Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Urban

Lolos Seleksi CPNS dalam Sekali Coba, Aman Finansial tapi Hidup “Tersandera” karena Leha-leha Dapat Gaji Buta

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
13 April 2026
A A
Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma MOJOK.CO

Ilustrasi - Lolos seleksi CPNS dalam sekali coba tanpa bimbel. Setelah jadi PNS ASN malah tersandera stigma. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jadi PNS dan ASN harus hidup dalam stigma

Gara-gara “sanderaan” itu pula, akhirnya Anom harus hidup dalam stigma. Baik dari teman-teman kuliahnya dulu atau dari sebagian warga kampungnya yang kritis terhadap kebijakan pemerintah. 

“Walaupun yang berulah di pusat, kami-kami yang ASN rendahan pada akhirnya tetap kena stigma juga. Karena orang tahunya kan kami pegawai negara, antek pemerintah,” ucap Anom. 

Misalnya, ketika riuh-rendah soal keracunan massal MBG—dan baru-baru ini pengadaan motor untuk kepala SPPG—Anom cenderung tidak berkomentar banyak kalau ditanya oleh warga, “Gimana itu, Mas. Masa begitu?”. Karena tidak berkomentar, ia pun ikut dicap tidak berpihak pada rakyat. Padahal tupoksinya tidak ada urusannya sama sekali dengan program tersebut. 

Anom memprediksi, situasinya akan lebih menyerang mental jika Koperasi Desa Merah Putih sudah resmi beroperasi. 

Stigma makan gaji buta karena tidak kerja sungguh-sungguh: cuma leha-leha tapi digaji penuh

Di kalangan teman-teman kuliahnya dulu, kalau sedang ada kesempatan ngopi bareng, stigma yang dilayangkan ke Anom adalah “makan gaji buta”. 

Stigma itu sudah muncul sejak lama. Berangkat dari fakta, bahwa ada oknum PNS atau ASN yang kerjanya memang tidak sungguh-sungguh. Alih-alih melayani rakyat sepenuh hati, pelayanan yang diberikan cenderung ribet dan setengah hati. 

Misalnya, ada kantor layanan publik yang sering kali tutup sebelum jamnya. Buka jam 8 pagi, tapi nanti akan terjeda panjang di jam 12 hingga jam 2 siang dengan alasan istirahat. Tapi di kantor layanan sudah akan tutup jam 3 sore. Beluk delapan jam, loh. 

“Apalagi sekarang ada kebijakan ASN bisa WFH. Malah, makin-makin kena stigma makan gaji buta. Ya aku tahu teman-teman bercanda. Tapi candaan itu sarkasme yang ngena banget, sih,” kata Anom. 

Lolos seleksi CPNS “tersandera” lingkungan kerja toxic

Kenapa candaan itu bisa sangat ngena? Kata Anom, ya karena memang berangkat dari situasi yang benar-benar terjadi. 

Di lingkungan kerja Anom sendiri misalnya, ia melihat sepertinya ada PNS atau ASN yang tidak layak digaji penuh: datang absen, ngobrol-ngobrol, kerja sedikit, rokok-rokok, pulang.

ASN baru, apalagi masih di usia muda seperti Anom, alhasil jadi bulan-bulanan. Sebab, ia kerap kali ketiban banyak pekerjaan dari senior-seniornya tersebut. 

Tak pelak jika Anom merasa tersandera. Karena mustahil bagi anak baru seperti melakukan penolakan atau perlawanan. Bisa-bisa ia disikat. Kalau disikat fisik tidak masalah. Lah kalau kariernya yang disikat, mampus ia. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

Iklan

BACA JUGA: Gagal Seleksi CPNS di Formasi Sepi Peminat Dihina Bodoh, Malah Dapat Kerjaan “di Atas” ASN Langsung Bungkam Penghina atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 13 April 2026 oleh

Tags: ASNbimbel cpnsCpnsgaji ASNgaji PNSpilihan redaksiPNSseleksi CPNStips lolos cpnstunjangan asntunjangan PNS
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Hal-hal yang bisa ditemukan di warung madura tapi tidak dimiliki di Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih MOJOK.CO
Catatan

Hal-hal yang Bisa Ditemukan di Warung Madura tapi Tidak Ada di Koperasi Desa (Kopdes), Cukup “Berlainan” jika Disandingkan

28 Juli 2026
Sekolah, Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri MOJOK.CO
Esai

Saya Hanya Ingin Kuliah, tetapi Crab Mentality di Desa Menganggap Saya Lupa Diri

23 Juli 2026
Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengeroyokan di Bali tidak dibenarkan. MOJOK.CO

Pakar Hukum Pidana: Pelaku Pengeroyokan di Bali Bisa Kena KUHAP, sementara Keluarga Korban Terlanjur Alami Trauma

27 Juli 2026
kesehatan mental dan stigma odgj mojok.co

Indonesia Darurat Depresi pada Remaja: Jangan Pernah Takut Mencari Bantuan Masalah Kesehatan Mental

31 Juli 2026
Penggagalan perdagangan ilegal burung di Tanjung Perak Surabaya. Satwa dilindungi dimasukkan boks sampai ada yang mati MOJOK.CO

Penggagalan Perdagangan Ilegal Burung di Tanjung Perak Surabaya, Satwa Dilindungi Dimasukkan Boks sampai Ada yang Mati

30 Juli 2026
Peserta Pekan Budaya Difabel di Jogja. MOJOK.CO

Pekan Budaya Difabel 2026: Saat Anak-anak Terbebas dari Stigma lewat Seni dan Terapi di Ruang Inklusif

29 Juli 2026
jadi bridesmaid usai cut off di pernikahan mantan sahabat. MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang MOJOK.CO

Tuduhan Londo Ireng di Tengah Kekerasan yang Terus Berulang

27 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.