Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Mengenal ChatGPT, Benarkah Bakal Akhiri Era Google?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
24 Januari 2023
A A
chatgpt mojok.co

Ilustrasi chat (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Aplikasi ChatGPT menawarkan pengalaman berbeda saat melakukan pencarian di internet. Jawaban atau hasil pencarian yang diberikan, diklaim lebih beragam, intuitif, dan manusiawi, sehingga kehadirannya diprediksi bisa mengakhiri era Google. Tapi, sebenarnya apa itu ChatGPT?

Belakangan, warganet ramai dengan video penggunaan aplikasi ChatGPT yang beredar di TikTok. Dalam video tersebut, ChatGPT digunakan untuk menjawab berbagai pertanyaan, termasuk soal ujian matematika.

Iklan

Sepintas, ChatGPT mirip dengan aplikasi chatting seperti Whatsapp ataupun Telegram. Yang membedakan, percakapan ini dibalas oleh robot percakapan otomatis (chatbot) yang menjawab pertanyaan dengan opsi lebih beragam dan mendalam. Pendeknya, aplikasi ini mirip perpaduan antara chat dan mesin pencarian.

Mengenal ChatGPT

Melansir laman CBS News, ChatGPT sendiri diketahui sebagai chatbot yang dibuat berdasarkan model bahasa GPT-3.5, sehingga menggunakan pembelajaran mendalam untuk menghasilkan teks mirip manusia.  Ia dikembangkan oleh OpenAI, perusahaan riset nirlaba bikinan Elon Musk yang berbasis di California, AS.

Chatbot terobosan ChatGPT OpenAI ini diklaim mampu memberikan jawaban alami untuk banyak pertanyaan, laiknya “guru pribadi yang mengetahui hampir segalanya”. Dengan demikian, aplikasi ini dapat memberikan informasi dan menjawab berbagai pertanyaan via percakapan (chatting).

Kendati demikian, ChatGPT diklaim dapat melakukan lebih dari sekadar menawarkan percakapan. Melansir laman resminya, karena dilatih oleh kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, ia juga telah dilengkapi dengan kemampuan untuk mengoreksi tata bahasa, hingga meringkas teks yang sulit menjadi konsep yang lebih sederhana.

Adapun, beberapa fitur yang terdapat dalam Chat GPT antara lain:

  • Jawaban pertanyaan
  • Memecahkan persamaan matematika
  • Menulis teks (artikel akademik dasar, teks sastra, naskah film, dll.)
  • Debug dan perbaiki (misalnya, deteksi dan perbaiki kesalahan di blok kode apa pun)
  • Terjemahan antarbahasa
  • Meringkas teks dan mendeteksi kata kunci dalam teks
  • Klasifikasi
  • Membuat rekomendasi
  • Menjelaskan apa yang dilakukan sesuatu (misalnya, menjelaskan apa yang dilakukan blok kode)

Sementara untuk menggunakan ChatGPT juga cukup mudah, pengguna hanya perlu melakukan langkah-langkah berikut ini:

  • Buka situs web openai.com di komputer atau gawai kalian.
  • Jika sudah memiliki keanggotaan OpenAI, klik tombol “Masuk” dan masuk ke akun Anda.
  • Namun, bagi Anda yang belum memiliki akun, daftar dengan tombol “Daftar”.
  • Langkah terakhir, Anda bisa menggunakan ChatGPT dari layar obrolan yang terbuka setelah masuk ke akun Anda.

Benarkah bakal akhiri era Google?

Kehadiran ChatGPT oleh sejumlah pihak dinilai bakal mengakhiri era monopoli kejayaan Google. Hal ini mengingat beragam hal yang bisa dilakukan oleh ChatGPT, seperti menulis esai kompleks,  menuliskan kode pemrograman secara instan, bahkan menuliskan puisi dan lelucon—yang masih sulit dilakukan layanan Google.

Gmail Developer, Paul Buchheit, mengatakan Google mungkin tak akan lagi memonopoli pencarian online karena hadirnya ChatGPT.

“Google, mungkin akan bertahan satu atau dua tahun lagi dengan kehadirannya,” kata Buchheit, dikutip dari New York Post, Selasa (24/1/2023).

“AI akan menghilangkan halaman hasil mesin pencari, di mana mereka [Google] menghasilkan sebagian besar uang mereka,” sambungnya.

Lebih lanjut, menurut Buchheit, bahkan jika Google ingin mengejar teknologi artificial intelligence (AI)—sebagaimana dilakukan ChatGPT—mungkin mereka tak sepenuhnya bisa menggunakannya lantaran Google harus mengubah total bisnisnya.

Seperti diakui pengembangnya, Elon Musk, ChatGPT sendiri memang bekerja dengan menerapkan algoritma Reinforcement Learning from Human Feedback (RLHF), yang mana algoritma tersebut bekerja berdasarkan tanggapan manusia. Nantinya, hasil algoritma ini ditampilkan dalam antarmuka berupa obrolan intuitif, sehingga membuatnya terlihat lebih manusiawi dibandingkan mesin telusur.

Iklan

Misalnya, seperti dicontohkan Musk, jika selama ini kita mencari “Berapa dosis maksimal vitamin D per hari”, maka mesin telusur akan memberikan hasil berupa tautan ke link, seperti Healthline.com, yang kemudian pengguna akan membaca laman tersebut.

“Namun saat mengajukan pertanyaan kepada OpenAI, maka Anda akan menemukan jawaban yang sudah dirumuskan dari berbagai disertasi yang mendalam,” kata Musk.

Meski demikian, pihak OpenAI mengaku masih ragu apakah ChatGPT yang mereka kembangkan akan bisa menyingkirkan Google. Ini mengingat Google merupakan mesin pencari yang saat ini paling populer di dunia, dengan pangsa pasar lebih dari 90 persen.

“Tidak mungkin satu mesin pencari, seperti ChatGPT, bisa menggantikan Google,” tulis pernyataan resmi OpenAI, sebagaimana dikutip dari Independent, Selasa (24/1/2023).

OpenAI menyebut, kehadiran ChatGPT mungkin bakal menjadi pilihan alternatif pengguna tertentu yang menginginkan pengalaman berbeda saat browsing. Namun, kalau dibilang “mengakhiri”, kata OpenAI, ini terlalu berlebihan.

Menurut mereka, Google memiliki basis data yang luas dari situs web yang diindeks dengan berbagai fitur dan alat. Dengan demikian, Google mampu melakukan pencarian berupa gambar, peta yang menjadikannya sumber berharga bagi pengguna.

Sementara ChatGPT dan model bahasa tingkat lanjut lainnya, kata OpenAI, memiliki potensi untuk menawarkan kemampuan unik dan pengalaman pengguna yang lebih personal.

“Ini bisa menjadikannya alternatif yang menarik bagi pengguna tertentu, terutama mereka yang mencari pengalaman pencarian yang lebih intuitif dan komunikatif,” tegasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA AI Tetap Lebih Menggoda Ketimbang Anya Geraldine

Terakhir diperbarui pada 24 Januari 2023 oleh

Tags: AIaplikasichatbotchatgptgoogle
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

siswa sekolah.MOJOK.CO
Sekolahan

Sisi Lain AI yang Melemahkan Nalar Siswa: Kesulitan Calistung, Tak Bisa Membaca Jam, hingga Sulit Mengingat Materi Pelajaran

17 Juni 2026
Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya MOJOK.CO
Esai

Kita Sibuk Menertawakan Baby Boomer yang Tertipu AI, Padahal Gen Alpha Punya Masalah yang Lebih Berbahaya

12 Juni 2026
Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal MOJOK.CO
Esai

Janji Bodong Revolusi Industri: Aplikasi AI Mulai Membantai Pekerja Kreatif Lokal

18 Mei 2026
Mahasiswa gen Z kuliah malas baca jadi brain rot
Sekolahan

Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ragam karya dan pertunjukan dalam Ars Longa: Generatio sebagai pembuka Trilogi Seni ARTJOG MOJOK.CO

Ragam Karya dan Pertunjukan dalam “Ars Longa: Generatio” sebagai Pembuka Trilogi Seni ARTJOG

24 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
AUBMO Selamatkan Hidup Mahasiswa penerima KIP-K di Unair. MOJOK.CO

Di Balik Skandal Korupsi Rp103 Juta, AUBMO Menyelamatkan Hidup Mahasiswa Penerima Beasiswa yang Merantau

23 Juni 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Wisata air Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah akan dikembangkan. Ada investasi dari Cilacap hingga Jepang MOJOK.CO

Rawa Pening Kabupaten Semarang bakal Jadi Wisata Unggulan Jateng, Tawarkan Rumah Makan Apung-Keramba

25 Juni 2026
Cerita awardee Beasiswa LPDP University of Edinburgh, Skotlandia, pilih pulang ke Indonesia untuk bangun bisnis brand tas kerja lokal MOJOK.CO

Pulang Kuliah dari Skotlandia Pilih Bisnis Tas Lokal di Indonesia: Buka Lapangan Kerja hingga Terlibat Pemberdayaan Perempuan

29 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.