Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Pojokan

Ayam Geprek, Sei, dan Makanan yang Kehilangan Jati Diri karena Sentuhan Metropolitan

Ajeng Rizka oleh Ajeng Rizka
27 Juni 2021
A A
ilustrasi Ayam Geprek, Sei, dan Makanan yang Kehilangan Jati Diri karena Sentuhan Metropolitan mojok.co

ilustrasi Ayam Geprek, Sei, dan Makanan yang Kehilangan Jati Diri karena Sentuhan Metropolitan mojok.co

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ayam geprek, sei sapi, dan banyak makanan lain kena distorsi habis-habisan setelah namanya tenar. Wah, pembunuhan karakter ini!

Layaknya Juminten yang kuliah di Washington dan kalau malam pergi ke Las Vegas, ada kalanya kuliner-kuliner daerah juga bisa merantau ke kota metropolitan. Persis putra kebanggaan daerah yang kemudian dibawa untuk memberi pencerahan pada masyarakat kota, kuliner juga demikian. Ia punya tugas yang amat mulia, yaitu buat menggoyang lidah seluruh bangsa. Ayam geprek adalah satu dari sekian banyak kuliner yang pernah tenar.

Ayam geprek dibawa ke panggung metropolitan berkat merek-merek artis. Geprek Bensu mungkin jadi salah satu yang paling terkenal, kontroversi merek dagang mereka juga membuat banyak orang terpaksa menyaksikan lebih banyak ayam dan cabe yang dikawinkan, menghasilkan liur membuncah. Sayangnya, keberadaan ayam geprek ibu kota kena kritik habis-habisan, utamanya oleh orang Jogja dan yang menyaksikan bagaimana geprek Bu Rum telah membuat ribuan perut mahasiswa Jogja kenyang. Ayam geprek di kota-kota nggak beneran digeprek, kadang cuma ditumbuk sekali dan ditaburi sambal di atasnya. Sungguh penistaan.

Ayam geprek versi Bu Rum yang legendaris itu, nggak pernah sekalipun nggak bikin ayam krispi hancur. Sambal dan cabe-cabeannya nggak sekadar ditabur, melainkan diuleg bareng ayam sampai menghasilkan kolaborasi magis yang siap meledak-ledak dalam mulut.

Hal yang sama juga dialami sei. Sejatinya sei yang berasal dari Rote Ndao NTT ini adalah sajian daging yang disayat lalu diasapi dengan bara pohon kesambi hingga matang. Tidak ada masalah dengan pemilihan dagingnya, kalau aslinya sei babi lebih populer dari sei sapi, itu karena orang-orang mencoba taat aturan MUI. Sayangnya, nasib sei sapi dan kawan-kawan akhirnya sama seperti ayam geprek. Sei yang harusnya diasapi dengan bara kesambi itu kini cuma diasap biasa, bahkan tanpa tungku. Duh, semangat deh.

Lagian kalau ngomongin soal kuliner yang melanglang buana dari daerah asalnya, kita patut angkat topi buat masakan padang. Mereka mungkin kuliner perantau yang sudah amat senior dan nggak populer berdasarkan nama sesaat. Namun lagi-lagi, mereka tetap kena bentuk pendistorsian orang-orang kota. Yakinlah bahwa nggak semua warung makan padang itu milik orang Minang. Kadang orang Jawa juga suka ngecheat dan bikin rendang setelah lihat resep di YouTube. Masalahnya begini, rendang di warung makan padang seringnya beda banget sama yang asli. Yang dijual di warung seringnya berkuah encer dengan rasa rempah yang begitu tipis. Itu mah lain rendang.

Ada kalanya merantau nggak hanya mengubah karakter orang jadi makin bengal dan kehilangan jati diri mereka. Kuliner yang merantau juga begitu. Mau dibilang cultural appropriation kek, diasimilasikan dengan lidah orang banyak kek, rasanya tetap kayak salah. Belum lagi soal seblak yang kuahnya sekarang kayak kuah mi instan. Apa-apaan. Seblak tapi nggak ada aroma kencurnya? Dih, apa-apaan! Orang Sunda mungkin bisa terima kalau mereka dibilang suka aneh memodifikasi makanan. Misal kayak lumpia yang dibasahin, bakso digoreng, cimol dikeringin, dan kerupuk yang dikasih kuah. Semua itu nggak masalah. Tapi, urusan kuah seblak itu soal prinsip, Jenderal!

Memang benar ya, ayam geprek versi Jakarta bukan satu-satunya pembunuhan karakter kuliner di dunia ini. Seblak, sei sapi, rendang, bahkan mungkin gudeg, ayam bakar taliwang, sambal matah, dan kroni-kroninya juga bakal kehilangan ciri khas otentik mereka. Ngeri banget pergaulan ibu kota.

BACA JUGA Di Balik Ayam Geprek Bu Rum, Ada Kasih dan Kisah Ibu yang Mandiri dan tulisan AJENG RIZKA lainnya.

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2021 oleh

Tags: ayam geprekKulinerNasi Padangseblaksei sapi
Ajeng Rizka

Ajeng Rizka

Penulis, penonton, dan buruh media.

Artikel Terkait

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
Warung nasi padang jual rendang khas Minang di Jogja
Catatan

Nasi Padang Rp13 Ribu di Jogja Lebih Nikmat dan Otentik daripada Yang Menang Mahal, tapi Rasanya Manis

10 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

Veda Ega Pratama Buktikan Mental Comeback di Moto3, Start P20 Finis 8 Besar di Catalunya

17 Mei 2026
Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Saat ini kita sangat butuh sentuhan rasa manusia dalam komunikasi digital sehari-hari MOJOK.CO

Komunikasi Digital Sangat Butuh “Sentuhan Rasa Manusia”: Agar Tak Cuma Perbincangan Datar tapi Juga Merasa Didengar, Dihargai dan Dipahami

19 Mei 2026
Vario 150, Motor Honda Terbaik Wujud (Cicilan dan) Kasih Ibu MOJOK.CO

Ada Kasih Ibu di Balik Cicilan Vario 150 yang Terancam Macet karena Jadi Pengangguran: Kisah dan Rasa Takut Saya Bersama Motor Honda Terbaik

21 Mei 2026
Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle.MOJOK.CO

Babi, Anjing, dan Pink Floyd Versi Cadas yang Lahir dalam Wujud Perempuan Bernama Gabriëlle

20 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.