Arsip Artikel: Ahmad Effendi
1,549 ArtikelJurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.
Masyarakat Adat di Tengah Krisis Iklim: Hak-Hak Dijegal Birokrat, Hutan Dibabat demi Konglomerat
Di saat pemerintah sibuk mengobral janji pelestarian alam, masyarakat adat justru dibiarkan bertaruh nyawa sendirian membela hutan warisan leluhurnya dari gusuran alat berat.
‘Bunyikan Klakson Kalau Kalian Resah sama Pemerintah’ – Massa Aksi di Gejayan Soroti Harga BBM hingga Pelemahan Rupiah
Ribuan massa melakukan aksi demonstrasi di Jalan Gejayan, Sabtu (13/6/2026). Mereka menyoroti pelemahan rupiah hingga kenaikan harga BBM.
Timnas Kongo dan Wajah Baru Kolonialisme di Sepak Bola Afrika
Sejarah Kongo adalah sejarah kolonialisme. Meski kini sudah merdeka, penjajahan gaya baru hadir dalam bentuk football plantations.
Menggebrak Wonosobo! NOISE SPEED KILLA Pertemukan Musik Heavy Rock dan Kustom Motor
NOSE SPEED KILLA akan menghentak Le Coffee Wonosobo, Sabtu (5/7/2026). Konsep acara mempertemukan musik heavy rock dengan motor kustom.
Rupiah Melemah Bikin Kelas Menengah Makin Susah: Gaji Tak Kemana-mana, tapi Biaya Hidup Terus Melonjak
Melemahnya nilai rupiah atas dolar bikin anak kos makin menderita. Penghasilan mereka tak bertambah, tapi biaya hidup dan harga pangan terus naik.
Ketika Hukum Mandul dan Sang Jenderal Jagal Terus “Menyangkal”, Hantu Masa Lalu Datang Memberi Keadilan
Dalam film La Llorona (2019), jenderal jagal penjahat perang mati bukan karena kekerasan dari sipil. Tapi oleh hantu yang ia ciptakan sendiri di masa lalu.
Babak Baru Perlawanan Warga Wonogiri Tolak Pabrik Semen di Pracimantoro, Bawa Ancaman Karst Gunungsewu ke Markas UNESCO
Perlawanan warga Wonogiri dalam menolak wacana pembangunan pabrik semen di Pracimantoro memasuki babak baru. Kini, mereka mengadukan ancaman kerusakan karst Gunungsewu itu langsung ke markas UNESCO.
Para Jagal Anjing di Jogja dan Mitos yang Terus Dipelihara
Kebiasaan makan daging anjing di Jogja masih marak. Mitos keperkasaan menjadi dalih mengapa orang-orang doyan mengonsumsi anabul.