Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
22 Januari 2026
A A
Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan MOJOK.CO

Ilustrasi Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menabung bukan soal numpuk cuan dan menjadi kaya, tapi mengunci rasa tenang di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian.

Dalam sebuah tulisan saya pernah menyebutkan kalau slogan “menabung pangkal kaya” itu sudah nggak lagi relevan. Apalagi kalau menabungnya di bank. 

Alasan saya adalah kenaikan inflasi sudah nggak terkejar lagi oleh bunga tabungan. Tapi, apakah tujuan menabung hanya perkara untuk menumpuk cuan dan kelak menjadi kaya? Kan tidak. Seiring waktu, rasa-rasanya, orang terlalu menyederhanakan bahwa value menabung hanya soal tentang menumpuk harta biar jadi kaya.  

Orang zaman dulu menabung dengan cara mengumpulkan bahan makanan di satu wadah atau tempat. Tujuannya supaya ketika datang cuaca ekstrem atau musim paceklik, mereka mampu bertahan. Inilah value utama dari tabungan, yaitu melahirkan rasa aman karena mereka dapat memastikan ketahan hidup dalam situasi yang sulit.

Di zaman sekarang, orang mencari rasa aman soal masa depan dengan berbagai instrumen keuangan yang begitu jelimet. Bahkan berisiko tinggi seperti trading saham, forex, dan crypto. 

Konten-konten soai itu berseliweran dan menarik banyak pihak. Tanpa sadar, mereka masuk ke dunia tersebut tidak dengan mental keuangan yang kuat. Motivasi awal ingin menciptakan rasa aman, tapi berubah secara instan menjadi ingin numpuk cuan dan cepat kaya.

Padahal, seperti yang saya bilang sebelumnya, kita bisa menciptakan rasa aman dengan cara paling sederhana, yaitu menabung. Tabungan ini memang ritual kecil, tapi pelan-pelan membuat seorang belajar mengatur emosi dan menciptakan situasi yang bebas dari rasa panik.

Baca juga Unpopuler Opinion: Menabung Adalah Sumber Kemiskinan dan Kejahatan pada Kemanusiaan

Menabung, cara sederhana menciptakan mental keuangan yang kuat

Banyak studi yang menyebutkan kalau tabungan adalah cara paling sederhana untuk menciptakan mental keuangan yang kuat bagi seseorang. Misalnya dengan menjadikan seseorang mampu menunda kepuasan. Menabung itu seakan “memaksa” otak manusia untuk belajar bahwa tidak mengikuti semua keinginan. Di sini terciptalah kemampuan meregulasi emosi.

Individu jadi lebih bijaksana dalam mengambil keputusan ekonomi. Hasilnya, kita bisa menghindari berbagai keputusan yang merugikan diri sendiri dan keluarga. Misalnya, tindakan gegabah, sikap impulsif, dan budaya fomo demi dapat cuan secara instan.

Kemudian, menabung juga melahirkan sikap yang tenang karena sudah punya pegangan ketika terjadi kondisi krisis. Apa yang ditabung menjadi semacam “oksigen tambahan” ketika polusi udara makin buruk.

Dalam kondisi tenang dan regulasi emosi yang baik, efek setelahnya membuat seseorang tidak mudah reaktif, tidak mudah panik, dan tidak parno dengan menafsirkan semua masalah yang datang sebagai ancaman antara hidup dan mati. Dan apabila menabung secara konsisten, seseorang bisa lebih siap menghadapi ketidakpastian. Itu akan menjadi fondasi utama dalam membentuk mental keuangan yang kuat.

Kampanye menjadi bapak yang bertanggung jawab dari Bapak2ID

Saya bersyukur, beberapa tahun terakhir ada salah satu akun Instagram bernama Bapak2ID. Sebuah akun yang rajin menularkan semangat menabung. Namanya memang tidak ada bau-bau finansial. Semata karena memang ini bukan akun finansial dapat cuan secara instan dengan bahasa rumus dan grafik yang rumit.

Seperti namanya, Bapak2ID ini menjadikan bapak-bapak sebagai identitas yang punya makna sosial. Yaitu sebagai bapak, suami, dan pria yang punya tanggung jawab. 

Iklan

Kalau kita mengaitkannya dengan konteks bertahan hidup, kewajiban para bapak untuk tahu soal menabung itu penting. Sebab, di sini, menabung bukan hanya soal strategi ekonomi, tapi juga tanda kedewasaan maskulinitas.

Ini tanda kalau seorang pria, apalagi bapak-bapak, bukan lagi manusia impulsif. Misalnya yang hidup dari gaji ke gaji. 

Bapak2ID membantu bapak-bapak menjadi manusia yang punya tanggung jawab personal untuk menciptakan rasa aman di masa depan bagi keluarganya. Artinya, menabung menjadi semacam tupoksi baru yang tidak hanya sekadar “sederhana”, tapi punya nilai tanggung jawab lewat saldo yang sengaja disisihkan.

Baca halaman selanjutnya: Konsep menabung yang benar.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: bapak2idcara cuancara menabungcara menabung yang benarcuandanadepositomanfaat menabungMenabungnabung hariannabung harian bapak2idreksadanatabunganuang
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO
Urban

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO
Cuan

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO
Cuan

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO
Cuan

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Modus judi online makin canggih. MOJOK.CO

Marak Akun Spam Berkedok Foto Wanita, Waspada Promosikan Judi Online Tanpa Sengaja

3 Juli 2026
Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis di Sepak Bola Remaja Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik.MOJOK.CO

Coach Jacksen F. Tiago: Pendekatan Psikologis Pemain Muda Putri Harus Didahulukan Ketimbang Fisik dan Taktik

28 Juni 2026
Kisah pemilik Yamaha Fazzio hitam di Jogja. MOJOK.CO

Gelontorkan Tabungan Jutaan Rupiah demi Modifikasi Fazzio: Cara Manis Anak Muda Jogja Menghargai Kepedulian Orang Terdekat

30 Juni 2026
Essay Contes Beswan Djarum: menulis esai memberi soft skills yang menunjang karier profesional MOJOK.CO

Menulis Esai Jadi Bekal Karier Anak Muda, Beri Ragam Soft Skills Vital yang Dicari Dunia Kerja Profesional

3 Juli 2026
Cerita Lola Nadiya Putri, peserta Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum 2026 yang mengangkat persoalan crab mentality yang menghambat perempuan desa di Nganjuk untuk tumbuh dan maju MOJOK.CO

Ironi Perempuan di Desa: Dihambat Tumbuh dan Maju karena Crab Mentality

4 Juli 2026
Menurut Pakar UGM, Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) calon manajer Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah putih/KDMP) harus dievaluasi MOJOK.CO

Pelatihan Militer ke Manajer Kopdes Merah Putih Perlu Didesain Ulang, Harus Lebih Relevan dengan Tata Kelola Koperasi agar Tak Ada Korban Lagi

29 Juni 2026

Video Terbaru

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.