Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Seni

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
23 Maret 2025
A A
Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal.MOJOK.CO

Film Qodrat 2: Ketika Perempuan Buruh Pabrik Dieksploitasi Kapital sekaligus Jadi Tumbal (dok. IMDb)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dalam semesta Qodrat 2 (2025), para buruh perempuan dieksploitasi dua kali. Pertama, oleh bosnya. Dan yang kedua oleh bos dari bosnya, yakni iblis junjungan bernama Zhadug. Mereka diperbudak oleh sistem kapital dan pesugihan.

***

Hidup dalam bayang-bayang dosa itu susah. Kamu tak bisa tidur nyenyak. Kamu juga sulit hidup normal di masyarakat. Bahkan, untuk salat taubat pun, berkali-kali mencoba tetap saja gagal karena merasa tak pantas.

Hidup sebagai orang miskin sama susahnya. Kamu bakal dipandang rendah. Sampai-sampai untuk mendapatkan uang, kamu harus rela bekerja di tempat yang mengerikan.

Premis inilah yang berusaha dimunculkan sutradara Charles Ghozali dalam film Qodrat 2. Setelah berhasil mengalahkan jin Assuala di film pertama, ustaz ahli rukyah jagoan kita, Qodrat, kembali menghadapi perjalanan penuh bahaya demi menyelamatkan istrinya, Azizah (Acha Septriasa).

Diceritakan, pasca kematian anaknya, Alif, Azizah sempat dirawat di Rumah Sakit Jiwa karena depresi. Namun, ketika Qodrat berusaha menemuinya, Azizah sudah keluar dari rumah sakit dan bekerja di sebuah pabrik kain. Pabrik inilah yang kemudian menjadi setting utama cerita. Spoiler alert!–banyak kengerian muncul di sini.

buruh pabrik.MOJOK.CO
Dalam film Qodrat 2, diceritakan Azizah, istri Qodrat, bekerja di sebuah pabrik untuk melupakan depresi masa lalunya. (dok. IMDb)

Perempuan-perempuan yang bertaruh hidup di pabrik jahanam

Bekerja di pabrik adalah cara Azizah untuk kembali menemukan hidup yang normal. Ia mengalami depresi berat setelah diketahui menjual dirinya kepada iblis Assuala demi menyelamatkan putranya. Dosa musyrik itulah yang terus menghantuinya.

Selain Azizah, Qodrat 2 juga memotret buruh perempuan lain di pabrik tersebut. Mereka hidup miskin dan harus rela meninggalkan keluarganya untuk bekerja di tempat yang mengerikan.

Yang tak mereka ketahui, ternyata bos pabrik tersebut telah bersekutu dengan Zhadug–iblis berkepala kerbau. Sang iblis meminta tumbal darah jika bos pabrik ingin usahanya terus menghasilkan uang.

qodrat 2.MOJOK.CO
Bos pabrik tersebut telah bersekutu dengan iblis demi mendapatkan keuntungan. Syaratnya harus memberikan tumbal darah, yakni kematian buruh pabrik. (dok. IMDb)

Oleh karena itu, setiap beberapa hari sekali, bakal ada satu buruh perempuan yang mati di pabrik. Korban pertama diketahui bernama Murni, seseorang yang mengajak Azizah bekerja di pabrik tersebut. Tak lama setelah kematian Murni, giliran tokoh Sri yang meninggal. 

Azizah dan temannya, Purwanti (Della Dartyan) merasa ada yang tak beres dengan kematian kedua temannya itu. Pasalnya, mereka menemukan buhul (kafan bertulis mantra dalam aksara Arab) di tas teman-temannya itu. Mereka yakin, Sri dan Murni telah ditumbalkan oleh bos pabrik.

Buruh pabrik melawan bentuk eksploitasi manusia dan demit

Kecurigaan itu menyulut keberanian Azizah dan Purwanti untuk membongkar praktik musyrik bos pabrik. Dalam sebuah adegan, mereka terlihat tengah membuntuti para petinggi pabrik yang hendak melaksanakan ritual persembahan kepada iblis Zhadug.

buruh pabrik.MOJOK.CO
Para buruh pabrik curiga bahwa kematian Murni karena ditumbalkan. (dok. IMDb – Qodrat 2)

Sialnya, mereka ketahuan. Pihak keamanan pun lantas mengejar mereka. Apes bagi Azizah, kakinya terkilir yang bikin dia tertangkap. Sementara Purwanti yang berhasil lolos, menyebarkan kemusyrikan bosnya kepada buruh lain.

Dalam situasi menegangkan itu, untungnya Qodrat datang di saat yang tepat. Ia datang bersama Sukardi, suami Murni yang memang selama ini berusaha mencari keadilan untuk istrinya yang meninggal tak wajar.

Iklan

Setelahnya, film Qodrat 2 menyajikan rangkaian sequence yang intens dan penuh ketegangan. Qodrat, dengan ilmu rukyahnya, berusaha menyelamatkan Azizah yang hendak dijadikan tumbal ketiga oleh Zhadug. Sementara Sukardi, ikut gabung ke barisan buruh perempuan yang berdemo meminta pertanggung jawaban atas kematian teman-teman mereka.

Fight scene Qodrat 2 lebih memukau ketimbang film pertama

Ada satu hal dalam Qodrat 2 yang menurut penulis benar-benar di-upgrade dari film pertamanya. Yakni fight scene alias adegan adu jotosnya.

Film ini banyak menampilkan teknik martial arts dalam berbagai adegan bertarung. Qodrat tak cuma mewujud sebagai ustaz yang pandai melantunkan doa-doa penghalau iblis, tapi sekaligus petarung ulung.

Pertarungannya melawan para penjaga pabrik mengingatkan pada fight scene di film-film laga Hong Kong 80’an. Namun, penonton langsung disadarkan bahwa yang mereka saksikan bukanlah Jet Li maupun Andy Lau. Setelah mengalahkan lawan-lawannya, Qodrat selalu memberi pesan untuk taubat dan menyadari bahwa kekuatan mereka sepenuhnya datang dari Allah.

Sementara di adegan lain, para buruh perempuan bersama Sukardi digebuk habis-habisan oleh petugas penjaga pabrik. Adegan ini begitu real.

buruh pabrik.MOJOK.CO
Film Qodrat 2 juga menampilkan realitas, saat buruh protes mereka harus berhadapan dengan pentungan. (dok. IMDb)

“Teriakan hidup buruh!” dibalas dengan pentungan dan tendangan oleh pihak pabrik. Persis seperti buruh di kehidupan nyata, di mana saat menuntut haknya, tindakan represif yang mereka dapatkan.

Potret realitas buruh di kehidupan nyata

Film Qodrat 2 memotret bagaimana buruh-buruh perempuan seolah tak diberikan pilihan. Hidup miskin membuat mereka mau tak mau harus bertahan di pabrik jahanam itu, meski taruhannya nyawa.

Dalam beberapa adegan ditunjukkan, ada di antaranya mereka yang sadar bahwa kematian Murni dan Sri karena ditumbalkan. Namun, mereka memilih tak melawan karena masih ingin bekerja buat menyambung hidup.

“Kami punya keluarga untuk dihidupi. Lantas mau melawan gimana lagi, Pur. Kami tak bisa apa-apa,” kata seorang buruh pabrik saat Purwanti mengajak untuk sama-sama melawan pihak pabrik.

Fenomena demikian juga kerap terjadi di kehidupan nyata. Acapkali seorang buruh sadar dirinya tengah dieksploitasi, tapi ia tak bisa berbuat banyak karena jika melawan takut kehilangan pekerjaan.

Mereka berani melawan ketika sadar ada kesamaan nasib antarburuh yang kudu diperjuangkan. Dalam Qodrat 2, mereka akhirnya berani berdemo dan rela menghadapi pentungan karena merasa punya kans yang sama untuk mati sebagai tumbal. 

Mereka juga tak mau bernasib seperti Murni dan Sri, yang mati dan hilang begitu tanpa diberikan keadilan. Persis seperti di kehidupan nyata, di mana ada seorang buruh perempuan di Sidoarjo yang kehilangan nyawa karena menuntut haknya. Cerita dalam Qodrat 2 dan kehidupan nyata para buruh cukup akurat, bukan?

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Pernikahan Arwah, Film Horor Segar yang Kental dengan Budaya Tionghoa atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan.

Terakhir diperbarui pada 23 Maret 2025 oleh

Tags: buruh pabrikFilmfilm qodratpesugihanqodratqodrat 2tumbal
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Na Willa, film anak yang obati inner child
Seni

‘Na Willa’, Merangkul Inner Child dan Kebutuhan akan Film Anak dari Muaknya Komodifikasi Ketakutan

27 Maret 2026
Sinefil.MOJOK.co
Urban

Orang Nggak Mau Dijuluki “Sinefil” karena Tahu Itu Ejekan, tapi Tetap Banyak yang Mengaku “Si Paling Film”

9 Februari 2026
Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara dalam Mobil! Mojok.co
Pojokan

Film Tukar Takdir Nggak Sekadar Adegan Mesra Nicholas Saputra dan Adhisty Zara!

8 Oktober 2025
film tema perselingkuhan.MOJOK.CO
Mendalam

Main Serong di Sinema Indonesia: Mengapa Kamu Menyukai Film Bertema Perselingkuhan?

22 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kerja di Jakarta.MOJOK.CO

Jakarta Tak Cocok bagi Fresh Graduate yang Cuma “Pengen Cari Pengalaman”: Bisa Bikin Finansial dan Mental Layu Sebelum Berkembang

26 April 2026
Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS

28 April 2026
undangan pernikahan versi cetak atau digital jadi perdebatan di desa. MOJOK.CO

Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi

30 April 2026
Minyak wangi cap lang lebih bagus dari FreshCare. MOJOK.CO

Anak Usia 30-an Tak Ingin FOMO Pakai FreshCare, Setia Pakai Minyak Angin Cap Lang meski Diejek “Bau Lansia”

27 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Mie ayam bintang di Jakarta. MOJOK.CO

Belajar Membangun Bisnis dari Pedagang Mie Ayam Bintang, Sekilas Tampak Sederhana tapi Punya 5 Cabang di Jakarta

29 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.