Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Memori

Riwayat UGM Cabang Magelang, Kampus Seteru PKI yang Mati Muda

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
17 September 2023
A A
Riwayat UGM Cabang Magelang, Kampus Seteru PKI yang Mati Muda MOJOK.CO

Bekas Kampus UGM Cabang Magelang. (Afiko/Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Universitas Gadjah Mada alias UGM, dulunya tak hanya berlokasi di Bulaksumur dan Sekip saja, seperti yang kita kenal sekarang ini. Kampus tersebut, ternyata sempat punya cabang di Magelang. Namun, pendiriannya sendiri lebih bersifat politis karena UGM Cabang Magelang ingin membendung ideologi komunisme yang disebarkan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ceritanya pada awal 1960-an, situasi politik di Indonesia memang sedang bergejolak. Gesekkan antara kubu nasionalis, agamis, dan komunis terus terjadi. Termasuk di Yogyakarta dan kota-kota sekitarnya, seperti Magelang.

Iklan

Komunisme, di bawah bendera PKI, punya pengaruh besar di wilayah ini. Buktinya pada awal 1960-an, Walikota Magelang yang berhaluan kiri, Argo Ismoyo (1958-1965) sempat mendirikan Universitas Rakyat (UNRA) Borobudur.

Kampus tersebut rencananya sebagai tempat pendidikan bagi calon kader PKI. Mirip-mirip dengan UNRA Mataram di dekat Pasar Ngasem, Yogyakarta, pada masa lalu.

Buat membendung gerak PKI tersebut, pihak militer tak tinggal diam. Mereka pun menyulap kampus swasta yang dikelola yayasan Perguruan Tinggi Magelang (PTM)—diketuai Bupati Magelang kala itu yang berhaluan kanan—menjadi PTN.

Pihak militer pun melibatkan UGM. Alhasil, berdasarkan SK Menteri PTIP No. 181 Tahun 1963, perguruan tinggi swasta tersebut berubah status menjadi PTN dengan nama “UGM Tjabang Magelang”. Lokasinya sendiri terletak di Kompleks Bakorwil II Magelang, Jalan Pangeran Diponegoro, Cacaban—10 menit perjalanan dari pusat kota Magelang.

UGM Cabang Magelang punya tiga fakultas

Dalam SK tersebut cuma menyebut “status negeri hanya pada bidang akademisnya saja, sedangkan bidang administrasi, personil, dan keuangan tetap menjadi tanggung jawab Yayasan PTM”.

Namun, berkat keterampilan para pimpinannya, termasuk dari pimpinan UGM pusat, secara cepat UGM Cabang Magelang mendapat personil dan cipratan dana dari pemerintah. Menurut beberapa sumber, UGM Cabang Magelang juga mendapat pembiayaan dari Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) atau yang sekarang Akmil Magelang.

Pada awal berdiri, mereka memiliki dua fakultas yaitu Fakultas Ekonomi dan Fakultas Hukum. Kemudian pada 1964, mereka membuka Fakultas Teknik Bagian Sipil.

Meskipun cepat berkembang, mereka juga cepat layu. Oleh karena pendiriannya atas alasan politis buat melawan PKI, saat komunisme Indonesia runtuh pada 1965 kampus juga ini mulai kehilangan hasrat buat lanjut.

Akhirnya, pada 1978 UGM Cabang Magelang resmi tutup. Selama 15 tahun beroperasi, ada 1.855 mahasiswa yang pernah terdaftar di sini.  

Baca halaman selanjutnya…

Kini bukan aset milik UGM lagi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 17 September 2023 oleh

Tags: PKIriwayat ugmUGMUGM Cabang Magelang
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mila lulusan Fapet UGM. MOJOK.CO
Sekolahan

Dobrak Keraguan Perempuan Tak Pantas Jadi Peternak, Alumnus Fapet UGM Ini Berhasil Raih Rp700 Juta di Tuban

29 Juni 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO
Kabar

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026
UGM.MOJOK.CO
Sekolahan

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO
Sekolahan

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Derita memelihara dan menyayangi kucing sepenuh hati di desa. Anabul dianggap hewan goblok MOJOK.CO

Sulitnya Memelihara dan Menyayangi Kucing di Desa: Dianggap Aneh dan Nggak Guna, Anabul Hadapi Hinaan dan Racun Tetangga

24 Juni 2026
Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja MOJOK.CO

Gojek Hadirkan Kurasi Jalan Jajan di Aplikasi dan Latih 500 Mitra Driver Lewat Program Sadar Wisata Bersama Pemkot Jogja

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.