Punya Rumah Besar di Desa: Simbol Kaya tapi Percuma, Terasa Hampa dan Malah Iri sama Kehidupan di Rumah Kecil-Sekadarnya
Rumah besar di desa menjadi simbol status kaya. Namun terasa percuma karena nyatanya terasa hampa gara-gara kondisi di dalamnya.
Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Rumah besar di desa menjadi simbol status kaya. Namun terasa percuma karena nyatanya terasa hampa gara-gara kondisi di dalamnya.
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama sampai hampir...
Jadi PNS/ASN awalnya bisa disombongkan di desa. Tapi lama-lama berujung hidup ribet karena tuntutan aneh warga di desa.
Salah paham pada kuliner sate karena terlalu miskin. Baru benar-benar bisa menikmatinya setelah dewasa untuk self reward.
Resign after lebaran bikin bersyukur karena lepas dari kantor toxic. Tapi bikin stres dan pusing kalau tidak punya persiapan dan opsi.
Perjuangan UTBK SNBT demi lolos universitas terbaik di Semarang (Universitas Diponegoro alias Undip). Numpang di masjid hingga andalkan makan dari...
Kuliah di UIN diajar dosen absurd. Mata kuliah (matkul) melenceng. Mahasiswa diajak mengharamkan-mengkafirkan pihak lain.
Kerja WFH - WFA dengan kantor di Jakarta Barat. Awalnya tampak enak karena fleksibel dan slow living, ternyata menjebak.
Bikin ibu menyayangi kucing padahal awalnya benci. Setelah memelihara malah dirawat seperti anak sendiri, terpukul ketika si anabul mati.
PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta
55581
[email protected]
+62-851-6282-0147
© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.