Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Utang Tak Dibayar Lebih Berbahaya Ketimbang Memilih Pemimpin Nonmuslim

Tri Khidayanti oleh Tri Khidayanti
20 Maret 2017
A A
Utang Tak Dibayar Lebih Berbahaya Ketimbang Memilih Pemimpin Nonmuslim

Utang Tak Dibayar Lebih Berbahaya Ketimbang Memilih Pemimpin Nonmuslim

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Denger-denger Mojok mau tutup ya? Ah tutup tidaknya Mojok toh juga tidak berimplikasi kepada perkembangan asmara saya yang masih begitu-begitu saja. Tetapi sebagai salah seorang jamaah Mojokiyyah kaffah pemula, setidaknya saya berusaha urun karya walau entah dimuat atau tidak. Hanya Tuhan dan redaktur Mojok yang tahu.

Kemarin ketika membuka gawai dan browsing-browsing cantik, mak tratap, saya disajikan sebuah artikel berita yang bikin ngelus dada ngelus dada. Itu bukan berita macan unyu-unyu yang sudah almarhum itu. Juga bukan berita mas-mas yang nekat bunuh diri lantaran ditinggal minggat istrinya. Itu adalah berita tentang utang, dengan judul “Tagih Utang Lewat Facebook, Pengusaha di Mataram Jadi Tersangka”.

Bagaimana kisah sebagaimana tergambar pada judul itu terjadi? Berita tersebut juga membagi kronologinya. Alkisah, si pemberi utang, sebut saja si D, menagih utang kepada temannya, sebut saja si U. Lantaran SMS dan telepon selalu tidak nyambung, si D akhirnya mencari alternatif lain supaya bisa menghubungi U. Lho kok si U ini lagak-lagaknya aktif nian di jagat fesbuk, tak ambil pusing dengan si D mengirimi pesan pribadi, sekali lagi pesan pribadi, menanyakan perihal pembayaran utang.

Yang terjadi kemudian bukan sesuatu yang D sangka. U dengan songongnya malah melaporkan D atas tindakan penghinaan dan pencemaran nama baik ke polisi dengan tuduhan melanggar Pasal 27 ayat 3 UU ITE.

Seseorang nagih utang yang memang haknya. Lewat pesan pribadi, bukan membuat status yang menandai (tagging) atau menulis di dinding fesbuknya si pengutang. Gaes, ini nagih utang lho, bukan nyebar hoax atau jadi admin di grup pedofil. Bayar pengacara saja bisa, lha kok bayar utang tidak bisa?

Sabar, Mas D, ini ujian!

Jamaah Mojokiyyah yang dirahmati Allah SWT. Terlepas dari bagaimana cara menagihnya, pada dasarnya ada etika yang harus diperhatikan seorang penagih utang. Misalnya dengan bertandang silaturahmi; karena bisa jadi si peminjam mengalami sesuatu hal sehingga belum bisa membayar. Tetapi si peminjam juga harus sadar diri bahwasanya setiap utang harus dibayar atau dilunasi. Jangan ketika minta utangan memasang wajah macan Cisewu, giliran harus bayar atau ditagih, muka berubah jadi seperti macan Cisewu part 2:  yang ditagih lebih galak daripada yang nagih.

Soal utang piutang, syahdan Rasulullah SAW pernah didatangi para sahabat yang meminta beliau menyolatkan jenazah. Maka, beliau bertanya, “Apakah dia memiliki utang?”, mereka menjawab, “Tidak,” dan Nabi pun menyalatkannya. Lalu, ketika datang jenazah yang lain, Nabi SAW kembali bertanya, “Apakah dia memiliki utang?”, mereka mengatakan, “Iya.” Nabi berkata, “Salatkanlah saudara kalian,” Abu Qotadoh pun berkata, “Aku yang menanggung utangnya, Wahai Rasulullah.” Maka Nabi pun menyalatkannya.

Kenapa perihal utang sangat krusial? Salah satu hadis menjelaskannya. “Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan utangnya hingga dia melunasinya” (H. R. Tirmidzi) atau “Barangsiapa yang rohnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: sombong, ghulul [khianat], dan utang, dia akan masuk surga” (H. R. Ibnu Majah).

Jamaah Mojokiyyah di mana pun Anda berada.

Saya yakin semua orang memiliki utang. Ada yang sudah dibayar (alhamdulillah), ada pula yang hendak dibayar atau hendak dilupakan. Termasuk apabila ketika sekolah dulu, Anda jajan di kantin, makan gorengan lima, tapi bilang cuma tiga. Itu juga termasuk utang yang kelak akan dipertanggungjawabkan jika belum dilunasi.

Utang memang tidak melulu tentang uang, janji yang belum dilunasi pun termasuk utang. Jadi, saya harap para pasangan yang masih pacaran, hambok plisss jangan ngasih janji-janji palsu. Kalau tidak dilunasi, pertanggungjawabannya berat di akhirat nanti. Dan si pemberi utang pun perlu mengingatkan pihak yang berutang untuk melunasi kewajibannya. Termasuk di dalamnya para kekasih yang doyan PHP hingga pejabat yang mulutnya manis saat kampanye.

Itulah kenapa, salah satu pekerjaan yang sebenarnya mulia tapi kenyataannya malah disia-sia adalah pekerjaan penagih utang atau debt collector. Para debt colletor itu sebenarnya berusaha membuat kita bisa masuk surga tanpa terhalang tanggungan utang yang belum terbayarkan. Mulia sekali, bukan? Saran saya, ketika ketemu para debt collector, mending disalami, disenyumi. Kalau bisa ucapkan terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.

“Mas, terima kasih lho dah dibantu untuk masuk surga. Saya tahu pekerjaan Mas sarat pahala dan mantap jiwa. Semoga Allah Swt. selalu menaungi hidayah kepada Mas dan rekan-rekan sejawat.” (Dan si Mas Debt Collector-nya membatin, “Oh, bocah edan.”)

Iklan

Jamaaah Mojokiyyah yang semoga dimudahkan dalam melunasi utangnya.

Jika setelah membaca tulisan ini Anda lantas mendapat hidayah, tiba-tiba ingat semua utang dari dulu sampai sekarang, datangnya hidayah itu ialah dari Allah. Tapi, jika setelah membaca tulisan ini Anda masih biasa-biasa saja, itu salah kalian sendiri. Namun, jangan lupa: segera lunasi utang. Memilih pemimpin nonmuslim bisa membuat jenazah tidak disalati, tapi tidak membayar utang bisa membuat roh melayang-layang penasaran.

Dengan demikian, kepada mas-mas patjar seluruh Indonesia yang selalu menjanjikan mau ngelamar tahun depan tapi kuliah nggak diselesai-selesaikan juga, apa kamu belum takut setelah baca tulisan ini?

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2018 oleh

Tags: featuredhadismacan cisewunabi muhammadutang
Tri Khidayanti

Tri Khidayanti

Artikel Terkait

Tips hadapi teman toxic dalam pertemanan: tidak akrab tapi selalu datang kalau ada butuhnya MOJOK.CO
Catatan

Lepas dari Teman Tak Akrab yang Selalu Merepotkan pas Ada Butuhnya, Dibenci tapi Perasaan Tidak Enakan Lebih bikin Rugi!

13 Mei 2026
Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada MOJOK.CO
Tajuk

Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada

11 Mei 2026
Tidak memberi utang saat teman pinjam uang selalu dicap jahat dan dijauhi dari pertemanan MOJOK.CO
Sehari-hari

Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat

8 Mei 2026
menikah dengan keluarga pasangan yang terlilit utang.MOJOK.CO
Sehari-hari

Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

8 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.