Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 April 2026
A A
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Ilustrasi - Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba awalnya memang bisa membuat diri membusungkan dada karena aman finansial. Namun, setelah resmi berstatus PNS atau ASN justru merasa “tersandera”. 

***

Iklan

Pada mulanya, Anom (27), bukan nama asli, tidak memiliki ambisi untuk menjadi PNS atau ASN. Itulah kenapa, sejak lulus kuliah pada 2021, ia menikmati kerja di sektor jasa di Jawa Timur. 

Saat itu, banyak temannya sudah start mengikuti seleksi CPNS dan PPPK. Namun, kebanyakan justru tidak tembus. 

Bahkan ada juga beberapa temannya yang sampai berkali-kali mencoba saking penginnya menjadi PNS atau ASN, setidaknya hingga 2024. Namun, hasilnya tidak berubah: tetap tidak tembus, walaupun sudah mengikuti bimbel seleksi CPNS. 

Tidak belajar, tapi tembus seleksi CPNS dalam sekali coba

Pada 2025, Anom tiba-tiba terbersit untuk menjadi PNS atau ASN. Keinginan itu muncul karena menyadari kondisi ekonomi sedang carut-marut. 

Lapangan kerja kian susah. Banyak sarjana menganggur. Itu membuat pemuda asal Jawa Timur itu merasa harus “mengamankan diri”. Karena ia menyadari, ia tidak akan selamanya ada di pekerjaan yang ia jalani saat itu. Sementara jika sewaktu-waktu ia sudah tidak kerja lagi di situ, mencari pekerjaan lagi belum tentu semudah yang dibayangkan. 

Alhasil, tanpa belajar, ia mencoba mengikuti seleksi CPNS untuk formasi di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Tidak ada proses bimbel-bimbelan. Ia hanya modal mengikuti diskusi yang berlangsung di X. 

“Sebenarnya aku nothing to lose. Yang penting coba dulu,” ujar Anom, Minggu (12/4/2026). 

Tapi ternyata tahap demi tahap seleksi bisa Anom lalui tanpa hambatan. Dan ia berhasil lolos dalam sekali coba. Ia sendiri tidak menyangka. 

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

“Mangkanya, kalau ada teman yang tanya tips atau rumus, aku bingung jawabnya gimana,” seloroh Anom. 

Jadi PNS atau ASN memang aman finansial, tapi “tersandera”

Setelah tembus seleksi CPNS dan resmi dilantik menjadi PNS atau ASN, Anom tentu merasa aman finansial. Gaji pokoknya memang tidak lebih besar dari gaji pekerjaan sebelumnya: Rp3 jutaan. 

Akan tetapi, yang membuatnya aman adalah tunjangan dan terutama jaminan hari tua . Dengan begitu, ia tidak perlu merasa overthinking kesulitan mencari kerja sebagaimana kebanyakan teman-temannya: sarjana tapi ijazah tidak laku-laku amat di sektor formal. 

Hanya saja, menjadi PNS atau ASN memang harus tahan-tahanan dengan perasaan “tersandera”. Begitulah yang akhirnya Anom rasakan. 

Iklan

“Pertama, karena kita pegawai negara, jadi kita nggak boleh banyak omong atas kebijakan-kebijakan publik yang nggak masuk akal,” ujar Anom. 

Dua tahun terakhir ini, banyak kebijakan atau sikap pemerintah pusat yang menuai kritik keras dan masif. Terutama di media sosial. Hanya saja, Anom tidak bisa leluasa ikut bersuara, meski sebenarnya ia sangat kesal dan muak. 

Itu membuat Anom merasa “berkhianat” pada kepentingan rakyat. Sebab, oke ia digaji oleh negara, tapi uang negara kan berasal dari pajak rakyat. Maka seharusnya ia juga bersuara dan bertindak atas nama rakyat. 

“Tapi kenyataanya, di tempatku, kalau ada ramai-ramai, atasan atau ASN senior langsung menyergah, jangan ikut-ikutan, mending diam daripada kena konsekuensinya,” tutur Anom. 

Baca lanjutannya di halaman selanjutnya…

Hidup dalam stigma “leha-leha dapat gaji buta”, lingkungan toxic bikin muak

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: ASNbimbel cpnsCpnsgaji ASNgaji PNSpilihan redaksiPNSseleksi CPNStips lolos cpnstunjangan asntunjangan PNS
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Orang tua, ibu.MOJOK.CO
Urban

Sulitnya Menjadi Ibu Muda Tanpa Cela di Ibu Kota: Parenting Dituntut Sempurna, tapi Sudah Digempur Stres Kerja

10 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lulus dari Universitas Mataram lanjut ke University of Queensland Australia. MOJOK.CO

Kisah Awardee LPDP yang Tak Ingkar Janji: Dulu Hanya Bocah Penggembala Kuda, Kini Jadi Asisten Gubernur NTB

6 Juli 2026
Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Selain ke petugas Sensus Ekonomi, warga desa juga jengah dengan program sensus dari mahasiswa KKN MOJOK.CO

Warga Desa Juga Jengah dengan Sensus dari Mahasiswa KKN: Tak Nemu Gunanya, Tak Srawung tapi Korek Privasi Orang

8 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.