Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,521 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Pocong Itu Cuma Hantu Kemarin Sore di Jagad Demit Indonesia, tapi Mengapa Ia Paling Menyeramkan?
Pocong memang hantu kemarin sore. Baru eksis di awal 2000-an. Namun, ia jadi hantu paling seram karena menggambarkan sisi paling ditakuti manusia: kematian.
Bandung Kota Overrated dan Penuh Masalah, Anak Mudanya Tetap Waras karena Persib
Bandung adalah kota yang problematik, cuma bikin anak mudanya menderita. Satu-satunya hal yang bisa mereka menjaga kewarasan mereka adalah Persib.
Hutan Papua Tak Baik-baik Saja, Terancam Hilang Imbas Pembukaan Lahan Besar-besaran
Hutan Papua terancam hilang karena pembukaan lahan tebu dan cetak sawah. Luasnya setengah juta hektar, lima kali luas Kota Jogja.
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle
Melalui EP Animals, Gabriëlle mengkritik dunia yang mulai kehilangan kemanusiaannya melalui alegori hewan.
Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan
In this economy, logika ekonomi orang desa yang selama ini jarang dilirik, ternyata malah bisa menyelamatkan anak muda dari masalah finansial. Apa saja?
4 Tahun Merantau di Jakarta Bikin Sadar, “Orang Kabupaten” Jauh Lebih Toksik dari Anak Jaksel: Sialnya, Susah di-Cut Off
Konon, kelakuan orang Jakarta buruk: apatis dan individualis. Namun, ternyata, sikap orang Kabupaten jauh lebih toksik dari warga ibu kota.
Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan
Konon, kerja sesuai hobi adalah idaman anak muda. Namun, nyatanya, ia malah bikin pekerja menderita dan stres berat.
Omong Kosong Slogan “Srawung” di Desa: Cuma Jahat ke Warga Miskin, Kalau Kamu Tajir Tak Perlu Membaur buat Dihormati
Budaya srawung di desa itu cuma berlaku buat orang miskin. Kalau kamu kaya, tak perlu repot-repot membaur bareng warga buat bisa dihormati.