Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Jika Jalan Rusak Memakan Korban, Pemerintah Bisa Dipidana

“Kuingin maraaaah~ melampiaskan~ tapi ku hanyalaaah sendiri di siniii~

Aprilia Kumala oleh Aprilia Kumala
28 Februari 2018
A A
Jika Jalan Rusak Memakan Korban, Pemerintah Bisa Dipidana MOJOK.CO

Jika Jalan Rusak Memakan Korban, Pemerintah Bisa Dipidana MOJOK.CO

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Habis baca ini, kamu nggak hanya bisa ngeluh di media sosial, tapi bisa langsung ke kantor polisi buat laporin jalan rusak yang bikin kesal.

Setiap pagi saat berangkat kerja, saya melewati Jalan Kaliurang yang superpopuler di Yogyakarta. Perjalanan ini seharusnya menyenangkan sebelum akhirnya saya bertemu masalah menyebalkan di jalanan.

Iklan

Apa masalahnya? Simpel: jalan rusak, dengan sebuah lubang besar di tengah jalan.

Tapi, yang menyebalkan, lubang ini makin hari makin lebar. Malah kalau fenomena ini dijadikan lagu dan dinyanyiin Mulan Jameela, liriknya pasti begini: “Semakin hari, semakin lebaaar.”

Tenang, tenang, lirik ini bukan bermaksud untuk body shaming, kok, my lov. Lirik ini hanyalah ungkapan kekesalan pengguna jalanan yang nyawanya kian terancam berkat jalan rusak yang nggak kunjung diperbaiki.

Bukan hanya Jalan Kaliurang, fenomena jalan rusak tidak ditangani ini hadir hampir di semua kota di Indonesia. Di Jalan Lintas Timur Sumatra wilayah Provinsi Lampung hingga perbatasan Provinsi Sumatra Selatan, misalnya: berlalu lalangnya truk pengangkut barang di sana langsung terhambat karena kerusakan jalan!

Masalah ini bisa saja disiasati dengan upaya menimbun jalan berlubang agar lebih aman bagi pengendara, seperti yang dilakukan Satlantas Polres Mesuji Lampung. Namun, sebenarnya buat apa ditimbun-timbun kalau tidak ada niat memperbaiki? Buat apa menumpuk-numpuk harapan cinta kalau tiada ada niat menghalalkan? 🙁

Sadar atau tidak, jalan rusak ternyata punya andil besar atas ngaretnya kita sampai ke tujuan, terutama waktu hujan turun. Kalau biasanya kita bawa kendaraan dengan kecepatan normal, jalanan rusak memaksa kita untuk berjalan pelan-pelan sampai pegel sendiri tangannya.

Selain itu, kerusakan jalan bisa mendorong terjadinya kecelakaan tunggal. Bahkan, ketika pengendara berusaha menghindari jalanan rusak tersebut, mereka berisiko untuk diserempet maupun ditabrak kendaraan lain.

Ngeri nga, lur?

Tapi heyyy, warga-warga Indonesia yang budiman, ternyata nich, selain mengancam keselamatan pengendara kendaraan bermotor, kerusakan jalan ini punya ancaman besar terhadap seluruh aparat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, atau Dinas Bina Marga maupun Dinas PU.

Wow wow wow!!!

Dikutip dari Hukum Online yang mengutip dari Antara, Djoko Setijowarno, seorang pemerhati transportasi, mengingatkan kita-kita semua bahwa Indonesia memiliki Pasal 24 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur soal ini. Isinya gini, nih, my lov:

1) Penyelenggara Jalan wajib segera dan patut untuk memperbaiki Jalan rusak yang dapat mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas.

Iklan

2) Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Naaaah, pertinyiinnyi, sudahkah kamu-kamu menemukan tanda bahwa ada jalanan rusak di jalur yang kamu lalui, kalau-kalau jalanan rusak itu belum diperbaiki? Hmm hmm hmm.

Jika tidak ada sikap yang diambil terkait dengan kerusakan jalanan tadi, penyelenggara jalan seharusnya kembali menengok pada peraturan yang berlaku di jalanan. Djoko menekankan bahwa ada Pasal 273, yang isinya adalah:

1) Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

2) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah).

3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp 120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah).

4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Lihat kan, sahabat-sahabat Mojokiyah semua? Jika jalanan rusak itu dibiarkan terus-terusan kayak makhluk-makhluk yang di-friendzone-in, penyelenggara jalan (dalam hal ini pemerintah), bisa balik dikenai hukuman seperti yang tercantum dalam pasal di atas, apalagi kalau sampai timbul korban jiwa. Yhaaaa!!!111!!!

Ah, seandainya para penyelenggara jalan memahami betul Pasal 24 dan Pasal 273 ini, pastilah tyda perlu ada lubang-lubang jalanan yang dibiarkan menganga begitu saja. Dan, kalau jalanan rusak segera diperbaiki, kita pun tyda perlu lagi mendendangkan lagu ini di atas motor setelah menghindari 3.275 lubang di jalan:

“Kuingin maraaaah~ melampiaskan~ tapi ku hanyalaaah sendiri di siniii~

“Ingin kutunjukkan, pada siapa saja yang adaaa, bahwa hatikuuu kecewaaaa….”

BACA JUGA 3 Alasan Polisi Tidur Dihapuskan Saja Dari Muka Bumi dan tulisan lainnya dari Aprilia Kumala.

Terakhir diperbarui pada 14 Oktober 2021 oleh

Tags: dinas pujalan rusaklubang di jalanpasal 24 UU nomor 22 tahun 2009pemerintahPolisisanksi hukum
Aprilia Kumala

Aprilia Kumala

Penulis lepas. Pemain tebak-tebakan. Tinggal di Cilegon, jiwa Banyumasan.

Artikel Terkait

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai MOJOK.CO
Esai

Malang Santai Sayang, tapi Kritik Tak Lagi Santai 

26 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO
Kilas

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran MOJOK.CO
Esai

Gagal Paham Pejabat Soal Pantura: Tanggul Laut adalah Proyek Berbahaya yang Memboroskan Anggaran

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

UGM.MOJOK.CO

Berhasil Kuliah Gratis di Jurusan Mahal UGM Berkat Kebiasaan Belajar Pukul 3 Pagi dan Hobi “Nongkrong” di Perpus Hingga Malam Hari

24 Juni 2026
Piala Dunia, Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib.MOJOK.CO

Joachim Klement yang Tak Pernah Salah Ramal dan Skenario-Skenario Ajaib Pildun

25 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Mahasiswa Unair kuliah di Polandia, Eropa dengan beasiswa pertukaran pelajar dari Erasmus. MOJOK.CO

Jalan-jalan ke 6 Negara di Eropa dengan Beasiswa Erasmus, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pembelajaran Berharga dari Sekadar Belajar Musik

24 Juni 2026
Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.