Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
7 April 2026
A A
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO

Ilustrasi Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jalan-jalan ke Deles Indah, Klaten untuk yang kedua kalinya membuat saya takjub. Seiring berjalannya waktu, daerah ini berubah menjadi “harapan”. Dulu, ia kerap diremehkan dan seolah tertinggal dari daerah sekitar yang lebih populer seperti Jogja atau Solo. Kini, kota dengan julukan 1001 Umbul ini berhasil menunjukkan taringnya.

Klaten sendiri adalah salah satu daerah yang sejak dulu ingin saya sambangi. Saat kerja di Jakarta dulu, saya kerap terkesima dengan keindahan Klaten. Malahan, alih-alih pulang kampung ke Surabaya, saya lebih ingin mengunjungi Klaten untuk liburan karena sudah muak lihat gedung-gedung tinggi dan ingin cuci mata dengan yang ‘hijau-hijau’.

Oleh karena itu, mata saya selalu terbelalak saat melihat pemandangan asri Klaten di balik jendela kereta dari Jakarta menuju Surabaya. Dan akhirnya, mimpi saya ke Klaten keturutan sejak merantau di Jogja. Malah kini sering bolak-balik ke sana untuk bekerja.

Nasib Klaten yang selalu diremehkan 

Salah satu tempat yang menjadi jujugan saya adalah Deles Indah, objek wisata yang terletak di lereng sebelah timur kaki Gunung Merapi. Karena waktu tempuhnya sekitar 45 menit dari Kaliurang, saya kira lokasinya masih di Jogja tapi saya salah.

Lokasi pastinya berada di desa Sidorejo, Klaten. Hampir saja saya membuat nasib Deles Indah seperti Candi Borobudur yang sering disangka orang ada di Jogja, padahal lokasinya ada di Kabupaten Magelang. 

Kesalahpahaman itu sering terjadi karena daerah tersebut berdekatan dengan Jogja atau Solo yang lebih populer sebagai tempat wisata. Padahal, wisata di Klaten kini tak kalah populer. Melansir dari laman resmi Klaten, Kabupaten Klaten kini menempati posisi ke-2 sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi di Provinsi Jawa Tengah.

Spot foto di Pos 3. MOJOK.CO
Salah satu spot foto di Bukit Argobelah, Deles Indah. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Selama libur Lebaran 2026 kemarin (13 Maret hingga 28 Maret), jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Klaten mencapai 555.460 orang mengalahkan Wonosobo, Jogja, dan Solo. Sementara, peringkat pertama adalah Kabupaten Kebumen.

“Angka (kunjungan) itu meningkat 11 persen dibandingkan tahun lalu, sekaligus menempatkan Klaten pada peringkat dua tujuan wisata di Jawa Tengah,” jelas Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo melalui laman instagramnya @hamenang, pada Jumat (03/04/2026).

Ia menjelaskan ada 5 destinasi wisata populer yang dikunjungi, antara lain Kompleks Candi Prambanan, Rowo Jombor, Umbul Pelem, Umbul Kemanten, dan Objek Mata Air Cokro. 

Deles Indah, Klaten yang semakin viral

Meskipun Deles Indah tak masuk ke dalam daftar 5 wisata populer tadi, saya menyaksikan langsung transformasi pembangunan yang ada. Setahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya mendaki ke Deles Indah setelah diterima sebagai karyawan di Jogja.

Saat itu, suasana Deles Indah tidak seramai sekarang. Belum banyak warung maupun kafe yang buka. Bahkan sekarang mulai dibangun campground, masjid, hingga rumah makan dengan area yang luas. Ada pula “pelari kalcer” dan pesepeda yang mendaki Deles Indah sambil ngonten.

Salah satu pendiri kedai Gligir Gumuk berujar baru beberapa bulan ini membangun gubug kayu di sekitar pos V—arah pulang menuju gerbang masuk wisata Deles Indah. Menu kedainya terdiri dari berbagai minuman, mulai dari es teh, es jeruk, dan wedang, serta mendoan. Harganya pun masih normal saat saya beli.

Kafe Gligir Gumuk Deles Indah. MOJOK.CO
Kafe Gligir Gumuk Deles. (Ega Fansuri/Mojok.co)

“Saya bawa bahan-bahannya ke sini pakai sepeda motor Vario, bisa kok dipakai naik karena sudah dilatih,” katanya, Sabtu (4/4/2026) saat saya tanya soal rekomendasi motor yang ia gunakan karena Mio karbu saya susah dikendarai di tanjakan.

Program pembangunan semakin digenjot

Sejujurnya, akses dari Sleman menuju Deles Indah tak begitu sulit. Jalannya pun sudah mulus, tapi memang menanjak. Namun, kunjungan kedua saya bulan ini sedikit mencemaskan karena rute yang saya pilih di Google Maps berbeda dengan rute pertama kali saya ke sana.

Iklan

Salah satunya saat melewati jalan berbatu dan berkubang di sekitar Bendungan Kendalsari, Kecamatan Kemalang, Klaten. Sebab teman saya yang mengendarai motor BeAt hampir jatuh karena bagian bawah motornya menatap bebatuan jalan dan nyaris menabrak pengendara motor sekitar. 

Untungnya, ia tidak terluka sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan yang butuh waktu sekitar 17 menit sebelum tiba. Selain motoran, wisatawan juga bisa naik commuter line (KRL) dari Jogja ke Klaten dengan harga tiket Rp8 ribu. Waktu tempuhnya pun tak sampai satu jam.

Terbukti, Kota 1001 Umbul ini kian menggeliat. Rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) pun kian masif digalakan hingga 2029, yang terdiri dari 10 program prioritas. Salah satunya, bela beli produk UMKM, perizinan mudah, dan perluasan lapangan kerja, hingga dalan alus, padang, dan banyu lancar. 

Pada akhirnya, Klaten, daerah yang dulunya dianggap tertinggal, kini sukses mengalahkan Jogja dan Solo. Selain menawarkan berbagai tempat wisata, Klaten juga memiliki kuliner yang punya cita rasa manis dan gurih. Cocok untuk kalian yang katanya ingin healing maupun slow living. 

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Bukit Argobelah: Tempat Terbaik Melihat Pemandangan Gunung Merapi dari Dekat, Tak Sampai Satu Jam dari Jogja Bisa Dapat Ketenangan Batin atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 7 April 2026 oleh

Tags: Bukit Argobelahdeles indahdesa untuk slow livingjawa tengahJogjaklatenKota 1001 Umbulsolo
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO
Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO
Kilas

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kerja sama dengan Australia. MOJOK.CO

Satu Dekade Jogja dengan Melbourne Symphony Orchestra: Bukti Orkestra Nggak Melulu Kaku bahkan Bisa Dinikmati Sambil Lesehan

15 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.