Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Standard kecantikan di dunia kerja sangat toxic dan merugikan perempuan. Baik secara mental maupun ekonomi.
Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal
Kebohongan peneliti palsu asal Indonesia terbongkar saat menghadiri konferensi di Denmark. Kejadian ini cuma fenomena gunung es dari sekte “pemuja kargo” yang melanda ekosistem riset di Indonesia.
Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo
Zaman yang makin digital dan serba cepat, menciptakan sebuah ironi: ikatan persaudaraan antarpecinta sepeda tua yang makin memudar. Acara KLIC di Klaten berhasil merekatkan kembali ikatan ini.
Sejatinya Manusia Hidup untuk Mengakali Kematian
Manusia memiliki kesadaran bahwa mereka tak akan hidup selamanya. Makanya, sepanjang hidup, mereka selalu mencari cara untuk “mengakali” kematian.
FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi
FnB di Jakarta dianggap sebagai bisnis paling tak manusiawi bagi pekerja. Jam kerja sangat panjang, tapi upahnya di bawah standard UMR.
Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini
5 hal yang perlu kamu ketahui dan kamu lakuan dalam menghadapi kelesuan ekonomi. Jangan resign apalagi buka usaha di situasi ini.
Tren dan FOMO Olahraga “Kalcer” yang Mahal Lahir karena Minimnya Fasilitas Publik di Perkotaan
Tren olahraga kalcer yang mahal muncul tak cuma karena FOMO. Itu imbas kegagalan pemerintah dalam menyediakan fasilitas publik yang memadai.
Salah Kaprah soal Healing: Anak Muda Terjebak Keborosan, padahal “Penyembuhan Sejati” Itu Gratis dan Sering Kali Tak Estetik
Banyak anak muda salah memahami makna healing yang sebenarnya. Ia berbeda dari sekadar liburan atau staycation.