Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Menciptakan Rasa Aman Finansial dengan Langkah Sederhana Bernama Menabung: Tips Cuan dari Nabung Harian Ala Bapak2ID

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis oleh Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis
22 Januari 2026
A A
Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan MOJOK.CO

Ilustrasi Salah Paham Konsep Menabung Bikin Kamu Malah Sulit Cuan. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Menabung ala Bapak2ID, bukan soal numpuk cuan di bank saja

Sejak 2020, akun Bapak2ID mengampanyekan kebiasaan menabung yang rendah hambatan. Ajakan mereka adalah menabung harian dengan nominal recehan. Mulai dari seribu, dua ribu, lima ribu hingga puluhan dan ratusan ribu. 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by bapak2ID (@bapak2id)

Kita boleh menyesuaikan dengan dengan kemampuan dan keadaan masing-masing. Ajakan ini mereka lakukan karena melihat dua masalah penyebab sulitnya orang menabung, yaitu tidak disiplin dan memang uangnya terbatas. Kalau tertarik, kamu bisa menabung dulu selama satu minggu hingga sebulan, kemudian menyetorkan uang tersebut ke bank. 

Setiap harinya, melalui unggahan Story IG, mereka terus mengingatkan kepada siapa saja agar terus konsisten menabung. Tidak hanya mengingatkan, mereka juga beneran ikut menabung. Mereka mencantumkan nominal tabungan harian dan total keseluruhan tabungan.

Pelan dan mendewasakan

Kalau melihat nominal recehannya, tentu tujuannya bukan supaya seseorang mendadak kaya. Bapak2ID ingin siapa saja yang ikut supaya terbiasa berlatih untuk disiplin dengan nominal sekecil apapun. Sebab yang coba saya pahami dari kampanye ini adalah, uang receh itu memang nggak terasa bila dibelanjakan, tapi akan sangat terasa ketika konsisten dikumpulkan.

Di sini mereka menarasikan menabung harian sebagai disiplin kecil layaknya olahraga ringan, bagun pagi, lari-lari atau sebatas jalan keliling kompleks. Sebab, perubahan besar selalu dimulai dari tindakan kecil, bukan? Di tengah kondisi yang sulit seperti saat ini, membuat tabungan harian memberi satu hal yang sangat manusiawi, yaitu bahwa kita masih punya kendali.

Menabung harian secara perlahan membuat kita beneran sadar kalau ini adalah langkah yang mendewasakan. Seperti yang saya bilang, kita jadi punya mental keuangan yang kuat. Ketika sudah tercipta mental keuangan yang kuat, maka kita sudah siap memasuki tahap selanjutnya, yaitu berinvestasi.

Opsi investasi, cuan pelan tapi konsisten

Di awal saya sudah menyinggung kalau menabung di bank saja nggak akan cukup. Ingat, naiknya inflasi tahunan selalu di atas bunga tabungan. 

Maka, kalau hanya menaruh uang di celengan, daya belinya bisa berkurang. Inflasi itu seperti rayap yang pelan tapi pasti menggerogoti nilai kekayaan. Di sinilah investasi berperan sebagai pelindung dan pengaman nilai.

Sekali lagi, keberanian untuk investasi bukan soal ambisi untuk cepat dapat cuan, melainkan balik lagi soal perlindungan dan rasa aman. Dan keberanian ini muncul ketika seseorang sudah punya tabungan. 

Sebab, seseorang yang tidak mengelola kehidupan keuangannya dengan baik atau model hidupnya hanya dari hari ke hari, tentu akan sangat sulit berinvestasi. Mereka akan selalu mengartikan setiap fluktuasi sebagai ancaman atas kehilangan harta.

Kalau ngomongin soal opsi investasi, tentu banyak pilihan. Tapi kalau saya pribadi adalah reksadana, spesifik pada reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap.

Investasi reksa dana

Sederhananya, di Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), adalah manajer investasi yang akan mengelola uang kita ke instrumen jangka pendek (di bawah 1 tahun). Contohnya adalah deposito bank dan surat utang jangka pendek. Imbal hasil per tahunnya bisa 5 sampai 7 persen. Nilai tersebut tentu sudah di atas inflasi tahunan yaitu 3 sampai 4 persen.

Sementara itu, di Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), manajer investasi akan mengelola uang kita ke instrumen seperti sukuk atau obligasi. Jangkanya lebih panjang (di atas 1 tahun). Imbal hasil untuk RDPT di kisaran 6 sampai 9 persen per tahun.

Simulasinya begini. Saya memulai reksa dana setelah menabung sampai dua digit. Nah, dari uang tabungan itu, saya mengalokasikan Rp5 juta ke reksadana RDPT dengan imbal hasil rata-rata 6 persen per tahun. 

Iklan

Setiap bulannya, saya tetap rutin menambah investasi reksadana tersebut sebesar Rp100 ribu. Sederhananya, total uang yang saya setorkan selama 2 tahun adalah Rp5 juta + (Rp100 ribu x 24 bulan) = Rp7,4 juta. Tapi ingat, ada imbal hasil 6 persen per tahun nih.  

Jika 6 persen per tahun dibagi 12 bulan, kira-kira 0,5 persen per bulan. Artinya, saldo reksa dana naik sebesar angka tersebut. Lalu, setelah itu, saya menambah Rp100 ribu lagi. 

Uang Rp5 juta yang saya taruh di awal akan mengalami pertumbuhan 0,5% selama 24 kali. Sehingga, nilai Rp5 juta modal awal saya setelah dua tahun kira-kira menjadi Rp5,64 juta. Penambahan Rp100 ribu yang saya lakukan tiap bulan juga akan menciptakan efek yang namanya bunga majemuk.

Jadi, setiap bulan, yang naik 0,5% itu bukan hanya Rp5 juta modal awal, tapi seluruh saldo yang sudah ada. Termasuk tambahan Rp100 ribu yang saya setor dan kenaikan kecil dari bulan-bulan sebelumnya. Kasarannya ketika bunganya 6 persen per tahun, dalam dua tahun, hasilnya akhirnya kira-kira Rp8,18 juta (untung sekitar Rp779 ribu).

Deposito juga menarik

Meski begitu, kita harus memahami bahwa reksadana tetap bisa mengalami penurunan nilai. Karena sifatnya investasi, pasti ada kalanya naik dan turun. Nggak selalu cuan itu hal yang normal.

Tapi, setidaknya, penurunannya nggak terjun bebas seperti saham, forex, atau crypto. Paling hanya 0 koma sekian persen. Itu saja nggak setiap saat. Hal itu karena dananya memang dialokasikan ke instrumen yang aman secara nilai sehingga membuatnya lebih stabil dan trennya cenderung selalu naik.

Kalau merasa reksa dana terlalu ribet, kamu juga bisa memulai dengan deposito. Ini simpanan berjangka dengan bunga yang memang sedikit lebih baik daripada sekadar menabung. Bagi yang memang ingin belajar mengelola uang, deposito jadi terasa lebih aman karena tidak ada naik turun. Imbal hasilnya pasti per periode.

Baca juga 3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan

Menabung sebagai gerbang awal

Balik lagi soal menabung. Bahwa langkah ini memang terlihat sederhana tapi jadi gerbang awal yang membuka pintu rasa aman dan ketenangan. Keduanya memberikan kedewasaan emosi. 

Kedewasaan emosi melahirkan kesiapan dalam mengambil risiko yang terukur. Dan pada akhirnya, ketika sudah siap dengan risiko, investasi jadi langkah yang rasional. Bukan untuk berjudi, apalagi pelarian, tapi sebagai keputusan untuk melindungi nilai dari inflasi.

Terlepas dari semua itu, jangan melupakan satu hal, yaitu tujuan. Menabung memang punya nilai utama soal rasa aman, tapi tetap harus ada tujuan yang membersamainya. 

Tujuan menabung untuk dana darurat, sekolah anak, atau hari tua, kalian yang memutuskan. Karena kalau tanpa tujuan, komitmen menabung akhirnya hanya jadi dengungan yang tak akan konsisten dilakukan.

Sekali lagi, menabung bukan soal menyimpan cuan dan berharap menjadi kaya, tapi mengunci rasa tenang di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. Rasa tenang yang diawali dari satu perilaku kecil yang sering diabaikan, yaitu menyisihkan uang, dengan tujuan, lalu konsisten menjalaninya.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 5 Cara yang Bisa Diterapkan Mahasiswa yang Kesulitan Menabung, Agak Aneh tapi Berhasil dan tips keuangan lainnya di rubrik CUAN.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Januari 2026 oleh

Tags: bapak2idcara cuancara menabungcara menabung yang benarcuandanadepositomanfaat menabungMenabungnabung hariannabung harian bapak2idreksadanatabunganuang
Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Muhamad Iqbal Haqiqi Maramis

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

Artikel Terkait

Budi daya ikan nila cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan ngasal MOJOK.CO

Budi daya ikan nila bisa cuan 18 juta tiap 4 bulan tapi jangan sampai merusak sumber daya 40 tahun ke depan

30 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Ujian keuangan di kota perantauan gara-gara masalah tidak terduga yang datang keroyokan, bikin gagal punya tabungan MOJOK.CO

Ujian Keuangan di Kota Perantauan: Bikin Mumet dan Gagal Nambah Tabungan Gara-gara Masalah yang Datang Keroyokan

24 Juni 2026
Persiapan Resign di Usia 30 Supaya Tidak Menderita dan Gila MOJOK.CO

Kebodohan atau Keberanian: Inilah yang Saya Siapkan ketika Memutuskan Resign Menjelang Usia 30 dan Hidup Sebagai WNI Kelas Menengah Supaya Tidak Berakhir Menderita dan Gila

18 Juni 2026
Tips Membuat Utang Tidak Lagi Menjadi Beban Kehidupan MOJOK.CO

Nggak Semua Utang Itu Buruk: Cara Mendeteksi Utang yang Baik dan Tidak Menjadi Beban

15 Juni 2026
Ide Usaha Minyak Jelantah: Kotor, tapi Untung Jutaan per Bulan MOJOK.CO

Bisnis Pengepul Minyak Jelantah: Ide Usaha yang Nggak Populer tapi Bisa Untung Jutaan per Bulan

9 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alumnus Peternakan UMM Kerja Jadi Manager di Australia. MOJOK.CO

Dulu Kuliah Tanpa Punya Laptop, Alumnus UMM Ini Buktikan Bisa Kerja di Australia sebagai Manajer Peternakan

11 Agustus 2026
Kebisingan-kebisingan di desa yang sebenarnya wajar tapi kini dipermasalahkan karena narasi desa sebagai tempat slow living ideal MOJOK.CO

Hal-hal Wajar di Desa Jadi Dianggap Mengganggu Gara-gara Narasi Slow Living, Padahal Jadi Bumbu Kehidupan

14 Agustus 2026
Pegawai Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih pinggir kuburan harus dibekali dengan keahlian supranatural hingga ilmu sosial MOJOK.CO

Keahlian-keahlian Vital untuk Pegawai Kopdes Pinggir Kuburan, Berguna buat Diri Sendiri dan Pembeli

13 Agustus 2026
Mending Beli Rumah di Menganti, Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo. MOJOK.CO

Alasan Pasangan Muda Beli Rumah di Surabaya Pinggiran daripada Sidoarjo: Kena Imbas Pembangunan Perkotaan

12 Agustus 2026
Mahasiswa baru (maba) rela jadi jongos abang-abangan kampus di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tidak pernah menyesalinya MOJOK.CO

Maba Rela Jadi Jongos Abang-abangan Kampus demi Relasi dan Diskusi Kiri Apa Salahnya? Tak Malu dan Tak Menyesalinya

13 Agustus 2026
Susahnya mahasiswa di kampus tanpa working space 24 jam: kerjakan tugas kuliah di kos burnout, ke coffee shop tidak punya uang MOJOK.CO

Susahnya Mahasiswa di Kampus Tanpa Working Space 24 Jam: Nugas di Kos Burnout, Ke Coffee Shop Tak Punya Uang

12 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.