Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Cuan

Cara Generasi Sandwich Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun

Mega Hutagama oleh Mega Hutagama
26 Mei 2026
A A
Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun MOJOK.CO

Ilustrasi Cara Beli Rumah di Desa Tanpa Dihantui KPR Puluhan Tahun. (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ini adalah kisah perjuangan saya dan suami merencanakan keuangan demi beli rumah di desa tanpa dihantui KPR puluhan tahun. 

Sebelumnya, disclaimer dulu ya. Ini bukan cerita tentang beli rumah miliaran ala pebisnis sukses atau rumah mentereng di brosur perumahan. Rumah yang saya beli bahkan nggak cocok buat konten pamer kesuksesan. Lha wong bentukannya saja lebih mirip gudang mangkrak. 

Tidak ada kitchen set cantik ala Pinterest, apalagi kamar tidur homey kayak di majalah interior. Sampai saat ini, saya bahkan masih ngontrak rumah kecil di Surabaya. Tapi paling tidak, saya sudah punya tempat untuk pulang kapan saja saya mau. Mungkin tepatnya nanti setelah saya lulus dari padepokan hidup bernama “perantauan”.

Harga rumah di Surabaya yang makin menggila membuat saya berpikir ulang untuk beli rumah di Kota Pahlawan ini. Bukan karena pesimis, tapi saya hanya ingin realistis dan menyesuaikan dengan uang yang saya punya saat itu. 

Buat generasi sandwich seperti saya, menjaga kewarasan jauh lebih penting daripada stres dikejar utang gara-gara memenuhi standar kesuksesan orang lain. Strategi keuangan yang saya jalankan juga harus matang. 

Mulai dari mengumpulkan gaji untuk modal usaha, frugal living, sampai resign dari kantor dan fokus mengembangkan usaha. Begitu ada uang nganggur dan ketemu lokasi strategis, saya langsung tancap gas beli rumah yang terjangkau di desa.

Inilah cara (baca: perjuangan) saya dan suami untuk mewujudkan impian beli rumah. Semoga bermanfaat untuk pembaca.

BACA JUGA: Lupakan Punya Rumah, sebab KPR Rumah Akan Jadi Keputusan Terburuk Gara-gara Masa Depan Ekonomi Begitu Buram

Menjajal peluang side income saat gaji hanya numpang lewat

Gaji sebagai budak korporat nggak pernah betah tinggal di rekening saya. Uang itu lebih milih lari ke leasing motor dan rekening adik-adik saya yang butuh uang buat bayar UKT dan biaya hidup di UGM dan Unesa. 

Gaji suami saya sama saja. Lebih suka melipir ke supermarket tempat anak saya beli susu dan popok. Belum lagi buat beli sayur dan beras di pasar. Makanya, beli rumah jadi sebuah impian yang layak kami perjuangkan. 

Setiap bulan, suami juga harus setor uang ke leasing motor. Kami memang sama-sama lahir dari kemiskinan. Makanya, motor adalah barang mewah pertama yang kami punya. Dan satu-satunya cara untuk memilikinya adalah dengan kredit alias utang.

Sampai di tahun ketiga jadi pekerja kantoran saya mulai berpikir. Kalau begini terus, kapan saya bisa punya tabungan? Apa iya saya harus hidup pas-pasan terus? Kalau suatu saat ada pengeluaran mendadak gimana? Kalau puluhan tahun kerja nggak bisa beli rumah buat apa?

Merintis toko di Facebook demi impian beli rumah

Rasa takut itu menyadarkan saya untuk menambah sumber penghasilan. Memang capek pastinya. Tapi, selagi masih sehat dan belum masuk usia 30 tahun, harusnya saya bisa memulai membangun side income secepatnya. 

Akhirnya, saya memberanikan diri menambah penghasilan dengan jualan jilbab ke teman kantor sambil merintis toko online di Facebook. Usaha beli rumah dimulai dari sini.

Iklan

Saya memulai jualan dari modal Rp300 ribu. Kalau saya belanjakan, waktu itu cuma dapat satu lusin jilbab. Tapi, agar tetap variatif, saya membagi satu lusin itu menjadi tiga model dan warnanya berbeda-beda. 

Setiap ada penjualan, saya benar-benar nggak ngutak-atik uang itu. Saya hanya memakainya untuk kulakan barang dan operasional usaha. Begitu seterusnya sampai uang itu beranak-pinak dari yang awalnya Rp300 ribu menjadi jutaan rupiah. 

Jika terpaksa memakainya untuk dana darurat, saya menganggapnya sebagai utang. Konsep ini saya terapkan agar uang itu tidak campur dengan uang pribadi. 

Pada fase ini, target saya adalah memulai usaha modal seadanya. Yang penting bisa menjual barang dulu dan memutar modalnya. Eksekusinya tentu penuh tantangan. 

Pagi sebelum ngantor, mandiin anak dulu baru fotoin produk satu-satu. Jam istirahat siang atau kalau pas nunggu render gambar klien, saya sempatkan meng-upload produk ke medsos.

Sesekali juga saya harus membalas pertanyaan dari pelanggan yang nanya-nanya. Kalau ada yang order, saya sampaikan kalau pengiriman semuanya sore atau malam. Kalau harus update stok, sore sepulang kantor saya blusukan ke pasar grosir untuk kulakan. Sampai rumah packing orderan dan kirim ke ekspedisi. Capek memang, tapi lebih capek kalau nggak punya uang dan nggak bisa mewujudkan impaian beli rumah.

Baca halaman selanjutnya: Perjuangan memang berat, jadi rencanakan semuanya sampai matang

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 Mei 2026 oleh

Tags: beli rumahcara beli rumahcicilan rumahgenerasi sandwichkprrumahrumah di desasandwich generationtabungan rumahtips beli rumah
Mega Hutagama

Mega Hutagama

Lulusan Arsitektur yang kadang ndesain, kadang usaha kecil-kecilan. Bisa hidup di mana saja asal bebas mengkhayal, jualan, dan belajar.

Artikel Terkait

Solusi agar lansia di Indonesia tidak rentan miskin tanpa dana pensiun untuk putus siksaaan finansial sandwich generation MOJOK.CO
Kabar

Lansia Indonesia Rentan Miskin Tanpa Dana Pensiun bikin Anak Muda Tersiksa Finansial Jadi Sandwich Generation, Harus Diputus

11 Juni 2026
Punya rumah dengan halaman luas di desa jadi sumber konflik tetangga dan keluarga MOJOK.CO
Catatan

Punya Rumah dengan Halaman Luas di Desa Kerap Disalahpahami, Dinikmati Tetangga tapi Jadi Sumber Konflik Keluarga

25 Mei 2026
Ilustrasi punya rumah megah di desa.MOJOK.CO
Catatan

Membangun Rumah Megah demi Penuhi Standard Kesuksesan di Desa Malah Bikin Ibu Tersiksa: Terasa Sepi, Cuma “Memuaskan” Mata Tetangga

21 April 2026
Sesal pernah kasar ke bapak karena miskin. Kini sadar setelah ditampar perantauan karena ternyata cari duit sendiri tidak gampang MOJOK.CO
Sehari-hari

Sesal Dulu Kasar dan Hina Bapak karena Miskin, Kini Sadar Cari Duit Sendiri dan Berkorban untuk Keluarga Ternyata Tak Gampang!

21 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara.MOJOK.CO

Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara

8 Juni 2026
Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja MOJOK.CO

Nestapa Anjing di Jogja: Dibuang Sarjana yang Baru Wisuda atau Jadi Sengsu di Atas Meja

8 Juni 2026
Sunflower Angel di Candi Prambanan saat pagi. MOJOK.CO

Simbol Perjalanan Cinta Sepasang Kekasih asal Jakarta-Jogja dalam Karya Seni “Sunflower Angel” di Candi Prambanan

11 Juni 2026
Tingkatkan literasi dengan baca buku. MOJOK.CO

Cerita Sebuah Keluarga Membangun Kebiasaan Membaca Saat Orang Lain Berubah Menjadi “Phubbing”

11 Juni 2026
Harga Pertamax Naik Lagi, dan Kali Ini Kita Tidak Boleh Diam dan Pasrah Lagi

Harga Pertamax Naik Lagi, dan Seperti Biasa, Kelas Menengah Jadi Korban, Lagi dan Lagi

10 Juni 2026
"Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah" - Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah.MOJOK.CO

‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah

13 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.