Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Esai

Sudah Benar, Tambang Batu Bara Harus Dipegang Ormas Keagamaan Terutama PBNU!

Ibil S Widodo oleh Ibil S Widodo
7 Juni 2024
A A
PBNU Memang Sudah Benar Mengurus Tambang Batu Bara MOJOK.CO

Ilustrasi PBNU Memang Sudah Benar Mengurus Tambang Batu Bara. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PBNU mengajukan izin tambang batu bara karena butuh, meskipun sebenarnya NU mungkin belum tentu. Namun percayalah, PBNU pasti menjalankan prinsip-prinsip syariat dalam mengelola tambang. Jika ada kesalahan ke depan, wajar saja, manusia tempatnya salah dan lupa.

Mari sejenak kembali ke bulan Desember 2021. Saat itu, pada Muktamar Nahdlatul Ulama, Presiden Jokowi berjanji akan bagi-bagi konsesi tambang kepada organisasi keagamaan. Presiden Jokowi berjanji memberikan IUP, berupa tambang batu bara, nikel, maupun tembaga kepada NU, atau sebaiknya kita sepakati saja janji Jokowi kepada PBNU. 

NU itu terlalu besar untuk menerima barang remeh macam tambang batu bara. Rasanya pun para pendiri NU juga tidak meniatkan mendirikan jam’iyah ini untuk mengurus tambang. 

Para pendiri ingin NU menjadi mercusuar, untuk menjaga nilai-nilai dalam beragama, berbangsa, bernegara, termasuk perdamaian dunia. Begitu kan yang terejawantahkan pada lambangnya.

Bukan Presiden Jokowi namanya kalau tidak menepati janji. Presiden kecintaan umat ini merealisasikan janjinya dengan merevisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara menjadi PP Nomor 25 Tahun 2024 pada 30 Mei 2024. PP ini mengatur organisasi massa atau organisasi keagamaan berkesempatan untuk memiliki WIUPK. 

Banyak yang menduga kalau pemberian izin tambang batu bara kepada PBNU berhubungan dengan Pilpres 2024. Tantu saja dugaan itu keliru. PBNU itu berintegritas, mereka tidak akan menjual NU demi kepentingan politik. Salah besar itu. Jika Anda berpikir seperti itu maka segera melaksanakan pertobatan yang serius. 

PBNU cerdas, bernas, dan trengginas menangkap tambang batu bara

Setiap ormas tentu wajar jika berbeda-beda sikapnya terhadap karpet merah yang diberikan Presiden Jokowi. Hal itu wajar. Lumrah. Dan tidak perlu diperdebatkan. 

Bahwa kemudian PBNU menjadi terdepan dan pertama yang meminta izin tambang batu bara dari pemerintah, itu bukan kesalahan, melainkan kecerdasan dan sikap tanggap atas peluang yang hadir di depan mata. Jangan sampai peluang menjadi mubazir, karena seseorang yang suka mubazir itu jadi kawannya setan.

Banyak media yang menjadikan dhawuh Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf yang memantik sentimen negatif netizen. Misalnya “PBNU Sudah Ajukan Izin Kelola Tambang: Wong Kami Butuh”. Kata “butuh” di sini dijelaskan oleh Gus Yahya bahwa PBNU membutuhkan dana untuk membiayai operasional berbagai program dan infrastruktur Nahdlatul Ulama. 

“Pertama-tama saya katakan, NU ini butuh, apapun yang halal, yang bisa menjadi sumber pendapatan untuk membiayai organisasi,” kata Gus Yahya seperti dikutip Tempo. Jika kalimat ini dipandang dengan negatif, akan memunculkan kebencian dan mungkin, mohon maaf, meminjam bahasa orang-orang Rembang, kok terkesan gragas. 

Baca halaman selanjutnya: Soal tambang baru bara, nggak mungkin PBNU nggak mikirin umat.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 7 Juni 2024 oleh

Tags: Bahtsul MasailGus YahyajokowiKH. Ridlwan AbdullahNahdlatul Ulamanahdliyinnupbnupbnu tambangtambangtambang batu baratambang pbnuyahya cholil staquf
Ibil S Widodo

Ibil S Widodo

Manusia bodoh yang tak kunjung pandai. Penulis di bolehmerokok.com.

Artikel Terkait

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Tarawih di masjid Jogja
Ragam

Berburu Lokasi Tarawih sesuai Ajaran Nahdlatul Ulama di Jogja, Jadi Obat Kerinduan Kampung Halaman di Pasuruan

18 Februari 2026
Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua MOJOK.CO
Esai

Awal Ramadan Ikut Muhammadiyah atau Pemerintah? Yang Lebih Dulu Puasa Wajib Kirim Kolak ke Orang Tua

18 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026
Sikap atau reaksi pekewuh dan basa-basi ala orang Jawa jadi karakter yang justru merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Sikap Pekewuh dan Basa-basi Ala Orang Jawa bikin Repot Diri Sendiri, Sialnya Tak Gampang buat Terus Terang

21 Mei 2026
Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja MOJOK.CO

Pesan President Jancukers Sujiwo Tejo untuk Mahasiswa Rojali di Jogja

17 Mei 2026
Job Hugging: Upaya Pegawai Merusak Perusahaan Toxic. MOJOK.CO

Bahaya Laten Pegawai Job Hugging: Kelihatannya Nurut dan Setia, padahal Menghancurkan Produktivitas di Tempat Kerja

21 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Jogja berbenah saat Jakarta alami kemunduran. MOJOK.CO

25 Tahun Adu Nasib di Jakarta sebagai Orang Gila Kerja, Ternyata Hidup Lebih Waras Saat Pindah ke Jogja

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.