rute yang lebih beragam.

“Ini akan menjadi magnet wisata yang hebat. Sehingga ada banyak peluang wisaya yang dikembangkan,” ujarnya.

Klaten bisa jadi kota ramah sepeda

H.E. Ralf Beste pun merasakan kesan serupa. Ia bahkan menyebutnya sebagai pengalaman luar biasa.

Usai menyusuri Prambanan, Klaten, Ralf menilai bahwa Klaten punya potensi wisata luar biasa yang dapat dikembangkan. Di antaranya dikembangkan dengan budaya bersepeda di sekitar Candi Prambanan.

“Saya melihat ada budaya bersepeda yang kuat dan juga melihat banyak potensi pariwisata. Ini adalah destinasi yang sangat indah dan dengan candi-candi yang Anda lihat. Anda dapat menarik banyak orang dari Eropa yang ingin bersepeda ke sini,” bebernya.

Ralf juga mengajak masyarakat untuk mulai menciptakan kota ramah sepeda. Karena, bersepeda onthel lebih murah daripada sepeda motor. Dan tentu saja lebih sehat.

Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten. (Dok. Humas Jateng)

Event IVCA 2026: promosi wisata Jateng dan perputaran ekonomi lokal

Menanggapi kesan mendalam dari para tamu dari manca negara tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan, apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan bersepeda yang diadakan di Klaten tersebut.

“Kami di Pemprov Jateng maupun dari Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata yang dikolaborasikan dengan olahraga. Olahraga sepeda ini bagi kami menjadi bagian juga untuk mempromosikan wisata di Jawa Tengah,” kata Sumarno yang ‘ngonthel’ dengan sepeda klasik Fongers buatan tahun 1940 -an.

Iklan

Dia berharap, kehadiran para tamu manca negara dalam event IVCA 2026 juga membawa dampak ekonomi bagi masyarakat di Prambanan. Sebab, para tamu akan berbelanja, konsumsi, makan dan sebagainya.

“Itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” katanya.

Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten MOJOK.CO
Duta Besar Belanda. dan Jerman terkesan usai bersepeda menyusuri desa di Prambanan, Klaten. (Dok. Humas Jateng)

Bersepeda: bisa jadi tren baru di tengah naiknya harga BBM

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengatakan, sangat senang karena daerahnya dipilih menjadi perwakilan untuk menggelar acara tersebut. Terlebih, ada perwakilan dari 40 negara di dunia, bahkan dihadiri oleh duta besar dari Belanda dan Jerman.

“Tentunya ini menambah semangat kita bersama untuk untuk menjadi tuan rumah yang baik di acara ini,” ujarnya.

Hamenang mengamini pernyataan Sumarno, bahwa manfaat dari kegiatan tersebut sangat besar untuk daerah. Utamanya adalah menjadi sarana promosi Kabupaten Klaten dan Provinsi Jawa Tengah di dunia internasional.

Selain itu, juga menghadirkan tren bersepeda di tengah melonjaknya harga BBM dunia akibat situasi global. Bersepeda bisa menjadi salah satu solusi mengatasi hal tersebut.

“Setelah ini kita bersama-sama bisa kembali menggeliatkan bersepeda. Mungkin kalau hanya jarak 1 sampai dengan 5 kilometer putar-putar di antar desa, kegiatan antar desa, datang ke rapat RT, RW, belanja di sekitar bisa menggunakan sepeda,” urainya.

100 peserta dari 40 negara, naik sepeda klasik menyusuri desa-desa

Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu menjelaskan, event kali ini diikuti oleh sekitar 100 peserta IVCA yang berasal dari 40 negara. Mereka akan mengendarai sepeda klasik ke desa-desa di kawasan Prambanan.

Rombongan pengonthel IVCA 2026 itu pun menyita perhatian masyarakat desa sekitar Prambanan. Mereka juga antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diadakan di setiap desa.

Saat berada di desa Kemudo, para peserta IVCA 2026 menikmati suguhan musik gamelan, makanan, tarian dan permainan tradisional. Bahkan, duta besar, sekda dan bupati, sempat merasakan pengalaman membatik, dengan menorehkan goresan unik pada satu lembar kain.

Gelaran IVCA 2026, rencananya akan berlanjut pada hari Minggu, (24/5/2026) mendatang. Para peserta akan berbaur dengan sekitar 15 ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Rencananya, mereka akan menyusuri desa sekitar Prambanan dengan rute sekitar 26 kilometer.***(Adv)

BACA JUGA: Belajar Bertani dari Dasar, Akhirnya Hidupkan Ketahanan Pangan dari Lahan Kosong di Delanggu Klaten atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 21 Mei 2026 oleh

Tags: bersepeda di klatenbersepeda di prambanancandi prambananivcaivca 2026klatenpilihan redaksiprambananSepeda Onthelwisata jatengwisata jawa tengahwisata klaten
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO
Catatan

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
WNI tergabung ke GSF menuju Gaza diculik militer Israel dan renungan kegagalan pemerintah dunia hentian genosida Palestina MOJOK.CO
Kabar

Di Balik Penculikan WNI-GSF oleh Militer Israel: Sipil Berlayar karena Pemerintah Dunia Gagal Stop Genosida Palestina

19 Mei 2026
Anak Jakarta vs Anak Kabupaten.MOJOK.CO
Urban

4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off

19 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
In this economy, melarisi pedagang lansia yang lapaknya sepi tidak bikin kita rugi MOJOK.CO

Melarisi Pedagang Lansia Sepi Pembeli meski Tak Selera: Harga Recehan Tak bikin Saya Rugi tapi Bagi Mereka Sangat Berarti

21 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.