Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Soal Kekerasan Seksual, UMY Tunjukkan Cara Jaga Nama Baik Kampus

Ada perbedaan bagaimana UMY dengan UGM dalam menangani kasus kekerasan seksual di instansinya.

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
7 Januari 2022
A A
kdrt mojok.co

Ilustrasi kekerasan. (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Apresiasi terhadap UMY yang telah berpihak terhadap korban dan tetap berhati-hati dalam menangani kasus kekerasan seksual. Nggak kayak UGM.

Harus diakui, kasus kekerasan seksual di dunia akademik menjadi sorotan publik dan menjadi perbincangan sangat intens beberapa tahun belakangan sejak kasus “Agni UGM”.

Saya ingat betul pada November 2018 ketika itu. Masa-masa ketika laporan dari Balairung, Pers Mahasiswa UGM, merilis laporan kekerasan seksual. Sejak itu, 3-4 tahun sampai sekarang, laporan soal kasus kekerasan seksual di kampus jadi lebih sering mencuat ke permukaan. Media lokal atau internal kampus, tidak lagi “takut” memuat laporan tersebut.

Sebagai seorang mantan jurnalis pers mahasiswa, saya tentu merasa sangat bangga dan kagum dengan adik-adik mahasiswa Balairung ketika dengan berani memuat laporan kekerasan seksual seperti itu.

Mengingat, berita semacam ini, punya risiko yang tidak main-main. Bisa saja laporan ini akan menjadi backfire karena dianggap mencemarkan nama baik UGM. Salah satu kampus paling prestisius seantero negeri. Si mahasiswa, baik korban maupun jurnalis kampus yang memuat laporan itu bisa saja berada dalam posisi rawan.

Keberanian mereka–baik Agni sebagai korban maupun Balairung sebagai media yang mengakomodasi laporan itu—setidaknya benar-benar mengubah mindset banyak orang bahwa dunia akademik tidaklah suci-suci amat.

Bahwa dunia akademik juga punya dosa terselubung dalam kasus kekerasan seksual iya, namun bukan soal bagaimana dosa itu yang kemudian disorot, melainkan bagaimana langkah kampus berusaha bertanggung jawab menghadapinya.

Inilah yang kemudian dicontohkan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Kamis (6/1) kemarin. Kampus yang agak mencit di area Selatan kota Yogyakarta itu dengan “berani” melakukan tindakan tegas terhadap mahasiswa berinisial MKA yang diduga telah melakukan kekerasan seksual.

MKA, inisial pelaku ini, merupakan mahasiswa UMY angkatan 2017 dan dikenal sebagai aktivis kamus. Tanpa kebanyakan petingsing, UMY memutuskan mengeluarkan si terduga pelaku (disebut “terduga” karena kasus ini belum dibawa ke ranah pidana).

Tindakan tegas ini juga bukan karena desakan emosional belaka, namun setelah hasil investigasi kampus menunjukkan bukti-bukti bahwa si pelaku melakukan kekerasan seksual terhadap 3 mahasiswi UMY.

Apresiasi dan standing applause rasanya layak diberikan kepada jajaran pejabat-pejabat UMY, bukan hanya soal bagaimana mengawal kasus ini secara hati-hati, tapi juga bagaimana mereka punya keberpihakan yang sangat jelas terhadap korban.

“Yang bersangkutan sudah mengaku. Dan korban ada yang sangat kronologis (menceritakannya), saya diginiin terus diginiin,” kata Rektor UMY, Gunawan Budiyanto.

Tidak hanya tindakan tegas pada pelaku, UMY juga akan mengawal dan mendampingi para korban. Mengingat ketiga korban dari MKA ini masih menjadi mahasiswi aktif di UMY.

“Tiga-tiganya aktif kuliah. Kita dampingi sampai selesai. Jangan sampai jatuh tertimpa tangga, kita lugas, tegas, detail, tapi secara langsung kita ikut menghancurkan si korban,” kata Rektor UMY.

Iklan

Sikap dari UMY semacam ini seolah menjadi oase bagi ‘gurun’ kasus kekerasan seksual yang terjadi di dunia akademik Indonesia. Apalagi mengingat, kasus semacam ini acapkali justru jadi bencana tambahan bagi korban.

Padahal, menurut laporan kolaboratif #namaBaikKampus yang melibatkan beberapa media populer Indonesia, seperti Tirto.id, The Jakarta Post, dan Vice Indonesia, diketahui bahwa sedikitnya ada 174 korban kekerasan seksual yang menyebar di 79 kampus di seluruh Indonesia dari penelusuran sejak 13 Februari sampai 28 Maret 2019.

Ratusan korban ini tentu punya spesifikasi kasus yang berbeda-beda. Ada yang dilecehkan, diintimidasi secara seksual, dan 13 di antaranya korban pemerkosaan. Secara keseluruhan, hanya 20 persen dari 174 korban itu yang pada akhirnya melapor. Rata-rata khawatir bahwa laporannya justru dianggap “berlebihan”.

Kekhawatiran inilah yang menguatkan asumsi bahwa kasus kekerasan seksual di Indonesia seperti fenomena gunung es. Kasus-kasus viral yang ada di sekitar kita, di media sosial kita, sebenarnya hanyalah segelintir.

Asumsi ini dikuatkan juga dari hasil survei daring oleh Lentera Sintas Indonesia dan Magdalena.co. Survei tersebut menemukan bahwa ada 93 persen penyintas kekerasan seksual tidak melaporkan kasusnya ke aparat penegak hukum. Sebagai catatan, survei ini dilakukan 2016, atau dua tahun sebelum kasus “Agni UGM” mencuat ke publik.

Berbanding terbalik dengan kasus UMY, di mana pihak rektorat bergerak cepat sekaligus lebih dulu memakai perspektif korban—di kampus UGM, Agni harus “berdarah-darah” untuk menemukan keadilan. Bahkan keadilan yang diharapkan tak datang-datang juga sampai sekarang.

Meski begitu, justru karena kasus Agni tersebut, beberapa kampus jadi lebih punya concern yang lebih soal cara penanganan kasus kekerasan seksual di instansinya. Terlebih lagi, banyak media dan SJW-SJW di media sosial semakin galak kalau soal urusan begini-begini. Ini juga bikin beberapa kampus jadi hati-hati.

Dan salah satu yang melakukannya dengan hati-hati dan layak diberi apresiasi setinggi-tingginya dalam periode sekarang ini jelas UMY.

Setidaknya, UMY layak sudah mereka jadi uswatun hasanah. Ibarat status SD Inpres, UMY ini harus segera mendapat gelar sebagai kampus percontohan.

BACA JUGA 7 Hal yang Bikin Netizen Muntab dalam Kasus Novia Widyasari dan artikel lainnya di POJOKAN.

Penulis: Ahmad Khadafi

Editor: Ahmad Khadafi

Terakhir diperbarui pada 7 Januari 2022 oleh

Tags: Agnikekerasan seksualnama baik kampuspelecehan seksualpemerkosaanUGMUMY
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mahasiswa UGM hidup nomaden sambil kuliah di Jogja demi gelar sarjana
Edumojok

Mahasiswa UGM Kena DO dan Tinggal Nomaden karena Kendala Ekonomi, Kini Raih Gelar Sarjana Berkat “Menumpang” di Kos Teman

17 Maret 2026
Rif'an lulus sarjana UGM dengan beasiswa. MOJOK.CO
Edumojok

Alumnus Beasiswa UGM Kerap Minum Air Mentah Saat Kuliah, hingga Utang Puluhan Juta ke Kyai untuk Lanjut S3 di Belanda

15 Maret 2026
Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Anak Akuntansi UGM burnout. MOJOK.CO
Edumojok

Anak dari Pulau Bangka Bela-belain Kuliah di UGM Sampai Jadi Wisudawan Terbaik, bikin Orang Tua Bangga dengan Gelar Sarjana Akuntansi

6 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang MOJOK.CO

Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

20 Maret 2026
Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan Mojok.co

Sulitnya Jadi Penjual Gudeg, Susah-susah Siapkan Makanan Khas Jogja Berujung Dapat Celaan Wisatawan

15 Maret 2026
Mudik Lebaran mepet dari Jogja dengan kereta demi kumpul keluarga

Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

19 Maret 2026
Dosen Poltani Kupang sekaligus Ahli Peternakan dapat dana LPDP. MOJOK.CO

Getol Kuliah Peternakan Sejak Sarjana hingga S3 di Luar Negeri, Kini Bantu Para Gembala di Kupang Jadi Kaya 

18 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

21 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.