• 261
    Shares

MOJOK.CO – Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dinyatakan lulus ujian paket C. Ini artinya beliau sudah tamat SMA dan sudah bisa jadi calon wakil presiden.

Susi Pudjiastuti sempat masuk dalam bursa calon wakil presiden (cawapres) yang akan disunting Presiden Jokowi. Menteri Kelautan dan Perikanan ini dianggap cocok untuk masuk kriteria golongan profesional yang diumumkan oleh tim Jokowi beberapa waktu lalu. Bahkan melalui survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Susi punya popularitas yang tak bisa diremehkan dibandingkan spekulasi nama-nama lain.

Masalahnya, kalaupun nanti Susi betulan dilamar untuk jadi pasangan Jokowi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, secara Undang-undang Susi akan terkendala karena tidak sempat lulus SMA. Susi Pudjiastuti memang pernah terdaftar sebagai siswa SMAN 1 Yogyakarta, hanya saja Susi tidak menyelesaikan pendidikannya. Alhasil, ijazah terakhir Susi hanya SMP.

Padahal jika melihat aturan pada UUD 1945 dan secara tegas diatur dalam Pasal 169 UU 7/2017, seorang capres atau cawapres, “Berpendidikan paling rendah tamat Sekolah Menengah Atas, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, Madrasah Aliyah Kejuruan, atau sekolah lain yang sederajat.“

Syukurnya, per hari ini, yaitu Jumat, 13 Juli 2018, Susi Pudjiastuti sudah resmi dinyatakan tamat setara SMA. Menteri yang nyentrik ini telah sukses lulus ujian kejar paket C jurusan IPS. Perjalanan bagi Susi untuk mendapatkan ijazah ini tidak bisa dibilang mudah, Susi diketahui sudah mendaftar di PKBM Bina Pandu Mandiri sejak 2015 lalu dan baru bisa dinyatakan ikut ujian pada 11-13 Mei 2018.

Baca juga:  Sarung, yang Membuat Kiai Ma’ruf Amin Terima Pinangan Jokowi

Ujian yang diikuti Susi ini pun sempat ditunda. Seharusnya Menteri yang demen menenggelamkan kapal ilegal ini mengikuti ujian pada 2017, tapi karena kesibukannya, ujian harus ditunda sampai pada tahun ini. “Kemarin beliau ikut ujian susulan dari tanggal 11 sampai 13 Mei 2018,” kata Didi Ruswendi, Ketua Yayasan Bina Pandu Mandiri Kabupaten Ciamis, seperti yang diberitakan detik.com.

Meskipun seorang Menteri, menurut Didi, Susi Pudjiastuti begitu disiplin dan tidak mendapatkan keistimewaan dibandingkan peserta yang lain. Nilai total Susi pun sebenarnya tidak tinggi. Bahkan rata-rata nilanya pun hanya 61. Bahkan nilai ekonominya pun cuma 44, meski untuk nilai Pendidikan Kewarganegaraan nilainya cukup tinggi, yakni 82.

Meski kelihatannya nilai yang diraih Susi cuma rata-rata, tapi ujian kesetaraan ini diikuti oleh beberapa peserta yang memang sudah uzur secara usia. Tentu bukan sebuah ujian yang mudah bagi profesional dan seorang yang sudah lama meninggalkan bangku sekolah bertahun-tahun lalu kembali berkutat mempelajari buku pelajaran-pelajaran seperti pada masa mudanya.

Terbukti dengan nilai cuma rata-rata 61, Susi merupakan lulusan terbaik tahun ini se-Kabupaten Ciamis untuk Ujian Paket C. Artinya, Susi berhak dapat ranking 1. Jadi dibandingkan orang-orang seangkatannya yang “terpaksa” harus ujian SMA lagi, Susi emang masih paling moncer.

Hanya sayangnya, karena beliau Menteri, nilai ujiannya jadi tersebar ke mana-mana dan dibicarakan oleh banyak orang. Ini juga jadi pertanda, nilai itu bukan representasi sebenarnya dari kemampuan seseorang, toh dengan nilai segitu Susi sudah menunjukkan bagaimana bersikap tegas menjaga kedaulatan wilayah laut di Indonesia. Dibandingkan menteri-menteri sebelumnya yang lulusan kampus-kampus mentereng.

Baca juga:  Prabowo Jokowi Bikin Jenuh, Siskaeee E-nya tiga dan Jeng Asti Pemersatu Ummat Solusinya

Selamat untuk Ibu Susi Pudjiastuti yang sudah lulus SMA. Kalau ada yang mencibir soal nilai, sudah, tenggelamkan saja itu, Bu.

Sst, sudah sana, silakan diambil sepedanya. (K/A)

  • 261
    Shares


Tirto.ID
Loading...

No more articles