Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Sejarah UNY yang Dulunya Fakultas di UGM

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 September 2023
A A
Sejarah Kampus UNY yang Dulunya Pecahan UGM MOJOK.CO

Ilustrasi Sejarah Kampus UNY yang Dulunya Pecahan UGM. (Uny.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Sejarah UNY ternyata tidak lepas dari UGM. Berawal dari fakultas di Bulaksumur yang peminatnya sangat tinggi kemudian memisahkan diri menjadi IKIP Yogyakarta.

Ketika menjadi mahasiswa baru Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 2017 lalu, saya kerap mendapat omongan bahwa kampus saya tersebut merupakan “anak dari UGM”. Disebut demikian, lantaran UNY memang pernah menjadi bagian dari UGM.

Tiap tahun, legenda tersebut terus diceritakan secara turun temurun. Respons mahasiswa baru pun amat beragam. Ada yang sudah tahu soal cerita itu, tapi tak sedikit juga yang kaget.

Lantas, seperti apa asal-usul UNY sendiri? 

Sejarah UNY, dulunya bagian dari salah satu fakultas di UGM

Pada 1949 UGM lahir. Di awal pendiriannya, kampus ini terbagi menjadi enam fakultas, yakni Fakultas Kedokteran, Fakultas Hukum, Fakultas Teknik, Fakultas Sastra dan Filsafat, Fakultas Pertanian, dan Fakultas Kedokteran Hewan.

Kala itu, kegiatan perkuliahan masih berlangsung di lingkungan Keraton Yogyakarta, tepatnya di area Siti Hinggil (Sitinggil) dan Pagelaran. Barulah pada 1951 pembangunan kampus fisik di Bulaksumur mulai berlangsung.

Saat kampus Bulaksumur siap, UGM kembali membuka beberapa fakultas lagi, termasuk Fakultas Pedagogik pada 19 September 1955. Pada waktu itu, fakultas ini membidangi dua bagian, yakni Bagian Pendidikan dan Bagian Pendidikan Jasmani.

Pendaftar fakultas ini ternyata cukup ramai, sehingga kemudian dibagi lagi menjadi tiga fakultas pada 1962. Fakultas baru itu terdiri dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Djasmani (FPD), dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Namun, pada 1963 FPD masuk ke dalam lingkungan Departemen Olahraga dan menjadi Sekolah Tinggi Olahraga (STO).

Banyak peminat, memisahkan diri dari UGM

Memasuki 1960-an, jurusan keguruan makin banyak peminatnya. Hal ini seturut dengan tuntutan terhadap dunia pendidikan yang semakin tinggi, sehingga permintaan tenaga pengajar juga alami kenaikan. Imbasnya, jumlah mahasiswa FKIP UGM pun tercatat sangat tinggi, mencapai 1.469 orang pada 1962.

Sejarah UNY berlanjug saat pemerintah juga menerbitkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 92 Tahun 1962 tentang pendirian Institut Pendidikan Guru (IPG).

Hanya berselang dua tahun, pemerintah memutuskan untuk menyatukan FKIP UGM dan IPG menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Yogyakarta pada 21 Mei 1964. Belakangan, FIP UGM juga masuk ke dalam IKIP Yogyakarta.

Melansir laman resmi uny.ac.id, IKIP Yogyakarta inilah yang di kemudian hari menjadi cikal bakal UNY. Tiap 21 Mei civitas akademika UNY memperingatinya sebagai Hari Ulang Tahun (HUT) UNY.

Pada akhir 1990-an berubah menjadi UNY

Pada masa awal pendiriannya, IKIP Yogyakarta memiliki lima fakultas, yakni Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE), Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), dan Fakultas Keguruan Teknik (FKT).

Kampus baru ini juga belum memiliki gedung perkuliahan sendiri. Sehingga, kegiatan perkuliahan masih menumpang di gedung-gedung milik UGM. Juga di berbagai sekolah negeri (SD, SMP,dan SMA) di Yogyakarta, dan bangunan milik Keraton Kesultanan Yogyakarta.

Iklan

Memasuki 1970-an, IKIP Yogyakarta memulai menggunakan gedung perkuliahan baru di Karangmalang, lokasi UNY saat ini. Sejak saat itu, perkembangannya pun terlihat begitu pesat.

Misalnya, mulai dengan pendirian Perpustakaan Pusat IKIP Yogyakarta pada 1971, penggunaan sistem SKS pada 1972, penggabungan STO ke IKIP Yogyakarta pada 1977, hingga pembukaan program S2 sejak 1980-an awal.

Akhirnya, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 93 Tahun 1999 IKIP Yogyakarta mendapat perluasan mandat menjadi universitas. Sejak saat itu namanya pun berubah menjadi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) hingga sekarang.

Kini, UNY punya sembilan fakultas. Antara lain Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Fakultas Ilmu Sosial, Hukum dan Ilmu Politik (FISHIPOL), Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), Fakultas Bahasa, Seni dan Budaya (FBSB), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Vokasi, dan Sekolah Pascasarjana.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Riwayat UGM Cabang Magelang, Kampus Seteru PKI yang Mati Muda

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: Sejarah UNYUGMUniversitas Negeri Yogyakartauny
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO
Kabar

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026
Frugal Living, healing, MOJOK.CO
Sehari-hari

Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik

26 Mei 2026
Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM MOJOK.CO
Sekolahan

Usia 68 Tahun Merasa Gaptek dan Tertinggal dari Anak Muda demi Gelar S2, Akhirnya Lulus dengan IPK 3,98 di UGM

22 Mei 2026
Anak tunggal dari pengusaha toko kelontong diterima di UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Lolos UGM Justru Dilema karena Tak Tega Tinggalkan Ibu untuk Merantau dan Buka Toko Kelontong Sendirian

21 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.