Arsip Artikel: Muchamad Aly Reza
1,259 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.
Punya Rumah Dekat Pantai bikin Teman Iri, Dikira Enak bisa Healing Terus padahal Tak Sesuai Ekspektasi
Punya rumah dekat pantai bukan hanya tentang bisa healing sewaktu-waktu. Ada kondisi yang justru bisa bikin tidak nyaman.
Siklus Terbalik Ibu-ibu di Rembang: Semakin Tua Justru Harus Makin Keras Bekerja
Siklus terbalik ibu-ibu di Rembang: muda jadi ibu rumah tangga, semakin tua justru harus lebih keras bekerja.
Menyesal Tak Tertular Skill Hidup Bapak karena Kesan Pekerjaan Kasar, Padahal Berguna buat Hidup Laki-laki Dewasa
Penyesalan karena tidak tertular skill hidup ala laki-laki dewasa dari Bapak karena kesan pekerjaan kasar-rendahan. Padahal sangat berguna.
Nasi Berkat Tahlilan: Dimasak Susah Payah demi Hormati Tamu tapi Sering Berakhir Mubazir dan Dicaci
Meski tampak sederhana, nasi berkat tahlilan sejatinya dimasak oleh pihak rumah dengan susah-payah. Tapi kerap berakhir mubazir tak dihargai.
Mentalitas di Audisi Umum PB Djarum 2026: Gagal Berkali-kali Justru Jadi Alasan Terus Menempa Diri
Di Audisi Umum PB Djarum Kudus 2026 banyak cerita dari atlet muda yang dulu gagal, tapi kini saat datang lagi justru melesat jauh.
Jatuh-Bangun hingga Lengan Berdarah, Upaya Tak Surut Anak Daerah demi PB Djarum Kudus
Semangat juang ditunjukkan oleh anak-anak daerah demi tembus Audisi Umum PB Djarum 2026 di Kudus. Jatuh-bangun hingga lengan berdarah.
Di Sudut Musala Kecil, Ada Doa dan Kebesaran Hati Orang Tua untuk Impian Anak di PB Djarum 2026
Musala kecil di sudut GOR Jati Kudus saksi doa dan harapan besar dilangitkan orang tua demi anak kejar mimpi jadi atlet bulu tangkis di Audisi Umum PB Djarum 2026.
Cerita Guru Ngaji di Jatim: Menentang Sound Horeg karena Jerumuskan Anak, Malah Dicap Kolot dan Sok Suci
Cerita seorang guru ngaji di sebuah di desa di Jawa Timur yang dicap sok suci dan kolot gara-gara menentang sound horeg.