Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Kayak Roller Coaster, Persentase Suara Prabowo Naik Turun 5 Kali Jelang Sidang MK

Ahmad Khadafi oleh Ahmad Khadafi
14 Juni 2019
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tercatat sampai 5 kali BPN Prabowo-Sandi merevisi persentase suaranya sendiri. Dari sejak fenomena sujud syukur Prabowo, sampai jelang Sidang MK.

Sidang Mahkamah Konstitusi (MK) sudah berlangsung. Sejujurnya, tak ada yang seru. Keadaan tenang-tenang saja, santai, damai. Malah di medsos netizen cenderung cuek aja dengan jalannya Sidang MK. Jangan-jangan ini karena isu Ustaz Rahmat Baequni.

Mungkin netizen udah bosan. Bahkan saking bosannya—karena selalu diulang-ulang, bisa jadi ada masyarakat kita yang cukup selo sampai hapal dengan tuntutan-tuntutan BPN Prabowo-Sandi di Sidang MK. Mirip kayak orang yang bakal otomatis hapal sama Lagu Perindo karena selalu diputar berulang-ulang di tipi.

Hal ini bisa dimaklumi sih, soalnya hari ini agenda Sidang MK masih seputar pemaparan dugaan kecurangan yang disampaikan pemohon, atas nama BPN Prabowo-Sandi.

Seperti yang kita juga tahu, segala macam tuntutan dan tudingan kecurangan Pilpres 2019 sudah didengar masyarakat bahkan sejak sebelum coblosan. Ya masyarakat boleh dong bosen dengerin hal yang sama terus.

Setelah coblosan, sampai hari-hari belakangan. Tuduhan soal kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif tidak banyak yang berbeda. Jika ada hal yang baru mungkin seputar sumber dana kampanye yang tidak jelas lalu dianggap sebagai “kecurangan” oleh kuasa hukum BPN, lalu ada juga soal ajakan Jokowi untuk nyoblos dengan pakaian putih yang dianggap sebagai “pelanggaran serius”.

“Bukan hanya melanggar asas pemilu yang rahasia, ajakan memakai baju putih untuk menyoblos di tanggal 17 April itu juga adalah pelanggaran serius atas asas pemilu yang bebas,” ujar Bambang Widjajanto, Ketua Tim Hukum 02.

“Karena amat boleh jadi menimbulkan tekanan psikologis dan intimidatif bagi pemilih yang tidak memilih paslon 01 dan karenanya tidak berkenan memakai baju putih,” lanjutnya lagi.

Udah deh, jangan nyinyir dulu. Ya kan bisa aja orang jadi tertekan kalau dikepung sama orang-orang yang pakai baju putih. Apalagi kalau sambil bawa pentungan dan teriakan takbir. Wah, siapa aja juga pasti keder tuh.

Namun, lebih daripada itu, hal yang menarik dari Sidang MK hari ini adalah soal klaim kemenangan Prabowo-Sandi yang berubah-ubah kayak Roller Coaster sejak diumumkan pada April sampai Juni 2019.

Terhitung, hanya dalam kurun waktu 3 bulan, klaim kemenangan BPN Prabowo-Sandi berubah sebanyak 5 kali. Ebuset.

Oke, mari kita perhatikan satu demi satu perubahan-perubahan ini.

Kalau kamu masih ingat, saat sujud syukur Prabowo jilid 2 berlangsung pada 17 April 2019, Prabowo mengklaim sudah mendapatkan suara sebanyak 62 persen. Teriakan suka cita pun sudah berkumandang di Rumah Kertanegara.

“Saya mau kasih update bahwa berdasarkan real count kita, kita sudah berada di posisi 62 persen. Ini adalah hasil real count. Dalam posisi lebih dari 300 ribu TPS. Sudah diyakinkan ahli-ahli statistik bahwa ini tidak akan berubah banyak,” kata Prabowo saat itu.

Iklan

Sayangnya, sebuah pemandangan penuh haru dari BPN karena merasa menang telak itu tampaknya tak bertahan lama. Satu bulan kemudian, angka persentase kemenangan ini berubah. Dari yang tadinya 62 persen menjadi 54,24 persen.

Hm, tampaknya yang ini lebih valid, soalnya angkanya pakai koma. Biasanya kalau nggak bulat-bulat gitu kelihatan valid sih. Dan angka 54,24 persen ini pun muncul pada 14 Mei 2019. Muncul saat Simposium Prabowo-Sandi di Hotel Grand Sahid, Jakarta.

Uniknya, meski kelihatan lebih valid, jumlah suara yang baru bisa didata oleh BPN Prabowo-Sandi saat itu diakui baru 54,91 persen. Jadi masih ada sekitar 55,09 persen yang belum masuk datanya.

Artinya, Prabowo baru “menang” di setengah data Pilpres 2019 yang baru dikumpulin oleh BPN Prabowo-Sandi sendiri. Baru kumpul setengah data kok klaim menang sih? Idih, ya bebas dong, emang situ siapanya BPN lha kok ngatur-ngatur?

Tapi cerita ini belum selesai. Baru sehari, tanggal 15 Mei 2019, BPN Prabowo-Sandi kemudian mengklaim bahwa suara mereka sudah berubah jadi 62 persen (lagi).

Buset. Bolak-balik kayak abang tukang bakso kompleks aja nih, Pak.

Katanya, meski baru mendata setengah dari suara yang bisa dikumpulkan, Tim BPN Prabowo-Sandi berani mengklaim bahwa angka 54,24 persen sehari sebelumnya bakal mencapai 62 persen nantinya.

Hm, sebuah sikap optimis yang keren buanget sih, Pak. Hambok yakin.

Ketika massa pendukung Prabowo sudah yakin bahwa mereka menang 62 persen, tiba-tiba BPN kembali merevisi perolehan suaranya lagi saat mengajukan gugatan ke MK. Satu bulan sejak klaim suara naik, Tim Hukum BPN Prabowo mengklaim bahwa suara untuk kliennya yang berhak adalah 52 persen.

Lah turun lagi?

Duh, Pak, beneran jadi abang tukang bakso kompleks aja nih kayaknya. Bolak-balik mulu. Nggak capek apa?

Akhirnya, menjelang Sidang MK yang akan digelar, pada 14 Juni 2019, Tim Hukum BPN Prabowo-Sandi mengaku bahwa angka persentase berubah lagi. Dari yang tadinya 52 persen menjadi 53 persen.

Fiuh, untung berubahnya nggak banyak ya, Pak? Cuma satu persen. Jadi nggak perlu bolak-balik kayak abang tukang bakso kompleks nih.

Mengenai keanehan bolak-balik persentase suara yang berubah-ubah ini, BPN Prabowo-Sandi menampik jika ini merupakan sikap inkonsistensi.

“Perhitungan itu kan bertahap. Tidak semua datanya langsung diterima. Wajar jika ada perubahan dan koreksi sesuai dengan data yang masuk,” kata Tim BPN Prabowo-Sandi.

Oh, jadi yang kemarin-kemarin itu data belum masuk ke Tim BPN? Lha terus Prabowo klaim kemenangan sampai sujud syukur di Rumah Kertanegara itu pakai datanya siapa dong?

Terakhir diperbarui pada 14 Juni 2019 oleh

Tags: BPNprabowosidang mk
Ahmad Khadafi

Ahmad Khadafi

Redaktur Mojok. Santri. Penulis buku "Dari Bilik Pesantren" dan "Islam Kita Nggak ke Mana-mana kok Disuruh Kembali".

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
kapitalisme terpimpin.MOJOK.CO
Ragam

Bahaya Laten “Kapitalisme Terpimpin” ala Prabowonomics

21 Oktober 2025
Hentikan MBG! Tiru Keputusan Sleman Pakai Duit Rakyat (Unsplash)
Pojokan

Saatnya Meniru Sleman: Mengalihkan MBG, Mengembalikan Duit Rakyat kepada Rakyat

19 September 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Aktual

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Desa Nggak Cocok Jadi PNS Jika Tak Punya Ilmu Menjilat Atasan. MOJOK.CO

PNS Tinggalkan Suasana Slow Living di Desa karena Muak dengan Teman Kantor yang Suka Menjilat Atasan, Ujungnya Malah Bernasib Lebih Buruk

17 April 2026
Derita orang Jember kerja di Jakarta: teralienasi karena dianggap tertinggal MOJOK.CO

Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan

16 April 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Ilustrasi pamer pencapaian, keluarga, arisan keluarga, lebaran.MOJOK.CO

Arisan Keluarga, Tradisi Toksik yang Dipertahankan Atas Nama Silaturahmi: Cuma Ajang Pamer dan Penghakiman, Bikin Anak Muda Rugi Mental dan Materi

14 April 2026
Garap skripsi modal copas karena alasan sibuk di organisasi mahasiswa ekstra (ormek) dan tak punya duit buat bayar joki. Lulus PTN tepat waktu tapi berakhir kena karma MOJOK.CO

Skripsi Modal Copas karena Sibuk di Ormek dan Tak Kuat Bayar Joki, Lulus PTN Tanpa Kendala tapi Sengsara Tak Bisa Kerja

13 April 2026
Tidak bisa jadi PNS/ASN kalau tidak mau terima gaji buta sebagai CPNS

PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani

16 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.