MOJOK.COWarga Bedahan, Depok, saat ini mungkin nggak fokus lagi cari takjil. Penangkapan babi ngepet di sana telah menciptakan heboh nasional dan mengundang banyak pertanyaan.

Kebanyakan orang Indonesia memang menganggap hal mistis sebagai hiburan. Termasuk cerita gempar soal babi ngepet. Kesukaan orang dengan hal-hal tak kasat mata ini terbukti lewat film horor, tayangan uji nyali, dan footage penampakan yang tidak pernah sepi komentar. Pocong is number wan villain. Walau pada akhirnya sebagian dari tayangan itu terbukti bohongan, tapi masyarakat seakan menginternalisasi betul lirik lagu Rihanna ft Eminem “I love the way you lie.” Dibohongin juga nggak apa-apa, asal asyik.

Kali ini, babi ngepet adalah hiburan mistis selanjutnya. Meski begitu, rasanya tertangkapnya si babi jadi fenomena yang too good to be true. Alias, woy lah yang bener aja! Banyak yang justru skeptis karena babi ngepet 4.0 ini punya banyak sekali “plot hole” dalam kisah penangkapan hingga kematiannya siang ini.

#1 Kenapa sih babi ngepet harus ditangkap sama orang-orang telanjang

Sepanjang riwayat kehidupan, rasanya kita selalu dicekoki logika bahwa setan, siluman, iblis, dan kekuatan jahat lain bisa dikalahkan dengan doa dan kebaikan. Masalahnya, sembilan hingga sebelas orang penangkap babi ngepet di Depok itu bugil demi menangkap si siluman pencuri uang. Katanya, kalau nggak bugil, si siluman bisa kabur. 

Bentar deh… bentar.

Telanjang itu sama dengan buka aurat, sama dengan menyalahi norma masyarakat, sama dengan hal negatif. Sedangkan babi ngepet sebagai siluman dan hal negatif lain harusnya dikalahkan dengan hal positif serupa doa, kebaikan, pengampunan. Kok ini justru sebaliknya ya? Entahlah, belum ada yang bisa menjawabnya.

#2 Kenapa nggak ngepet di Menteng, Cawang, atau daerah elit lain?

Walaupun babi ngepet, harusnya tahu lah mana perkampungan orang kaya dan mana perkampungan rakyat biasa. Mohon maaf bi, kenapa nggak ke Menteng aja sih? Ke Pondok Indah juga bisa deh. Minimal ke Cawang kek atau Pantai Indah Kapuk. Dijamin tangkapan sehari bisa untuk hidup sebulan. Pertanyaan simpel semacam ini belum ada yang bisa menjawab. Kalaupun berusaha dijawab, sering nggak bisa diuji validitasnya. Duh, kan, jadi skeptis.

#3 Lilinnya bisa diganti pakai lilin virtual nggak sih?

Daripada mempercayai seseorang buat jaga lilin yang bisa berujung tidak amanah, bukankah ini saat yang tepat bagi babi ngepet buat pakai lilin virtual? Tinggal unduh aplikasi lilin. Kalau mau lebih canggih, cari aplikasi yang bisa otomatis ngasih peringatan saat lilin goyah. Lumayan, tugas jaga lilin jadi nggak repot dan bikin ngantuk. Lagian lilin virtual nggak akan bikin si babi berubah jadi manusia, ya karena lilin virtual bisa menyala selamanya. Mantap kan? Masalahnya kenapa pengepet 2021 nggak pernah kepikiran akan hal ini?

#4 Apa bedanya babi ngepet dan babi pada umumnya?

Walaupun sama-sama babi, harusnya ada perbedaannya dong. Yang satu asli, yang satu imitasi, itu pun pasti bisa dianalisis. Sayangnya sampai sekarang belum pernah ada penjelasan yang beneran memuaskan. Loh, gini, soalnya siapa yang bisa menjamin kalau makhluk yang tertangkap di Depok itu jadi-jadian? Jangan-jangan dia hanyalah peliharaan yang lepas dari kandang, atau sesimpel celeng yang lagi cari makan. Kita nggak pernah tahu kan? Lha wong akhirnya doi disembelih dan tidak dibuktikan bisa berubah jadi manusia. Alasannya karena covid-19 pula. Punten, terdengar ramashok.

#5 Ada nggak sih orang yang jago ngepet sampai masuk daftar orang terkaya versi Forbes?

Konon, pesugihan adalah sebuah cara yang tergolong instan untuk mendapatkan uang. Kalau begitu, mungkin yang ngepet bisa lebih cepat banjir cuan dibanding pengusaha-pengusaha beken Indonesia. Bukan nggak mungkin ada orang yang saking tekunnya pesugihan lalu kaya raya dan masuk Forbes. Nah, masalahnya ada yang begini beneran nggak ya?

Ngepet selalu jadi top of mind orang-orang saat lagi terhimpit masalah ekonomi, mengalahkan profesi duit instan lainnya seperti open BO atau cari sugar daddy. Tapi, entah kenapa, belum ada penjelasan yang benar-benar memuaskan semua orang seputar profesi mistis ini. Babi ngepet pun seolah jadi entitas yang bisa jadi cuma rekayasa. Kalau ada tetanggamu yang kaya raya dan dicurigai ngepet, coba cek lagi, jangan-jangan dia aktif bermain saham dan uang crypto, bukan pesugihan.

BACA JUGA Kasus Babi Ngepet di Depok Adalah Contoh Sahih Ngerinya Mulut Tetangga dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Baca juga:  Amien Rais Bicara Baratayuda dan Armageddon, Buya Syafii: Sandiaga Uno Ingin Damai