Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kuliner

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
29 April 2026
A A
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

ilustrasi - Tips bangun usaha dari pemilik Mie Ayam Bintang di Jakarta. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Nyatanya, membangun bisnis agar terus bertumbuh tak melulu dengan membuka banyak cabang atau memperluas pasar secepat mungkin. Bagi Daniel, pelaku usaha di balik Mie Ayam Bintang di Jakarta, pertumbuhan justru berawal dari hal yang lebih mendasar.

Pertama, memahami setiap detail usaha. Kedua, membangun sistem yang siap dijalankan. Ketiga, menjaganya tetap rapi seiring bisnis berkembang. 

Iklan

Sekilas, usaha mi ayam sering dipandang sebagai bisnis yang sederhana. Namun bagi Daniel, yang selama ini tumbuh di tengah keluarga pembuat mi mentah, bisnis mi ayam memiliki potensi maju asal fondasinya kuat. Misalnya, dengan mempertahankan kualitas bahan baku dan konsistensi rasa hingga operasional harian yang tertata. 

Pengalaman itu pula yang membuat Daniel sadar, meski banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya jelas, tidak semuanya siap untuk memulai. Dari sana, Daniel memahami bahwa peluang usaha tidak hanya terletak pada produk, tetapi juga pada sistem yang lebih siap dijalankan.

Perjalanan Mie Ayam Bintang milik Daniel di Jakarta juga menunjukkan bahwa scale up tidak harus selalu dimulai dari langkah besar. Ada proses yang perlu dibangun secara bertahap agar pertumbuhan bisnis bisa berjalan lebih terarah dan berkelanjutan. 

Berikut lima cara scale up bisnis UMKM yang bisa dipelajari dari Mie Ayam Bintang di Jakarta:

1. Pahami dulu masalah nyata di balik peluang usaha

Salah satu langkah penting untuk scale up adalah memahami persoalan nyata di lapangan. Daniel melihat banyak orang tertarik membuka usaha mi ayam karena pasarnya jelas, tetapi tidak semuanya siap menjalankannya. 

Menurutnya, usaha ini tetap membutuhkan fondasi yang kuat, mulai dari kualitas bahan baku, konsistensi rasa, hingga operasional harian yang tertata. Dari situ, Daniel melihat peluang bukan hanya pada produk, tetapi juga pada sistem usaha yang lebih siap dijalankan.

2. Uji model Mie Ayam Bintang sebelum memperluas usaha

Sebelum membuka kemitraan, Daniel memilih mengelola cabang Mie Ayam Bintang miliknya sendiri sebagai tempat menguji konsep usaha yang dibangunnya. Ia terlibat langsung dalam berbagai proses, mulai dari meracik produk, mengatur alur kerja, hingga mengelola stok bahan baku. 

Daniel bersama karyawan. MOJOK.CO
Daniel, pemilik Mie Ayam Bintang (kanan) bersama salah satu karyawan (kiri) di cabang Jakarta Timur. (Sumber: DANA)

Bagi Daniel, fase trial and error ini penting karena sistem usaha tidak bisa dibagikan ke orang lain sebelum benar-benar teruji di lapangan.

Baca Halaman Selanjutnya

Bangun sistem yang bisa direplikasi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: bisnis mi ayambisnis suksesdanajakartakiat buka bisnismie ayammie ayam bintangUMKM
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
orang kota slow living di desa, jakarta, norak.MOJOK.CO
Urban

Desa adalah Tempat Ideal Buat Nine to Five: Gaji “Utuh”, Mental Sehat, asalkan Memegang 3 Prinsip Ini

28 Juli 2026
Lulusan s2, susahnya legalisir ijazah setelah wisuda.MOJOK.CO
Sekolahan

Nasib Lulusan S2 di Jakarta: Kuliah Dianggap Nggak Guna karena Kalah Saing dengan Tamatan SMA, tapi Tetap Merasa Bangga

23 Juli 2026
Lulus SMA nekat kerja ke Jakarta untuk jadi cleaning service. MOJOK.CO
Urban

Modal Ijazah SMA Kerja Jadi Cleaning Service di Jakarta demi Lulus Sarjana, Kini Pilih Resign untuk Keliling Indonesia

22 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Mahasiswa KKN di desa

Suasana KKN Tak Seindah Konten di TikTok: Banyak Drama Sesama Mahasiswa, hingga Tangis Palsu Saat Perpisahan dengan Warga Desa

5 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026
ngaji al-qur'an.MOJOK.CO

Promosi Miras Pakai Hafalan Al-Qur’an: Diklaim Lecehkan Agama, Berpotensi Mengulang Blunder Hollywings 

11 Agustus 2026
Lomba Agustusan di desa jadi toxic dan merusak moral anak muda gara-gara paparan kreator konten di media sosial MOJOK.CO

Lomba Agustusan di Desa Jadi Toxic dan “Merusak” Anak Muda karena Terpapar Konten Kreator, Tidak Seasyik Dulu

8 Agustus 2026
Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman meluncurkan aplikasi Gandheng ATS untuk atasi masalah anak putus sekolah MOJOK.CO

Sleman Punya Aplikasi Pencegahan Dini Anak Tidak Sekolah

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.